BKSAP: Konsensus Jadi Kunci Stabilitas ASEAN di Tengah Ketegangan Global

- Editorial Team

Rabu, 29 Oktober 2025 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Ravindra Airlangga menilai keberhasilan ASEAN dalam menjaga stabilitas dan menghindari konflik besar antarnegara selama lebih dari lima decade, merupakan bukti kuatnya nilai-nilai konsensus, perdamaian, dan penghormatan terhadap kedaulatan bangsa-bangsa. Menurutnya, keragaman ekstrem di ASEAN dalam hal budaya, kepercayaan, dan latar belakang sosial, tidak lantas menciptakan konflik dalam blok regional tersebut.

 

Hal itu disampaikannya dalam forum Dialektika Demokrasi bertema KTT ASEAN Malaysia 2025: Momentum Konsolidasi Peran Indonesia sebagai Poros Kekuatan Asia Tenggara yang digelar oleh Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bersama Biro Pemberitaan DPR RI, di Gedung Nusantara I, DPR RI Senayan, Jakarta, Selasa (28/10/2025).

 

“Nilai-nilai dasar ASEAN yang menjunjung tinggi konsensus, menghindari penggunaan kekerasan (use of force), serta menghormati kedaulatan dan prinsip non-interference antarnegara anggota harus terus menjadi pedoman hubungan antar negara ASEAN dan mitranya, apalagi di era geopolitik yang semakin tak menentu,” ujar Ravindra
Politisi Fraksi Golkar tersebut juga mengapresiasi komitmen negara-negara ASEAN seperti Thailand, Kamboja, dan Malaysia yang terus mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan. Ia turut menekankan bahwa Indonesia akan terus mendorong implementasi five-point consensus sebagai bagian dari kebijakan utama dalam menangani isu Myanmar.

Baca juga:  Lawatan ke Luar Negeri, Presiden Prabowo akan Hadiri Osaka Expo Hingga Pidato di Sidang Umum PBB

 

“Indonesia akan terus mendorong implementasi 5 point context sebagai kebijakan utamanya dan tentunya membutuhkan peran aktif dari Myanmar sebagai negara berdaulat sesuai dengan prinsip-prinsip ASEAN,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Ravindra menambahkan bahwa pertemuan Review and Cooperation ke-50 pada tahun 2026 nanti akan menjadi momen penting untuk meneguhkan kembali nilai-nilai ASEAN, yakni perdamaian, stabilitas, dan kerja sama antarkawasan.

Baca juga:  Indonesia-PEA Perkuat Kemitraan, Presiden Prabowo Terima Kunjungan Menteri Suhail

 

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga hubungan baik ASEAN dengan berbagai poros geopolitik global seperti China dan Jepang.  “ASEAN harus menjadi platform yang terpercaya bagi negara-negara di dunia untuk melaksanakan dialog dan kerja sama,” paparnya lebih lanjut.

 

Dengan semangat itu, Ravindra berharap KTT ASEAN Malaysia 2025 dapat memperkuat peran Indonesia dalam memastikan ASEAN tetap menjadi kawasan yang damai, stabil, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.(*)

 

 

Sumber : PARLEMENTARIA

Berita Terkait

Kumpulkan Menteri di Hambalang, Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama Pendidikan Indonesia–Inggris
Dalam Perkara Korupsi APBPekon Sukoharjo III Barat TA 2023, Jaksa Tuntut 5 Tahun 6 Bulan Penjara. 
Menkeu Purbaya Tegaskan Komitmen Penguatan Keadilan Usaha dan Penanganan Hambatan Importasi
Uji Materi UU Paten, DPR Pastikan Regulasi Berpihak pada Inovasi dan Kesejahteraan Publik
Mensesneg Sampaikan Pencabutan Izin 28 Perusahaan Implementasi dari Prabowonomics
Pelaku Pencurian Alat Pertanian di Tanjung Bintang Berhasil Diamankan Polisi
Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Seorang ABH Diamankan PPA Satreskrim Polres Way Kanan
Leani Ratri Harap Regenerasi Atlet Para Bulutangkis Putri Indonesia Berjalan Baik
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 13:02 WIB

Prajurit Yonif 7 Marinir Banggakan Satuan Raih Juara Dalam Kejuaraan Karate Gubernur Cup

Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:07 WIB

Ketua DPC PWRI Kota Bandar Lampung Dukung Perluasan Wilayah, 8 Desa Lampung Selatan Masuk Kota Bandar Lampung.

Jumat, 23 Januari 2026 - 01:09 WIB

Prajurit Yonif 7 Marinir Laksanakan Renang Laut

Kamis, 22 Januari 2026 - 06:26 WIB

UKW Dijadikan Syarat Kerja Sama Media, LBH PWRI Pringsewu Tegaskan: Ini Bukan Negara Administratif yang Membungkam Pers.

Senin, 19 Januari 2026 - 07:33 WIB

Dana Desa Pekon Pariaman Disorot Tajam, Warga Bongkar Dugaan Penyimpangan BLT DD hingga Proyek Fisik TA 2017–2021

Jumat, 16 Januari 2026 - 09:35 WIB

WUJUD KEPEDULIAN PIMPINAN, DAN YONIF 7 MARINIR ANJANGSANA KE RUMAH PRAJURIT.

Jumat, 16 Januari 2026 - 06:09 WIB

Danrem 043/Gatam Tinjau Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Pekon Yogyakarta.

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:09 WIB

Ngaku Bripka Polri, Polisi Gadungan di Tubaba Diamankan Sipropam

Berita Terbaru