Globalpewartasakti.com | Lampung Timur (GPS) – Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah melakukan penandatanganan berita acara serah terima alat Cathlab dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kepada Rumah Sakit Umum Daerah Sukadana. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Komite Medik RSUD Sukadana, Jumat (20/02/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut mendampingi Bupati dalam kesempatan tersebut Plt Kepala Dinas Kesehatan, Plt Direktur RSUD Sukadana beserta jajaran manajemen rumah sakit.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Kesehatan atas bantuan alat kesehatan berteknologi tinggi tersebut. Menurutnya, keberadaan Cathlab menjadi langkah besar dalam meningkatkan layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat Lampung Timur yang menderita penyakit jantung.
“Data di RSUD Sukadana menunjukkan poli jantung melayani sekitar 40–60 pasien per hari. Jika dirata-rata, jumlahnya mencapai 600 hingga 800 pasien per bulan. Ini angka yang signifikan dan harus kita tangani secara maksimal,” ujar Bupati.
Ia menegaskan, secara sarana dan prasarana, RSUD Sukadana telah siap mengoperasikan alat tersebut. Tenaga medis, termasuk dokter spesialis dan perawat terlatih, telah tersedia dan siap memberikan pelayanan. Saat ini, proses yang tengah diselesaikan adalah perizinan operasional terkait aspek radiasi dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Setelah izin terbit, alat Cathlab dipastikan segera dapat difungsikan sepenuhnya.
Bupati juga menekankan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu tumpuan utama Kabupaten Lampung Timur selain infrastruktur. Dengan jumlah penduduk sekitar 1.150.000 jiwa, seluruh masyarakat membutuhkan layanan kesehatan tanpa terkecuali.
“Kalau dinas lain melayani sektor tertentu, kesehatan melayani semua profesi dan seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, saya minta pelayanan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa RSUD sebagai rumah sakit milik pemerintah memiliki kewajiban memberikan pelayanan yang adil dan tidak membeda-bedakan pasien, baik dari segi kelas perawatan maupun latar belakang ekonomi. Minimal, setiap pasien harus mendapat kunjungan dan pemantauan dari perawat atau petugas medis sebanyak 3–4 kali dalam sehari.
Bupati juga mengungkapkan bahwa nilai investasi alat Cathlab tersebut mencapai sekitar Rp17,5 miliar. Ia menyebut, bantuan ini merupakan hasil perjuangan dan pengabdian para pimpinan dan jajaran RSUD serta pemerintah daerah sebelumnya yang patut disyukuri bersama.
“Ini aset besar bagi daerah. Mari kita jaga, kita manfaatkan dengan maksimal, dan kita tingkatkan kinerja pelayanan. Masyarakat tidak menuntut yang muluk-muluk, mereka hanya ingin pelayanan yang baik, cepat, dan sepenuh hati,” pungkasnya.
Dengan hadirnya Cathlab di RSUD Sukadana, diharapkan penanganan penyakit jantung di Lampung Timur dapat dilakukan lebih cepat dan tepat, sehingga masyarakat tidak perlu lagi dirujuk jauh ke luar daerah untuk mendapatkan tindakan medis lanjutan.(*)







