Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter, UKM PIК-M-SAHABAT UIN Raden Intan Lampung Gelar Pelatihan Pendidik dan Konselor Sebaya.
Globalpewartasakti.com | Bandar Lampung(GPS).
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK-M) SAHABAT UIN Raden Intan Lampung menggelar kegiatan Pelatihan Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya dengan mengusung tema “Membentuk Generasi Unggul Melalui Pelatihan, Aksi, dan Kolaborasi Sebaya.”
Kegiatan tersebut berlangsung pada 27 September 2026 dan diikuti sekitar 50 peserta yang merupakan mahasiswa anggota PIK-M SAHABAT sebagai calon agent of change di lingkungan kampus maupun masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pembekalan kepada mahasiswa mengenai komunikasi, konseling sebaya, kesehatan mental, serta keterampilan menghadapi berbagai persoalan yang dapat dihadapi remaja.
Ketua UKM PIK-M SAHABAT, Dava Saputra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan tidak hanya memberikan pemahaman mengenai teori komunikasi, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan kepekaan emosional dan keterampilan mendengarkan secara aktif (active listening).
“Remaja hari ini membutuhkan ruang aman (safe space) untuk berekspresi tanpa menghakimi. Melalui pelatihan ini, kami ingin mencetak para konselor muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional tinggi untuk merangkul dan membimbing teman sebaya mereka,” ujarnya.
*Bekali Peserta dengan Materi Praktis*
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi dari beberapa narasumber.
Pada sesi Pendidik Sebaya, materi disampaikan oleh M. Aidil Fitrotullah, Juara II Putra Genre Provinsi Lampung Tahun 2026.
Sementara materi Konselor Sebaya disampaikan oleh Duta Konselor Daerah PKBI Lampung.
Materi pelatihan antara lain mencakup Dasar-Dasar Komunikasi Efektif dan Empati, Teknik Konseling Sebaya (Peer Counseling), Kesehatan Mental Remaja, serta Advokasi dan Kampanye Aksi Positif.
Materi tersebut tidak hanya disampaikan dalam bentuk pemaparan, tetapi juga melalui kegiatan yang memungkinkan peserta berlatih secara langsung.
Peserta mengikuti role-play atau simulasi konseling yang dipandu fasilitator dari Duta GenRe UIN Raden Intan Lampung.
Dalam simulasi tersebut, peserta diminta memainkan peran berbagai untuk menghadapi sejumlah situasi yang dapat terjadi dalam lingkungan pertemanan remaja.
Kegiatan ini diharapkan memberikan pengalaman kepada peserta dalam memahami cara berkomunikasi, mendengarkan, serta merespons persoalan teman sebaya secara tepat.
Ada Sesi Afirmasi Diri
Selain materi utama, peserta juga mengikuti sesi afirmasi diri yang menjadi ruang untuk mengenali dan memberikan apresiasi terhadap diri sendiri.
Pada sesi tersebut, peserta melakukan kegiatan sticky notes. Peserta diberikan kesempatan menuliskan hal-hal yang ingin mereka ceritakan maupun perasaan yang selama ini mungkin masih sulit untuk diekspresikan secara langsung.
Kegiatan itu menjadi salah satu bagian dari rangkaian pelatihan yang diarahkan untuk membangun ruang refleksi dan pemahaman diri peserta.
*Dorong Peran Mahasiswa di Lingkungan Remaja*
Pembina PIK-M SAHABAT UIN Raden Intan Lampung, MA Syariipudin, M.Si., menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan bentuk kreativitas pengurus UKM-M SAHABAT dalam menyikapi derasnya arus informasi di kalangan remaja.
Menurutnya, pendidik dan konselor sebaya yang terbentuk melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat turut menginisiasi kegiatan-kegiatan positif di sekolah maupun komunitas, khususnya di sekitar Kota Bandar Lampung.
Melalui kolaborasi yang dilakukan, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung lingkungan remaja yang positif serta membantu memberikan pemahaman terkait berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bagian dari dokumentasi pelaksanaan Pelatihan Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya 2026.
(MAS/Redaksi GPS)







