Warga Menuding Ada Udang di Balik Batu Terkait Dugaan Limbah Pabrik PT BPK Desa Nadung

- Editorial Team

Rabu, 9 September 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | BANGKA SELATAN (GPS) – Dugaan pencemaran sungai yang diduga berkaitan dengan aktivitas pabrik PT Bhumi Palmindo Kencana (PT BPK) di Desa Nadung, Kabupaten Bangka Selatan, terus menjadi perhatian masyarakat.

 

Warga mempertanyakan tindak lanjut dan kepastian mengenai sumber dugaan pencemaran tersebut setelah adanya laporan mengenai kondisi air sungai yang diduga mengalami perubahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka Selatan, Agung Prasetyo Rahmadi, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Rabu (9/9/2026), mengatakan pihaknya telah menerima informasi dan laporan dari masyarakat.

 

“Terkait dugaan pencemaran sungai yang dilaporkan warga, DLH Bangka Selatan telah menerima informasi dan laporan dari masyarakat mengenai kondisi sungai yang diduga terdampak aktivitas perusahaan,” kata Agung.

 

Menurutnya, DLH bersama pihak terkait telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk melihat kondisi aktual di lokasi sekaligus menelusuri dugaan sumber pencemar.

 

“Namun demikian, kami perlu menyampaikan bahwa dugaan pencemaran tidak dapat langsung disimpulkan hanya berdasarkan perubahan warna, bau, atau kondisi visual air,” jelasnya.

Baca juga:  LBH PWRI DPD Lampung dan DPC PWRI Lampung Timur Lakukan Kunjungan Ke Dinkopukmnaker Lampung Timur.

 

Agung menambahkan, untuk memastikan apakah telah terjadi pencemaran dan apakah terdapat keterkaitan dengan kegiatan perusahaan, diperlukan data hasil pengujian kualitas air serta analisis teknis sesuai ketentuan.

 

Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari salah seorang warga Desa Nadung yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

 

Warga tersebut mengaku menyayangkan pernyataan DLH yang hingga kini belum memberikan kesimpulan mengenai dugaan pencemaran tersebut.

 

“Sangat kami sayangkan, Pak. Pengakuan DLH Bangka Selatan belum bisa memberikan keputusan terhadap pencemaran tersebut. Sedangkan pada Kamis lalu kami datang ke kantor perusahaan dan menanyakan limbah tersebut,” ujar warga.

 

Menurutnya, saat pertemuan tersebut pihak perusahaan disebut telah mengakui adanya kebocoran pada limbah.

 

“Pada saat itu GM perusahaan PT BPK sudah mengakui bahwa itu memang benar adanya kebocoran pada limbah mereka. Akan tetapi sangat kami sayangkan DLH belum bisa memberikan penjelasan tentang ini disebabkan dari apa,” katanya.

Baca juga:  Patroli Malam, Polisi Adiluwih Ajak Warga Adiluiwh Jaga Kamtibmas

 

Ia pun mempertanyakan transparansi dan kepastian mengenai persoalan tersebut.

 

“Apakah sudah ada emas di balik batu, apa ada dolar di balik batu, apa ada udang di balik batu?” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Desa Nadung, Yusuf, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada waktu yang sama mengatakan bahwa pemerintah desa telah berupaya menangani persoalan tersebut.

 

“Semua sudah kami usahakan terhadap PT BPK bersama pihak kecamatan dan Dinas DLH Kabupaten,” kata Yusuf.

 

Namun, pernyataan tersebut kembali mendapat respons dari warga.

 

Warga berharap pemerintah desa tidak bersikap pasif dalam menyikapi persoalan yang dinilai menyangkut kepentingan masyarakat Desa Nadung.

 

“Harapan saya tidak banyak kepada seluruh perangkat Desa Nadung. Jangan terlalu diam, kita butuh kontribusi untuk desa kita,” ujar warga tersebut.

 

Ia juga menyinggung keberadaan perusahaan dari luar desa yang menjalankan aktivitas perkebunan di wilayah Desa Nadung dan berharap keberadaan investasi tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Baca juga:  Lakukan Rotasi, Menkeu Lantik 43 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

 

“Selama ini sudah cukup diam. Mulai dari masuknya pengusaha luar di Desa Nadung dengan tanaman sawit ratusan hektare di desa kita sampai sekarang tidak ada kontribusi untuk masyarakat. Ini limbah sudah masuk ke sungai kita, masa kita cuma diam,” tegasnya.

 

Warga tersebut meminta pemerintah desa bersama instansi terkait lebih serius dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

 

“Jangan tinggal diam. Jangan mau kita dijajah orang luar desa yang tidak ada kontribusinya di desa kita. Tahun 1945 kita sudah merdeka, masa 2026 kita mau dijajah,” pungkasnya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, tim masih berusaha menghubungi pihak PT BPK untuk mendapatkan klarifikasi dan tanggapan mengenai dugaan kebocoran limbah serta tudingan warga tersebut.

 

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab bagi pihak PT BPK maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan atas persoalan ini. (*)

Berita Terkait

Satgas Pamtas Mobile Yonif 9 Marinir Dibawah Satgas Koops TNI Habema Dikabarkan Terlibat Kontak Tembak di Maybrat, Tumpas Tokoh Utama OPM Kodap IV Sorong Raya. 
Sidak SPBU di Lampung, Stok Pertalite dan Biosolar Dipastikan Aman
Pasokan Pertalite dan Biosolar Menuju Kota Metro, Pertamina Pastikan Stok Tak Terputus
‎SEJIWO IWO Lampung Selatan di SMAN 1 Palas Bekali Pelajar Cerdas Sikapi Informasi,Tak Gampang Terjebak Hoaks
Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter, UKM PIК-M-SAHABAT UIN Raden Intan Lampung Gelar Pelatihan Pendidik dan Konselor Sebaya.
Keributan Kejuaraan Karate di GOR Siger Way Halim Berujung Laporan Polisi, Perkara Masuk Tahap Penyidikan.
Bandar Lampung Masuk Peringkat 395 Kota Dunia dalam Global Cities Index 2026
SPPG Tanjung Ratu Ambil Bahan MBG Ikan Lele dari BUMDes Suka Jaya

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:31 WIB

Satgas Pamtas Mobile Yonif 9 Marinir Dibawah Satgas Koops TNI Habema Dikabarkan Terlibat Kontak Tembak di Maybrat, Tumpas Tokoh Utama OPM Kodap IV Sorong Raya. 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Sidak SPBU di Lampung, Stok Pertalite dan Biosolar Dipastikan Aman

Selasa, 6 Oktober 2026 - 01:52 WIB

Pasokan Pertalite dan Biosolar Menuju Kota Metro, Pertamina Pastikan Stok Tak Terputus

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:11 WIB

‎SEJIWO IWO Lampung Selatan di SMAN 1 Palas Bekali Pelajar Cerdas Sikapi Informasi,Tak Gampang Terjebak Hoaks

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter, UKM PIК-M-SAHABAT UIN Raden Intan Lampung Gelar Pelatihan Pendidik dan Konselor Sebaya.

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Bandar Lampung Masuk Peringkat 395 Kota Dunia dalam Global Cities Index 2026

Senin, 28 September 2026 - 14:59 WIB

SPPG Tanjung Ratu Ambil Bahan MBG Ikan Lele dari BUMDes Suka Jaya

Senin, 28 September 2026 - 12:13 WIB

Polsek Pakuan Ratu Ringkus Diduga Pelaku Curat dan Penggelapan Sepeda Motor

Berita Terbaru