Globalpewartasakti.com | Lampung Timur (GPS) – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus memperkuat komitmen dalam percepatan penurunan stunting sebagai upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Hal tersebut ditegaskan dalam kegiatan Analisa Situasi Percepatan Penurunan Stunting tingkat Kabupaten Lampung Timur yang berlangsung di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Lampung Timur. Senin (09/02/2026)
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi, Kepala Bappeda Kabupaten Lampung Timur Ir. Agusrina Syaka, Plt. Kepala Dinas DP3AP2KB Titin Wahyuni, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Jalannya acara dipandu oleh Kepala Bappeda Lampung Timur, sementara laporan kegiatan disampaikan oleh Plt. Kadis DP3AP2KB.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Lampung Timur menegaskan bahwa terwujudnya Generasi Emas 2045 merupakan cita-cita besar bangsa Indonesia. Pada usia ke-100 tahun kemerdekaan, Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan bonus demografi dengan tersedianya sumber daya manusia yang sehat, cerdas, kreatif, dan berdaya saing tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat menuju sumber daya manusia unggul terus dilakukan oleh pemerintah. Salah satu langkah strategisnya adalah melalui percepatan penurunan stunting,” ujar Azwar Hadi.
Ia menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan aksi konvergensi di tingkat kabupaten terdapat beberapa aspek kunci yang harus dijalankan secara terintegrasi oleh seluruh perangkat daerah. Salah satunya melalui pengisian form web monitoring aksi sebagai instrumen evaluasi dan perencanaan intervensi stunting yang lebih tepat sasaran.
Salah satu tahapan penting dalam aksi konvergensi tersebut adalah Analisa Situasi, yang merupakan analisis lintas sektor untuk memahami perkembangan prevalensi stunting, pola sebarannya, serta mengidentifikasi penyebab stunting berdasarkan kesenjangan layanan dan kendala dalam penyampaian layanan kepada kelompok sasaran.
Adapun tahapan pelaksanaan Analisa Situasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting meliputi:
Bappeda melakukan input target prevalensi stunting sesuai dokumen perencanaan daerah;
Dinas Kesehatan menginput data hasil pengukuran balita;
Masing-masing OPD menginput target capaian layanan pencegahan dan percepatan penurunan stunting sesuai indikator layanan dan dokumen perencanaan daerah;
Bappeda mengoordinasikan OPD untuk melakukan analisis kebutuhan intervensi berdasarkan hasil web aksi Bangda.
Melalui tahapan ini, diharapkan dapat dihasilkan dokumen analisis yang memuat target dan capaian anggaran, cakupan layanan, serta berbagai permasalahan yang dihadapi dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lampung Timur.
Wakil Bupati menekankan bahwa proses analisa situasi ini harus diselesaikan tepat waktu. “Analisa ini paling lambat harus rampung pada bulan Februari ini, agar dapat menjadi dasar perencanaan intervensi yang lebih efektif dan terukur,” pungkasnya.(*)







