Wamenkeu Paparkan Empat Tantangan Demografi Masa Depan Indonesia

- Editorial Team

Rabu, 24 Desember 2025 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Dalam menangani masalah kependudukan, Indonesia dinilai sebagai salah satu negara yang cukup sukses dalam menjalankan program keluarga berencana (KB) sejak dekade 1970-an. Keberhasilan tersebut kini mulai menunjukkan hasil nyata dan manfaat jangka panjang bagi pembangunan nasional. Namun, seiring dengan meningkatnya kualitas dan dinamika penduduk, Indonesia dihadapkan pada sejumlah tantangan demografi baru.

 

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan setidaknya terdapat empat tantangan utama demografi yang akan dihadapi Indonesia dalam beberapa dekade ke depan, yang belum pernah dialami pada periode sebelumnya. Hal tersebut disampaikannya dalam United Nations Population Fund (UNFPA) High-Level Dialogue yang digelar di Jakarta, Selasa (23/12).

 

Tantangan pertama adalah peningkatan pendapatan seiring dengan bertumbuhnya kelas menengah yang meningkatkan aspirasi masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, dan politik. Menurutnya, Indonesia harus siap dengan pemikiran baru karena dengan pendapatan per kapita yang meningkat, baik di tingkat nasional maupun regional, aspirasi sosial politik masyarakat akan berbeda dari sebelumnya.

 

“Kita tahu bahwa middle class, kelompok middle class yang meningkat itu bergerak sejajar dengan aspirasi yang meningkat. Aspirasi mengenai pendidikan, aspirasi mengenai kesehatan, termasuk aspirasi politik yang juga akan meningkat. Dia tidak hanya menginginkan untuk dirinya sendiri, bahkan dia menginginkan untuk generasi berikutnya, their offspring. Nah itu akan menjadi sangat-sangat penting. Ini mesti di handle,” ungkap Wamenkeu Suahasil.

Baca juga:  Komisi III DPR Evaluasi Polri, Soroti Pembenahan Kultur Aparat

 

Tantangan kedua, laju urbanisasi yang signifikan. Wamenkeu memperkirakan sekitar 70 persen penduduk Indonesia akan tinggal di wilayah perkotaan dalam 20 hingga 25 tahun ke depan. Perbedaan karakteristik, kebutuhan, dan aspirasi antara masyarakat perkotaan dan perdesaan menjadi tantangan tersendiri yang perlu diantisipasi melalui perencanaan pembangunan yang matang dan inklusif.

 

Ketiga, Indonesia akan menghadapi masalah aging population. Seiring dengan meningkatnya harapan hidup penduduk, struktur demografi nasional akan didominasi oleh penduduk usia lanjut. Wamenkeu menekankan pentingnya memanfaatkan peluang second demographic dividend agar peningkatan usia harapan hidup tetap dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian.

 

Terakhir, Wamenkeu juga menyoroti pentingnya pemberdayaan perempuan dalam ekonomi. Partisipasi perempuan, baik di pasar tenaga kerja maupun dalam ekonomi secara keseluruhan, menjadi kunci penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

Baca juga:  Komisi III Dorong Aparat Penegak Hukum di Lampung Percepat Adaptasi KUHP dan KUHAP Baru

 

“Menurut saya juga tantangan besar kita yaitu female participation in the economy. Bukan hanya in the labor market, tapi in the economy. Karena kalau hanya sekedar di labor market nanti akan ada orang labor market bilang itu gak ada marketnya, nggak ada nilainya. Padahal di dalam ekonomi, dia punya nilai yang luar biasa, yang menjadi salah satu corner dari ekonomi yang tumbuh tadi,” pungkas Wamenkeu Suahasil.(*)

 

 

 

Sumber : Kemenkeu

Berita Terkait

MAHASISWA UIN RADEN INTAN LAMPUNG RAIH JUARA DUTA GENRE PROVINSI LAMPUNG 2026.
Presiden Prabowo: Peran BRICS Perkuat Suara Global South Bentuk Masa Depan Dunia
Hadir di Layar, Absen di Kursi: Polemik Zoom di Paripurna DPRD Lampung.
Diduga Edarkan Sabu, Seorang Pria Asal Km 5 Blambangan Umpu Diamankan Polres Way Kanan
Antara Penyitaan atau Perampasan Aset, RUU Harus Jamin Perlindungan Hak Masyarakat
Pemkab Tubaba Evaluasi dan Siapkan Perpanjangan Kontrak 2.196 PPPK Paruh Waktu
Pemerintah Perpanjang Penutupan Tujuh Bandara Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Siapkan Bandara Alternatif
Pemerintah Perpanjang Penutupan Tujuh Bandara Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Siapkan Bandara Alternatif

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 01:12 WIB

Gugatan Dinyatakan Tidak Dapat Diterima di PN Kota Agung, Anipudin dan Sriati Sampaikan Terima Kasih kepada LBH Ansor Pringsewu dan Tim Kuasa Hukum.

Selasa, 15 September 2026 - 05:31 WIB

MAHASISWA UIN RADEN INTAN LAMPUNG RAIH JUARA DUTA GENRE PROVINSI LAMPUNG 2026.

Senin, 14 September 2026 - 12:15 WIB

Pria di Pringsewu Diduga Gelapkan Rp350 Juta Modus Join Modal Proyek Irigasi, Ditangkap Polisi Saat Kabur ke Bogor

Senin, 14 September 2026 - 12:08 WIB

Wabup Azwar Hadi Buka Seleksi MTQ ke-53, Siapkan Generasi Qur’ani Terbaik Lampung Timur

Senin, 14 September 2026 - 11:26 WIB

Presiden Prabowo: Peran BRICS Perkuat Suara Global South Bentuk Masa Depan Dunia

Rabu, 9 September 2026 - 11:59 WIB

Diduga Edarkan Sabu, Seorang Pria Asal Km 5 Blambangan Umpu Diamankan Polres Way Kanan

Rabu, 9 September 2026 - 11:48 WIB

Penyaluran Bantuan Beras Tahun 2026 Kepada Masyarakat Kota Bandar Lampung

Rabu, 9 September 2026 - 11:14 WIB

Antara Penyitaan atau Perampasan Aset, RUU Harus Jamin Perlindungan Hak Masyarakat

Berita Terbaru