Forestry Interim Secretariat ITPC Tekankan Pentingnya Restorasi Gambut sebagai Fondasi FOLU Net Sink 2030 dalam Dialogue Session di COP30

- Editorial Team

Sabtu, 22 November 2025 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Forestry Interim Secretariat of the International Tropical Peatlands Centre (ITPC) menegaskan pentingnya restorasi gambut hutan tropis dalam mendukung pencapaian target Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 Indonesia dan kontribusi mitigasi perubahan iklim global. Penegasan ini disampaikan dalam kegiatan Dialogue Session bertajuk “Mengintegrasikan Restorasi Lahan Gambut dan FOLU dalam Kerangka Pasar Karbon Global”, yang berlangsung pada 21 November 2025 di Paviliun Indonesia, COP30, Belem.

Sesi ini menyoroti perlunya penguatan tata kelola ekosistem gambut tropis bersamaan dengan berkembangnya mekanisme pembiayaan iklim melalui pasar karbon global. Pendekatan ini diharapkan menjadi insentif bagi negara-negara pemilik lahan gambut guna mempercepat upaya restorasi dan pengurangan emisi.

Indonesia memiliki sekitar 24 juta hektare Kesatuan Hidrologis Gambut, dan 74% berada di dalam kawasan hutan negara. Ekosistem gambut Indonesia diperkirakan menyimpan sekitar 89 gigaton karbon (GtC), setara dengan kurang lebih 20 tahun emisi global dari bahan bakar fosil.

Melalui pengelolaan dan restorasi yang efektif, emisi dapat ditekan sebesar 1,3-2,6 GtCO2e per tahun, menjadikan gambut sebagai salah satu pilar terpenting dalam pencapaian target FOLU Net Sink 2030.

Dialog menghadirkan perwakilan dari berbagai lembaga internasional yang bergerak dalam isu gambut tropis, antara lain:

  •  United Nations Environment Programme (UNEP);
  • Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO);
  • Japan International Cooperation Agency (JICA);
  • Greifswald Mire Centre (GMC);
  • Proyek Congo Peat; dan
  • Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI)

Martin Klause, Direktur Perubahan Iklim UNEP, menekankan bahwa kerja sama South-South Cooperation dalam pengelolaan gambut dapat memperkuat diplomasi iklim dan memperluas akses pendanaan mitigasi dan adaptasi.

Baca juga:  Walikota Eva Dwiana : Stop Buang Sampah Sembarangan! Mari Jaga Sungai Tetap Bersih

“Insentif dari pasar karbon diharapkan dapat memperkuat upaya restorasi gambut serta meningkatkan kontribusi sektor FOLU terhadap pencapaian NDC,” ujarnya.

Dari FAO, Amy Duchelle memaparkan pembelajaran dari pengalaman negara-negara tropis dalam menurunkan emisi berbasis sektor kehutanan dan pemanfaatan lahan.

Simon Lewis, Kepala Congo Peat Project University of Leeds, menegaskan bahwa strategi iklim di Cekungan Kongo memerlukan pendekatan yang berbasis sains agar memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

Senada, Franziska Tanneberger dari Greifswald Mire Centre menekankan bahwa ilmu pengetahuan harus berperan sebagai landasan kebijakan, pengembangan kapasitas, dan penguatan tata kelola, terutama dalam konteks pasar karbon yang terus berkembang.

Dari sisi teknis, Mitsuru Osaki, ahli JICA dan Presiden Japan Peatland Society, menegaskan bahwa penerapan MRV Tier 3 telah memperkuat akurasi penghitungan karbon sektor FOLU Indonesia dan perlu terus ditingkatkan agar memenuhi standar nasional dan internasional.

Baca juga:  Rabu Dini Hari, Seskab Teddy dan Menhub Dudy Sambut Pemudik dan Pantau Arus Balik di Pulo Gebang

Sementara itu, Dian Novarina (APHI) menyoroti peran sektor swasta sebagai mitra dalam restorasi gambut dan potensi keterhubungan dengan berbagai platform pasar karbon global untuk mendukung pembiayaan jangka panjang.

Menutup sesi, Bambang Supriyanto, Wakil Ketua Forestry Interim Secretariat ITPC, menekankan bahwa negara-negara pemilik gambut tropis harus tampil sebagai pemimpin dalam diplomasi iklim.

“Negara anggota Forestry Interim Secretariat ITPC di Cekungan Kongo, Asia Tenggara, dan Amazon-termasuk Indonesia, DRC, Republik Kongo, dan Peru-perlu tampil sebagai peatland country champions. Kepemimpinan ini penting untuk memperkuat diplomasi iklim dan memobilisasi pendanaan global demi mempercepat restorasi dan tata kelola hutan gambut tropis,” tegasnya.(*)

 

 

Sumber : Kementerian Kehutanan

Berita Terkait

Hadir di Layar, Absen di Kursi: Polemik Zoom di Paripurna DPRD Lampung.
Diduga Edarkan Sabu, Seorang Pria Asal Km 5 Blambangan Umpu Diamankan Polres Way Kanan
Penyaluran Bantuan Beras Tahun 2026 Kepada Masyarakat Kota Bandar Lampung
Antara Penyitaan atau Perampasan Aset, RUU Harus Jamin Perlindungan Hak Masyarakat
Warga Menuding Ada Udang di Balik Batu Terkait Dugaan Limbah Pabrik PT BPK Desa Nadung
Peduli Dampak Debu Vulkanik, SPPG 02 Tanjungan dan SPPG Trans Tanjungan Bagikan Masker dan Makanan kepada Warga
Dua Kali Mangkir, Pria di Pringsewu Di Jemput Paksa Polisi Terkait Dugaan Penggelapan Truk
Pemkab Tubaba Evaluasi dan Siapkan Perpanjangan Kontrak 2.196 PPPK Paruh Waktu

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 00:24 WIB

Hadir di Layar, Absen di Kursi: Polemik Zoom di Paripurna DPRD Lampung.

Rabu, 9 September 2026 - 11:59 WIB

Diduga Edarkan Sabu, Seorang Pria Asal Km 5 Blambangan Umpu Diamankan Polres Way Kanan

Rabu, 9 September 2026 - 11:48 WIB

Penyaluran Bantuan Beras Tahun 2026 Kepada Masyarakat Kota Bandar Lampung

Rabu, 9 September 2026 - 10:30 WIB

Warga Menuding Ada Udang di Balik Batu Terkait Dugaan Limbah Pabrik PT BPK Desa Nadung

Selasa, 8 September 2026 - 12:53 WIB

Dua Kali Mangkir, Pria di Pringsewu Di Jemput Paksa Polisi Terkait Dugaan Penggelapan Truk

Senin, 7 September 2026 - 13:03 WIB

PMI Lampung Selatan Bergerak Berikan Masker Kepada Masyarakat Pulau Sebesi dan Wilayah Sekitarnya

Senin, 7 September 2026 - 11:57 WIB

Diduga Miliki Narkoba, Dua Pria Diamankan URC Polsek Labuhan Maringgai

Senin, 7 September 2026 - 11:47 WIB

Pembagian Masker Untuk Antisipasi Abu Vulkanik

Berita Terbaru

Kota Bandar Lampung

Penyaluran Bantuan Beras Tahun 2026 Kepada Masyarakat Kota Bandar Lampung

Rabu, 9 Sep 2026 - 11:48 WIB