Globalpewartasakti.com | Tulang Bwang Barat (GPS) – Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Ir. Novriwan Jaya, S.P., secara resmi mengukuhkan kepengurusan baru Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) dan Kerukunan Wanita Wredatama (Kerta) Kabupaten Tulang Bawang Barat Masa Bakti 2026-2031″. Acara tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Kompleks Ponpes LDII, Kelurahan Dayamurni, Kecamatan Tumijajar, pada Senin (19/01/2026).
Dalam sambutannya, Ir. Novriwan Jaya, S.P., menekankan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian. Beliau mengajak para anggota PWRI dan Kerta untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah, mengingat pengalaman panjang mereka dalam birokrasi merupakan aset berharga bagi pembangunan Tubaba.
“Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sudah kenyang pengalaman, bahkan lebih berpengalaman daripada saya. Mari dengan pengalaman tersebut, kita bersama-sama membangun Kabupaten Tulang Bawang Barat,” ajaknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati juga memaparkan bahwa sinergi dari para purnabakti sangat dibutuhkan untuk menyukseskan dua pilar pembangunan utama saat ini, yaitu peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan penguatan ekonomi masyarakat. Hal ini sejalan dengan program unggulan daerah seperti TubabaQ Sehat, TubabaQ Berdaya, dan program Bank Sampah.
“Sehebat dan sebaik apa pun program, kalau tidak ada support dan peran serta dari semua stakeholder, pasti hasilnya nol besar. Kita butuh kolaborasi untuk mewujudkan masyarakat yang madani,” tegas Bupati.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Ketua PWRI Provinsi Lampung, Dr. (HC) Drs. Herman HN, MM., turut memberikan arahan kepada Ketua PWRI Tubaba terpilih, Bapak Hi. Nur Muhammad, S.Sos., M.M., beserta jajarannya. Ia menekankan agar para wredatama tidak bosan membantu rakyat dan pemerintah, meskipun sudah tidak menjabat secara kedinasan.
“Membantu pemerintah tidak harus selalu dengan materi. Jika tidak bisa membantu dengan uang, bantulah dengan sumbangan pemikiran. Berikan saran dan pendapat konstruktif kepada Bupati di semua bidang,” ungkapnya.
Acara pengukuhan masa bakti 2026-2031 ini diakhiri dengan harapan agar pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan tugas sesuai AD/ART dan terus menghidupkan budaya gotong royong di tengah masyarakat, mulai dari tingkat RT hingga Kabupaten.(*)







