Bandar Lampung Masuk Peringkat 395 Kota Dunia dalam Global Cities Index 2026

- Editorial Team

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung Masuk Peringkat 395 Kota Dunia dalam Global Cities Index 2026

Globalpewartasakti.com | Bandar Lampung(GPS).
Kota Bandar Lampung tercatat berada di peringkat 395 dari 1.000 kota dalam Global Cities Index 2026 yang diterbitkan Oxford Economics.

Berdasarkan data pada laman resmi Oxford Economics, Bandar Lampung memperoleh skor keseluruhan 46,5. Dalam daftar tersebut, Bandar Lampung berada di bawah Samsun, Turki, yang menempati peringkat 394, dan berada satu tingkat di atas Yogyakarta yang berada di peringkat 396.

Pemeringkatan tersebut merupakan bagian dari Global Cities Index 2026 yang mencakup 1.000 kota besar dunia. Oxford Economics menggunakan sejumlah indikator untuk melihat kekuatan, kelemahan, serta potensi perkembangan kota dari perspektif sosial-ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lima Dimensi Penilaian

Oxford Economics menilai kota melalui lima kategori utama, yakni Economics, Human Capital, Quality of Life, Environment, dan Governance.

Baca juga:  Pemkab Lamtim Gelar Rapat Persiapan Pelantikan dan sertijab Bupati dan Wakil Bupati Lamtim

Untuk Bandar Lampung, data yang tercantum dalam daftar Oxford Economics menunjukkan skor masing-masing kategori, yaitu Economics 47,5; Human Capital 38,9; Quality of Life 47,6; Environment 79,0; dan Governance 59,1.

Oxford Economics menjelaskan bahwa masing-masing kategori menggunakan skala 0–100. Kelima kategori tersebut kemudian digabungkan menjadi satu skor keseluruhan untuk memberikan gambaran yang lebih luas mengenai posisi suatu kota.

Posisi Bandar Lampung dalam Peta Kota Dunia

Masuknya Bandar Lampung dalam daftar 1.000 kota yang dinilai Oxford Economics memberikan gambaran mengenai posisi kota tersebut dalam perbandingan global berdasarkan metodologi yang digunakan lembaga tersebut.

Dalam daftar yang sama, sejumlah kota Indonesia juga tercatat, antara lain Jakarta di peringkat 140, Surabaya 308, Medan 371, Padang 377, Denpasar 382, Makassar 389, Bandar Lampung 395, Yogyakarta 396, dan Bandung 409.

Baca juga:  Kawal Pengelolaan Anggaran Pertanian, Slamet: Kita Ingin Pastikan Setiap Rupiah Tepat Sasaran

Data tersebut menunjukkan bahwa penilaian Oxford Economics tidak hanya melihat ukuran ekonomi kota. Aspek sumber daya manusia, kualitas hidup, lingkungan, serta tata kelola turut menjadi bagian dari perhitungan indeks.

Tantangan Pembangunan Kota

Posisi tersebut sekaligus dapat menjadi bahan evaluasi mengenai berbagai aspek pembangunan perkotaan. Sebab, berdasarkan metodologi Oxford Economics, setiap kota memiliki kekuatan dan tantangan yang berbeda pada lima kategori yang dinilai.

Bagi Bandar Lampung, sejumlah aspek seperti pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguatan tata kelola, serta keberlanjutan lingkungan dapat menjadi bagian dari perhatian pembangunan perkotaan ke depan.

Baca juga:  Perkuat Kepemimpinan dan Kolaborasi, Bupati Tubaba Pimpin Dinamika Kelompok Jajaran Pemerintah Daerah

Namun, hasil indeks tersebut perlu dipahami sesuai metodologi Oxford Economics dan tidak dengan sendirinya menjadi ukuran tunggal untuk menilai seluruh keberhasilan pembangunan sebuah daerah.

Oxford Economics menyebut Global Cities Index sebagai alat pembandingan terhadap 1.000 kota dunia, yang dirancang untuk melihat kekuatan, kelemahan, serta potensi masa depan masing-masing kota. Indeks 2026 juga menggunakan pendekatan yang bersifat forward-looking dengan memanfaatkan proyeksi ekonomi kota.

Dengan demikian, peringkat 395 dunia menjadi salah satu data yang dapat digunakan untuk melihat posisi Bandar Lampung dalam perspektif perbandingan global. Di sisi lain, capaian tersebut juga dapat menjadi referensi bagi pemangku kepentingan dalam melihat ruang pengembangan kota pada berbagai sektor, dengan tetap mempertimbangkan kondisi dan indikator lokal.

(Redaksi GPS)

Berita Terkait

Satgas Pamtas Mobile Yonif 9 Marinir Dibawah Satgas Koops TNI Habema Dikabarkan Terlibat Kontak Tembak di Maybrat, Tumpas Tokoh Utama OPM Kodap IV Sorong Raya. 
Sidak SPBU di Lampung, Stok Pertalite dan Biosolar Dipastikan Aman
Pasokan Pertalite dan Biosolar Menuju Kota Metro, Pertamina Pastikan Stok Tak Terputus
‎SEJIWO IWO Lampung Selatan di SMAN 1 Palas Bekali Pelajar Cerdas Sikapi Informasi,Tak Gampang Terjebak Hoaks
Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter, UKM PIК-M-SAHABAT UIN Raden Intan Lampung Gelar Pelatihan Pendidik dan Konselor Sebaya.
Keributan Kejuaraan Karate di GOR Siger Way Halim Berujung Laporan Polisi, Perkara Masuk Tahap Penyidikan.
SPPG Tanjung Ratu Ambil Bahan MBG Ikan Lele dari BUMDes Suka Jaya
Polsek Pakuan Ratu Ringkus Diduga Pelaku Curat dan Penggelapan Sepeda Motor
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:31 WIB

Satgas Pamtas Mobile Yonif 9 Marinir Dibawah Satgas Koops TNI Habema Dikabarkan Terlibat Kontak Tembak di Maybrat, Tumpas Tokoh Utama OPM Kodap IV Sorong Raya. 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Sidak SPBU di Lampung, Stok Pertalite dan Biosolar Dipastikan Aman

Selasa, 6 Oktober 2026 - 01:52 WIB

Pasokan Pertalite dan Biosolar Menuju Kota Metro, Pertamina Pastikan Stok Tak Terputus

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:11 WIB

‎SEJIWO IWO Lampung Selatan di SMAN 1 Palas Bekali Pelajar Cerdas Sikapi Informasi,Tak Gampang Terjebak Hoaks

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter, UKM PIК-M-SAHABAT UIN Raden Intan Lampung Gelar Pelatihan Pendidik dan Konselor Sebaya.

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Bandar Lampung Masuk Peringkat 395 Kota Dunia dalam Global Cities Index 2026

Senin, 28 September 2026 - 14:59 WIB

SPPG Tanjung Ratu Ambil Bahan MBG Ikan Lele dari BUMDes Suka Jaya

Senin, 28 September 2026 - 12:13 WIB

Polsek Pakuan Ratu Ringkus Diduga Pelaku Curat dan Penggelapan Sepeda Motor

Berita Terbaru