Komisi VI Soroti Kesenjangan Infrastruktur Program KD-KMP di Tengah Capaian Administratif yang Melonjak

- Editorial Team

Selasa, 18 November 2025 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) –  Di tengah kebutuhan masyarakat desa akan pusat ekonomi yang siap beroperasi, Komisi VI DPR menyoroti kesenjangan nyata antara percepatan pendirian Kooperasi Desa–Kelurahan Merah Putih (KD-KMP) dan kesiapan infrastruktur dasarnya. Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini menyatakan, capaian administratif yang tinggi belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kondisi lapangan, terutama terkait pembangunan fisik dan kelengkapan administrasi aset.

 

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Demikian hal ini disampaikannya dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR bersama Kementerian Koperasi serta Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR dengan PT Agrinas Panhan Nusantara di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (18/11/2025). Dirinya mencatat, hingga 6 November 2025, KD-KMP telah mencapai 73.698 koperasi desa yang tersambung ke SEMKOPDES dan lebih dari 1,18 juta warga desa menjadi anggota.

Baca juga:  Kemenhut Lanjutkan Penanganan Pasca Bencana di Aceh Utara dan Sumatera Utara

 

 

 

Ia menyebut percepatan itu “mengagumkan” mengingat program baru berjalan sekitar delapan minggu. “Ini capaian yang sangat luar biasa. Larinya kencang sekali. Kita tentu berbangga,” ujar Anggia saat membuka agenda tersebut.

 

 

 

Walaupun begitu, ia mengingatkan keberhasilan administratif tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam pembangunan fisik dan kesiapan lahan yang menjadi syarat utama operasional koperasi. Diketahui, dari target 20.000 titik, baru 7.458 gerai dan gudang yang masuk tahap pembangunan. Sementara 11.240 lokasi lahan telah diajukan, banyak di antaranya belum dapat dikerjakan karena persoalan validasi dan administrasi aset yang belum tuntas.

 

 

 

“Kami mencatat adanya kesenjangan yang harus segera diurai. Banyak lokasi belum siap bangun bukan karena fisiknya, tetapi karena persoalan administrasi aset dan validasi lahan,” terangnya.

Baca juga:  Bupati Lamtim Pimpin Apel Penutupan Pramuka Kwartir Ranting Labuhan Ratu di Baitul Muslim Super Camp

 

 

 

Ia juga menambahkan bahwa capaian angka tidak boleh berhenti di atas kertas. Selain persoalan lahan dan infrastruktur fisik, Komisi VI DPR turut menyoroti keterbatasan kapasitas pendamping di lapangan.

 

 

 

Peran business assistant dan project management officer (PMO) dinilai belum sebanding dengan kebutuhan nasional. “Ini pekerjaan besar dan strategis. Mereka yang memastikan pembangunan benar-benar berjalan. Kalau jumlahnya belum memadai, aktivitas ekonomi di lapangan bisa tidak hidup,” kata Anggia.

 

 

 

Dirinya menyebut KD-KMP kini memasuki fase kritis, di mana keberhasilan program tidak lagi diukur dari akta pendirian koperasi, tetapi dari kesiapan operasionalnya. “Kita ingin memastikan ini bukan kooperasi administratif. Gerai harus berfungsi, gudang harus beroperasi, rantai pasok berjalan, dan masyarakat merasakan manfaat ekonomi langsung,” ujarnya.

Baca juga:  Bupati Lampung Barat Percantik Taman di Hamtebiu

 

 

 

Sebab itu, Komisi VI DPR meminta penjelasan detail mengenai percepatan pembangunan fisik, kesiapan lahan, kelengkapan administrasi aset, dan skema pembiayaan termasuk sindikasi Himbara. Pemerataan pembangunan di wilayah timur Indonesia serta integrasi ekosistem BUMN dan pemerintah daerah juga menjadi sorotan.

 

 

 

Anggia juga mengingatkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menugaskan PT Agrinas Panhan Nusantara untuk memperkuat pembangunan infrastruktur, sehingga progres tersebut diminta disampaikan secara terbuka. “Kami ingin tahu sejauh mana yang sudah dikerjakan, agar tidak ada titik yang hanya siap di atas kertas. Ini bukan sekadar membangun koperasi. Ini tentang memastikan pergerakan ekonomi hidup dari desa dan benar-benar dirasakan masyarakat,” tandas Politisi Fraksi PKB itu.(*)

 

 

Sumber : PARLEMENTARIA

Berita Terkait

Danbrigif 4 Marinir/BS Perkuat Sinergi Pertahanan Melalui Audiensi dengan Pangdam XXI/Radin Inten.
Menkeu Purbaya Dorong DJPb Menjadi Organisasi yang Adaptif, Efisien, dan Berorientasi Hasil
Tutup Celah Travel Bodong, DPR Pastikan UU PIHU Demi Lindungi Jemaah Umrah Mandiri
Pemerintah Resmi Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jalankan Tugas Gubernur BI Sementara
Proyek SDN 2 Way Ratai Disorot, APD hingga Papan Proyek Dipertanyakan.
Tekab 308 Polsek Waway Karya Bersama Polres Lampung Timur Ungkap Kasus Curat Dan Penadahan
Presiden Prabowo Instruksikan Sinergi Nasional Percepat Penguatan Koperasi Merah Putih
Pembiayaan Daerah dan UMKM Harus Merata, Demi Serap Tenaga Kerja

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:38 WIB

Wali Kota Bandar Lampung Terima Audiensi UIN Raden Intan Lampung, Bahas Penguatan Kerja Sama KKN dan Program Pembangunan

Senin, 20 Juli 2026 - 12:36 WIB

Pawai Budaya Begawi Bandar Lampung dan Kendaraan Hias Tahun 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:39 WIB

Wali Kota Bandar Lampung Tinjau Kesiapan Pembukaan Bandar Lampung Expo 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:19 WIB

Peninjauan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bandar Lampung

Senin, 13 Juli 2026 - 12:23 WIB

Personil Sat Brimob Polda Lampung Raih Prestasi Membanggakan di Kejuaraan Kapolri Cup VII

Sabtu, 11 Juli 2026 - 00:30 WIB

Di Balik Umroh Gratis dengan Anggaran Besar, Lingkaran Kekuasaan dan Jejak yang Tak Terbuka.

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:21 WIB

Walikota Bandar Lampung Hadiri Rakernas APEKSI XVIII dan Konferensi Pers di Kota Medan

Senin, 15 Juni 2026 - 11:53 WIB

Buron 10 Bulan, Residivis Curanmor Dibekuk Usai Bobol Rumah Sales Rokok di Bandar Lampung

Berita Terbaru