Senyum Anak-Anak Nagekeo di Tengah Tenda Pengungsian

- Editorial Team

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Tenda pengungsian di Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendadak riuh pada Rabu (26/08/2026). Warga berdesakan mendekat, sebagian mengangkat telepon genggam untuk mengabadikan momen, sementara anak-anak menyelinap di antara kerumunan saat Presiden Prabowo Subianto masuk dan menyapa mereka satu per satu.

 

Tak ada jarak yang terasa. Sejumlah warga mendekat, menjabat tangan, bahkan memeluk Presiden. Di tengah kerumunan itu, seorang anak perempuan tampak tersenyum lebar sambil berdiri begitu dekat dengan Presiden. Anak-anak lainnya ikut mengerubungi Kepala Negara dengan wajah penuh rasa ingin tahu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Hari itu, Presiden Prabowo datang ke Nagekeo untuk melihat langsung kondisi masyarakat setelah gempa. Namun ketika memasuki tenda pengungsian, kunjungan tersebut berubah menjadi perjumpaan yang lebih personal. Presiden berhenti untuk berbincang dengan warga, menyapa anak-anak, dan membagikan mainan kepada mereka.

Baca juga:  Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual, Remaja 19 Tahun Di Pringsewu Ditangkap Di Pasar Malam

 

Satu per satu tangan kecil terulur. Mainan yang dibawa Presiden kemudian berpindah ke tangan anak-anak. Senyum yang muncul di wajah mereka menghadirkan suasana berbeda di tengah tempat yang selama beberapa hari terakhir menjadi ruang berlindung sementara bagi warga terdampak.

 

Bagi anak-anak tersebut, kehidupan berubah dalam hitungan detik ketika gempa 7,7 magnitudo mengguncang pada 15 Agustus 2026 lalu. Rumah yang biasa menjadi tempat pulang harus ditinggalkan. Kegiatan belajar dan bermain ikut terganggu. Tenda pengungsian kemudian menjadi tempat mereka makan, beristirahat, bertemu teman, sekaligus menunggu keadaan kembali aman.

 

Karena itu, perhatian terhadap anak-anak menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Di lokasi pengungsian, berbagai kegiatan disiapkan agar mereka tetap memiliki ruang untuk bermain, menggambar, berinteraksi, serta sejenak melepaskan ketegangan setelah bencana.

Baca juga:  Lindungi 1 Juta Petambak Udang dari Ancaman Blokir Ekspor Amerika, Riyono Bergerak Cepat

 

“Sudah kita siapkan perbaikan-perbaikan, langkah-langkah sementara supaya sekolah bisa segera buka, segera kita jalankan mungkin untuk keamanan, sekolah-sekolah mungkin di tenda dulu,” ujar Presiden di hadapan para pengungsi.

 

Kehadiran Presiden di tengah mereka menambah keceriaan hari itu. Di antara orang dewasa yang menyampaikan berbagai kebutuhan dan harapan, anak-anak punya caranya sendiri menyambut Kepala Negara: mendekat, tersenyum, meminta mainan, dan menikmati beberapa saat yang membuat suasana pengungsian terasa lebih ringan.

 

“Percayalah, pemerintah tidak akan membiarkan saudara sendiri. Kita hadir dan kita akan terus membantu saudara-saudara,” lanjut Presiden.

Baca juga:  BATALYON INFANTERI 7 MARINIR MELAKSANAKAN RENANG LAUT GUNA TINGKATKAN KEMAMPUAN FISIK

 

Sebelum menemui warga, Presiden telah memimpin rapat untuk mendengarkan laporan perkembangan penanganan pascabencana. Kepala Negara menegaskan pentingnya memastikan seluruh proses berjalan cepat, mulai dari penanganan darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

 

Bagi Presiden Prabowo, pemulihan tidak berhenti ketika bantuan telah tiba. Masyarakat harus dapat kembali hidup dengan aman, aktivitas ekonomi kembali berjalan, pelayanan kesehatan tetap tersedia, rumah-rumah dapat dibangun kembali, dan anak-anak pada akhirnya dapat kembali ke sekolah.

 

Di tengah duka dan ketidakpastian setelah gempa, tawa anak-anak mungkin tidak serta-merta menghapus apa yang telah mereka alami. Tetapi dari tenda pengungsian di Nagekeo, senyum-senyum kecil itu menjadi pengingat bahwa kehidupan perlahan bergerak kembali dan harapan untuk bangkit tetap ada.(*)

 

 

Sumber : (BPMI Setpres)

Berita Terkait

Hadir di Layar, Absen di Kursi: Polemik Zoom di Paripurna DPRD Lampung.
Diduga Edarkan Sabu, Seorang Pria Asal Km 5 Blambangan Umpu Diamankan Polres Way Kanan
Antara Penyitaan atau Perampasan Aset, RUU Harus Jamin Perlindungan Hak Masyarakat
Pemkab Tubaba Evaluasi dan Siapkan Perpanjangan Kontrak 2.196 PPPK Paruh Waktu
Pemerintah Perpanjang Penutupan Tujuh Bandara Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Siapkan Bandara Alternatif
Pemerintah Perpanjang Penutupan Tujuh Bandara Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Siapkan Bandara Alternatif
Gelar Pertemuan di Hambalang, Presiden Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN
Tawuran Berdarah di Bandar Lampung, Polisi Tetapkan 2 Remaja Jadi Tersangka

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 00:24 WIB

Hadir di Layar, Absen di Kursi: Polemik Zoom di Paripurna DPRD Lampung.

Rabu, 9 September 2026 - 11:59 WIB

Diduga Edarkan Sabu, Seorang Pria Asal Km 5 Blambangan Umpu Diamankan Polres Way Kanan

Rabu, 9 September 2026 - 11:48 WIB

Penyaluran Bantuan Beras Tahun 2026 Kepada Masyarakat Kota Bandar Lampung

Rabu, 9 September 2026 - 10:30 WIB

Warga Menuding Ada Udang di Balik Batu Terkait Dugaan Limbah Pabrik PT BPK Desa Nadung

Selasa, 8 September 2026 - 12:53 WIB

Dua Kali Mangkir, Pria di Pringsewu Di Jemput Paksa Polisi Terkait Dugaan Penggelapan Truk

Senin, 7 September 2026 - 13:03 WIB

PMI Lampung Selatan Bergerak Berikan Masker Kepada Masyarakat Pulau Sebesi dan Wilayah Sekitarnya

Senin, 7 September 2026 - 11:57 WIB

Diduga Miliki Narkoba, Dua Pria Diamankan URC Polsek Labuhan Maringgai

Senin, 7 September 2026 - 11:47 WIB

Pembagian Masker Untuk Antisipasi Abu Vulkanik

Berita Terbaru

Kota Bandar Lampung

Penyaluran Bantuan Beras Tahun 2026 Kepada Masyarakat Kota Bandar Lampung

Rabu, 9 Sep 2026 - 11:48 WIB