Pembiayaan Daerah dan UMKM Harus Merata, Demi Serap Tenaga Kerja

- Editorial Team

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro mendorong agar pembiayaan yang disalurkan kepada pemerintah daerah maupun pelaku usaha tidak hanya berorientasi pada kelancaran pengembalian pinjaman, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, mengurangi kesenjangan antarwilayah, dan memperkuat perekonomian daerah.

Pasalnya, keberhasilan pembiayaan perlu diukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Fauzi saat memimpin agenda Kunjungan Kerja Reses Komisi XI DPR RI dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), serta pelaku UMKM di Kabupaten Badung, Bali, Rabu (23/7/2026).

Politisi Fraksi Partai NasDem itu meminta PT SMI melakukan kajian yang lebih komprehensif terhadap setiap pembiayaan yang disalurkan, tidak hanya dari sisi kelancaran pembayaran pinjaman, tetapi juga dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan sektor-sektor pendukung, dan pemerataan pembangunan. “Tidak hanya persoalan dividen semata dan kelancaran pembayaran, tetapi juga harus ada pemerataan yang dilakukan oleh PT SMI,” ujar Fauzi.

Menurutnya, skema pembiayaan harus lebih berpihak kepada daerah yang masih membutuhkan percepatan pembangunan, khususnya wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Sebab, jelasnya, kebutuhan pembangunan di luar Pulau Jawa dan Bali memiliki karakteristik berbeda sehingga memerlukan pendekatan pembiayaan yang lebih adaptif.

Fauzi juga mengingatkan pentingnya mempertimbangkan tingkat risiko ekonomi masing-masing daerah. Pengalaman pandemi Covid-19 menunjukkan daerah yang bergantung pada satu sektor ekonomi sangat rentan terhadap gejolak global sehingga aspek mitigasi risiko perlu menjadi bagian dari penilaian pembiayaan. Selain pembiayaan infrastruktur, ia meminta LPEI tetap fokus menjalankan mandatnya dalam mendukung UMKM berorientasi ekspor.

Baca juga:  Presiden Prabowo dan Presiden Lee Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi hingga Pertahanan

Oleh karena itu, ia berharap program LPEI menyasar pelaku usaha yang belum memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan lain sehingga tidak terjadi tumpang tindih program. Menurutnya, pendampingan kepada UMKM perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penguatan produksi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengolahan produk, hingga pembiayaan dan akses pasar ekspor.

“Fokuslah kepada desa-desa devisa sesuai dengan core business LPEI. Pendampingannya harus dimulai dari hulu sampai hilir, sehingga UMKM benar-benar siap masuk ke pasar ekspor,” katanya.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyoroti besarnya potensi aset negara di Bali yang mencapai sekitar Rp127,28 triliun. Ia mendorong Direktorat Jenderal Kekayaan Negara mengoptimalkan pemanfaatan aset tersebut, termasuk untuk mendukung pengembangan UMKM dan membangun pusat distribusi logistik yang dapat meningkatkan daya saing produk daerah.

Baca juga:  Raihan Emas Indonesia di Hari Kedua SEA Games 2025 Lampaui Target

Terakhir, dirinya menambahkan, sinergi antarsatuan kerja di lingkungan Kementerian Keuangan perlu terus diperkuat agar pengelolaan aset negara, pembiayaan daerah, dan pengembangan UMKM berjalan secara terintegrasi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui fungsi pengawasan, Komisi XI akan terus mendorong agar setiap kebijakan pembiayaan pemerintah tidak hanya memperkuat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan pemerataan pembangunan, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan daya saing UMKM Indonesia di pasar global.(*)

 

 

Sumber : PARLEMENTARIA

Berita Terkait

Gelar Pertemuan di Hambalang, Presiden Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN
Tawuran Berdarah di Bandar Lampung, Polisi Tetapkan 2 Remaja Jadi Tersangka
Soroti Anggaran Kemenhub, Komisi V Tekankan Tepat Guna dan Sesuai Kebutuhan
Bambang Patijaya Wanti-Wanti RUU Perubahan Iklim Tak Jadi Regulasi Elitis
Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kedatangan Presiden Prabowo di Vladivostok
Implementasi Pendidikan Dasar Tanpa Biaya Perlu Peta Jalan yang Jelas
Presiden Prabowo Terima Panglima Jilah di Istana, Perkuat Penanganan Karhutla dan Peran Masyarakat Adat
Presiden Prabowo: Indonesia Akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 11:29 WIB

Gelar Pertemuan di Hambalang, Presiden Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN

Jumat, 4 September 2026 - 12:16 WIB

Tawuran Berdarah di Bandar Lampung, Polisi Tetapkan 2 Remaja Jadi Tersangka

Kamis, 3 September 2026 - 12:19 WIB

Bambang Patijaya Wanti-Wanti RUU Perubahan Iklim Tak Jadi Regulasi Elitis

Rabu, 2 September 2026 - 12:02 WIB

Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kedatangan Presiden Prabowo di Vladivostok

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Implementasi Pendidikan Dasar Tanpa Biaya Perlu Peta Jalan yang Jelas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:43 WIB

Presiden Prabowo Terima Panglima Jilah di Istana, Perkuat Penanganan Karhutla dan Peran Masyarakat Adat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:38 WIB

Presiden Prabowo: Indonesia Akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung

Jumat, 28 Agustus 2026 - 03:10 WIB

GRIB Jaya Pringsewu Dorong DPRD Periksa Anggaran Dinas Kesehatan, Eddi Rambo: Jangan Sampai Uang Rakyat Tak Jelas!

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Tawuran Berdarah di Bandar Lampung, Polisi Tetapkan 2 Remaja Jadi Tersangka

Jumat, 4 Sep 2026 - 12:16 WIB