Legislator: Kalimantan Sudah Seperti Setengah ‘Neraka’, Segera Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

- Editorial Team

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan meminta Pemerintah segera menetapkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan sebagai bencana nasional menyusul kebakaran yang semakin parah. Ia mengingatkan, Karhutla di Kalimantan sudah hampir melumpuhkan aktivitas warga dan mengganggu kesehatan serta perekonomian masyarakat.

 

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kalimantan sudah seperti setengah ‘neraka’ sekarang karena Karhutla yang semakin parah. Pemerintah perlu menetapkan status Karhutla di Kalimantan sebagai bencana nasional karena dampaknya sangat signifikan,” kata Daniel Johan dalam keterangan persnya, Jumat (21/8/2026).

 

 

 

Seperti diketahui, Karhutla di sejumlah kabupaten/kota di Kalimatan terus meluas hingga menyebabkan berbagai persoalan. Selain menyebabkan kualitas udara memburuk, kabut asap pekat dampak karhutla juga menurunkan jarak pandang drastis di sejumlah wilayah.

 

 

 

Di beberapa daerah, jarak pandang hanya tersisa antara 10 meter. Bahkan jarak pandang dilaporkan sangat terbatas di beberapa titik terdampak parah, seperti di Banjarbaru dan Kalimantan Selatan, serta mengganggu aktivitas warga hingga transportasi udara dan darat.

 

 

 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap sebaran titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan tertinggi berada di wilayah Kalimantan Tengah dengan 767 titik. Disusul Kalimantan Barat 560 titik, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing 74 titik, serta Kalimantan Utara ada 3 titik.

 

 

 

Daniel pun meminta agar Pemerintah tidak berhenti menyajikan jumlah hotspot sebagai data pemantauan. “Ketika titik panas sudah terkonsentrasi dalam jumlah besar di Kalimantan, setiap hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi harus segera diterjemahkan menjadi daftar lokasi prioritas yang wajib diverifikasi dan ditangani di lapangan dalam hitungan jam,” tegasnya.

Baca juga:  Wacana WFH Satu Hari untuk Tekan Konsumsi BBM Harus Dievaluasi

 

 

 

Berbagai video Karhutla di Kalimantan memperlihatkan dahsyatnya api melalap lahan dan hutan. Di media sosial pun banyak informasi dari masyarakat yang memperlihatkan kabut asap menyebabkan anak-anak kesulitan berangkat sekolah. Ada juga yang menginformasikan truk pembawa motor-motor mengalami kecelakaan hingga terguling karena jarak pandang yang sempit.

 

 

 

“Tentunya ini menjadi keprihatinan karena dampak Karhutla semakin mengganggu aktivitas sekolah anak-anak seperti di Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak yang terpaksa diliburkan akibat kondisi udara yang buruk,” jelas Daniel.

 

 

 

Karhutla di Kalimantan pun menimbulkan dampak lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap pekat, rusaknya ekosistem serta habitat satwa, hingga polusi lintas batas negara tetangga.

 

 

 

Bahkan ratusan sekolah di Malaysia ditutup sementara dampak kabut asap Karhutla di Kalimantan. Malaysia menyatakan siap membantu penanganan Karhutla di Indonesia agar dampaknya dapat segera tertangani.

 

 

 

Selain itu, Singapura telah mewanti-wanti warganya terhadap potensi ancaman kabut asap akibat perluasan Karhutla di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

 

 

 

Terkait hal ini, Daniel mendorong Pemerintah segera mempercepat penanganan Karhutla. “Kami mendesak Pemerintah segera mengerahkan pasukan pemadaman secara masif dengan memperkuat operasi water bombing, serta menerjunkan tim darat gabungan dari Manggala Agni, BPBD, dan TNI/Polri yang difokuskan pada titik-titik api di lahan gambut yang berisiko menyebar ke kawasan sekitar bandara,” ucapnya.

Baca juga:  Kemenpora Sosialisasikan Senam Kreasi Budaya “Ikan Nae Di Pante” Bersama FOKBI di Jumat Krida

 

 

 

“Kami juga mendorong percepatan operasi modifikasi cuaca melalui koordinasi intensif antara BNPB, BMKG, dan BRIN. Opsi ini perlu segera dieksekusi selagi masih ada potensi awan sebelum kondisi kemarau mencapai puncaknya,” lanjut Daniel.

 

 

 

Anggota DPR asal Kalimantan Barat ini pun menyoroti kurangnya persiapan Pemerintah mengantisipasi Karhutla yang merupakan bencana langganan di Indonesia. Daniel mengingatkan, dampak Karhutla dirasakan bukan hanya di dalam negeri, tapi juga mengganggu negara tetangga.

 

 

 

“Saya juga mempertanyakan bagaimana mitigasi yang dilakukan Pemerintah karena Karhutla ini kan bencana yang selalu terjadi setiap tahunnya. Kenapa menunggu sampai besar baru kemudian ditangani secara serius,” tukasnya.

 

 

 

Lebih lanjut, Daniel menyinggung aksi mandiri masyarakat yang memandamkan titik-titik api Karhutla. Sebuah video viral di media sosial menunjukkan aksi seorang remaja berusia 15 tahun bernama Rudiansyah yang setiap pulang sekolah membantu ayahnya memadamkan Karhutla di Palangkaraya. Saat beraksi, ia mengenakan kostum superman.

 

 

 

“Banyak masyarakat yang geregetan sehingga bergerak sendiri memadamkan Karhutla. Di Kalbar, bahkan ibu-ibu yang turun. Seperti di Sambas namanya Srikandi, di Ketapang ada kelompok ibu-ibu bernama The Power of Mama. Saya kagum sekali, mereka sangat hebat dan berani,” ungkap Daniel.

Baca juga:  Mendag Tinjau Ketersediaan dan Harga Bapok di Pasar Minggu, Jakarta

 

 

 

Terhadap aksi mandiri warga ini, Daniel mendorong masyarakat yang ikut membantu proses pemadaman Karhutla untuk melengkapi diri dengan alat pemadam api dan perlindungan keamanan yang memadai.

 

 

 

“Tetap prioritaskan keselamatan diri. Jika memang sudah berpotensi membahayakan, serahkan proses pemadaman kepada petugas. Dan penting juga standar keamanan diperhatikan kepada para petugas lapangan yang terus berjibaku memadamkan Karhutla,” pesannya.

 

 

 

Sementara itu mengenai penyebab Karhutla, Daniel menuntut penegakan hukum yang tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab. Baik bagi mereka yang sengaja melakukan pembakaran, maupun yang lalai hingga menyebabkan Karhutla.

 

 

 

Beberapa informasi memperlihatkan adanya upaya warga berusaha menghentikan aksi pembakaran secara sengaja oleh pihak-pihak tertentu. “Jangan sampai masyarakat yang turun dan menggunakan hukum adat maupun hukum sosial karena terlalu kesal dengan aksi-aksi pembakaran lahan,” ujar Daniel.

 

 

 

Di sisi lain, Daniel mendesak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) segera mencairkan anggaran operasional untuk penanggulangan Karhutla yang memang sudah dialokasikan dari anggaran Negara. “Kami mendesak Kementerian Keuangan segera mencairkan anggaran sebesar Rp290.901.300.000 untuk operasional pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan,” ucapnya.

 

 

 

“Anggaran ini sangat mendesak agar upaya pemadaman di lapangan tidak lagi terkendala keterbatasan sumber daya,” pungkas Daniel.(*)

 

 

Sumber : PARLEMENTARIA

Berita Terkait

Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter, UKM PIК-M-SAHABAT UIN Raden Intan Lampung Gelar Pelatihan Pendidik dan Konselor Sebaya.
Keributan Kejuaraan Karate di GOR Siger Way Halim Berujung Laporan Polisi, Perkara Masuk Tahap Penyidikan.
Bandar Lampung Masuk Peringkat 395 Kota Dunia dalam Global Cities Index 2026
Puteri Komarudin Dorong Percepatan Penyusunan Rencana Induk Pelindungan Pantura
DPC PWRI Bandar Lampung Dorong Polresta Tuntaskan Penanganan Dugaan Kasus Minyak Kita
Pertamina dan Polres Lamtim Pantau Antrean Biosolar dan Pertalite di SPBU Metro Kibang
Pertamina Operasikan 6 SPBU BBM Satu Harga di Lampung Barat, Cek Lokasinya
Polres Metro Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Seorang Pria Diamankan

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 11:59 WIB

Diduga Edarkan Sabu, Seorang Pria Asal Km 5 Blambangan Umpu Diamankan Polres Way Kanan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Buron Sejak 2023, Terduga Pelaku Curanmor di Way Kanan Akhirnya Dibekuk Tim URC

Senin, 27 Juli 2026 - 12:03 WIB

Polisi Amankan Diduga Pelaku Penipuan dan atau Penggelapan di Stasiun Kereta Api Way Tuba

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:41 WIB

Polsek Umpu Semenguk Ringkus Pelaku Curat Juncto Penadahan di Umpu Bhakti

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:47 WIB

Polsek Baradatu Ringkus Diduga Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Gedung Pakuon

Senin, 22 Juni 2026 - 11:54 WIB

Polsek Gunung Labuhan Ringkus Diduga Pelaku Curat Perhiasan Cincin Emas

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:08 WIB

Polisi Way Kanan Bekuk Diduga Pelaku Lakukan Kekerasan Seksual dan Cabuli Anak di Bawah Umur

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:41 WIB

Polsek Umpu Semenguk Bekuk Pelaku Curi Sepeda Motor di Halaman Masjid

Berita Terbaru