Puteri Komarudin Dorong Percepatan Penyusunan Rencana Induk Pelindungan Pantura

- Editorial Team

Senin, 28 September 2026 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Anggota Badan Anggaran DPR RI Puteri Komarudin mendorong percepatan penyusunan Rencana Induk Pelindungan Pantai Utara Jawa (Pantura) sebagai dasar pembangunan Giant Sea Wall (Tanggul Laut Raksasa) yang direncanakan membentang sepanjang 575 kilometer dari Banten hingga Jawa Timur.

 

Pernyataan ini disampaikannya dalam Rapat Kerja Badan Anggaran DPR RI dengan Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) dalam rangka pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran BOPPJ Tahun 2027, Kamis (24/9/2026) lalu. Menurutnya, Rencana Induk diperlukan untuk memberikan arah yang lebih terukur terhadap pembangunan GSW, mulai dari tahapan, prioritas, hingga kebutuhan pembiayaannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kami melihat penyusunan Rencana Induk Perlindungan Pantai Utara Jawa menjadi key issue yang perlu terus didorong penyelesaiannya. Terlebih, ini penting untuk memberikan arah yang lebih terukur terhadap pembangunan GSW. Mulai dari tahapan, prioritas, hingga kebutuhan pembiayaannya,” ujar Puteri melalui rilis yang disampaikan kepada Parlementaria di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Baca juga:  DPR Sebut Pasal 292 UU Kepailitan Tak Bertentangan UUD 1945

 

Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa sebelumnya menyebut pembangunan GSW membutuhkan investasi hingga 100 miliar dolar AS. Puteri menilai besarnya skala pembangunan tersebut membuat aspek tata ruang dan lingkungan perlu menjadi bagian dari perencanaan sejak awal.

 

Selain itu, ia mengingatkan agar penyusunan Rencana Induk perlu berjalan beriringan dengan kajian lingkungan, termasuk Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), serta diselaraskan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan kondisi masing-masing daerah yang dilalui proyek.

 

Baca juga:  Provinsi Lampung Harus Perkuat Kemandirian Energi Berbasis Panas Bumi

“Mengingat pembangunannya akan melintasi banyak daerah, termasuk daerah pemilihan saya di Karawang, Bekasi, dan Purwakarta. Tentu perencanaannya perlu diselaraskan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan kondisi masing-masing wilayah. Karena itu, KLHS perlu menjadi bagian dari pertimbangan awal dalam penyusunan Rencana Induk, termasuk dalam menentukan segmen, lokasi, desain, dan tahapannya,” jelas Puteri.

 

Sementara itu, Kepala BOPPJ Didit Herdiawan Ashaf mengatakan pembangunan GSW tetap mengedepankan pendekatan yang selaras dengan lingkungan. Hal tersebut penting mengingat BOPPJ mencatat sekitar 17 juta jiwa penduduk di wilayah pesisir Pantura terdampak banjir rob dan penurunan muka tanah atau land subsidence.

 

“Tentunya, pelaksanaan kegiatan pembangunan Pantura yang ada kaitannya dengan pembangunan tanggul laut ataupun GSW, tidak hanya membangun konkret. Tetapi juga membangun peradaban. Di mana pembangunannya building with nature,” ungkap Didit.

Baca juga:  Upacara Hari Pramuka ke-64 Sekaligus Buka Perkemahan Pramuka Berkebutuhan Khusus 2025, Menpora Dito: Pramuka untuk Semua!

 

Selain aspek tata ruang dan lingkungan, Puteri meminta Rencana Induk juga memperhatikan kepentingan sosial dan keberlanjutan penghidupan masyarakat pesisir, khususnya nelayan. Sebab, jelasnya, potensi dampak sosial dan ekonomi dari pembangunan perlu diantisipasi sejak tahap perencanaan.

 

“Karena itu, langkah transisi dan antisipasi terhadap potensi dampak sosial dan ekonomi juga perlu dipersiapkan sejak awal. Yang penting adalah bagaimana koordinasi BOPPJ dengan kementerian/lembaga terkait dapat berjalan dengan baik untuk menyiapkan program yang sesuai, sehingga apabila terdapat masyarakat yang terdampak, skema transisinya sudah tersedia dan dapat langsung dijalankan,” tutup Politisi Fraksi Partai Golkar itu.(*)

 

 

Sumber : PARLEMENTARIA

Berita Terkait

DPC PWRI Bandar Lampung Dorong Polresta Tuntaskan Penanganan Dugaan Kasus Minyak Kita
Pertamina dan Polres Lamtim Pantau Antrean Biosolar dan Pertalite di SPBU Metro Kibang
Pertamina Operasikan 6 SPBU BBM Satu Harga di Lampung Barat, Cek Lokasinya
Polres Metro Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Seorang Pria Diamankan
RUU HPI Jadi Solusi Hadapi Dinamika Konektivias Masyarakat Indonesia dengan Negara Lain
MAHASISWA UIN RADEN INTAN LAMPUNG RAIH JUARA DUTA GENRE PROVINSI LAMPUNG 2026.
Presiden Prabowo: Peran BRICS Perkuat Suara Global South Bentuk Masa Depan Dunia
Hadir di Layar, Absen di Kursi: Polemik Zoom di Paripurna DPRD Lampung.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 12:13 WIB

Polsek Pakuan Ratu Ringkus Diduga Pelaku Curat dan Penggelapan Sepeda Motor

Senin, 28 September 2026 - 11:58 WIB

Lomba Video Konten Literasi 2026 Dorong Kreativitas Generasi Muda Pesawaran

Sabtu, 26 September 2026 - 06:10 WIB

DPC PWRI Bandar Lampung Dorong Polresta Tuntaskan Penanganan Dugaan Kasus Minyak Kita

Jumat, 25 September 2026 - 09:03 WIB

Pertamina dan Polres Lamtim Pantau Antrean Biosolar dan Pertalite di SPBU Metro Kibang

Selasa, 22 September 2026 - 08:24 WIB

SOBAT Rayakan Anniversary ke-6 di Dragon Waterpark Lampung Selatan, Pererat Persaudaraan Pecinta Adventure Trail

Selasa, 22 September 2026 - 06:20 WIB

Pertamina Operasikan 6 SPBU BBM Satu Harga di Lampung Barat, Cek Lokasinya

Minggu, 20 September 2026 - 12:36 WIB

Proyek Tanggul Way Katibung-Way Sulan Dilaporkan LSM ISC-MAJAS ke Kejati Lampung Hingga Surati BBWS

Sabtu, 19 September 2026 - 12:02 WIB

Polres Metro Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Seorang Pria Diamankan

Berita Terbaru