Darmadi Durianto Minta UMKM dan Industri Nasional Dilindungi dalam ICA-CEPA

- Editorial Team

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Perlindungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri manufaktur nasional menjadi perhatian utama dalam pembahasan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA-CEPA). Sebab itu, pemerintah diminta untuk memastikan pembukaan pasar tidak justru melemahkan daya saing pelaku usaha domestik.

 

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menanggapi, Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto menilai kerja sama perdagangan dengan negara maju seperti Kanada harus disertai langkah konkret untuk menjaga keberlangsungan UMKM dan sektor industri nasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri Perdagangan, Budi Santoso di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Baca juga:  Presiden Prabowo Panggil Jajaran BP Batam Bahas Percepatan Investasi dan Penyelarasan Kebijakan Strategis

 

 

 

“Takutnya kita buka, tetapi UMKM dan pabrik-pabrik manufaktur di Indonesia justru kalah bersaing,” ujar Darmadi.

 

 

 

Menurut politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu, kondisi daya saing UMKM Indonesia masih memerlukan penguatan. Ia menyebut sekitar 77 persen UMKM belum memiliki daya saing yang cukup kuat untuk menghadapi kompetisi global. Selain UMKM, ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi sektor manufaktur, termasuk industri keramik yang masih terbebani biaya energi tinggi dan persoalan pasokan gas.

Baca juga:  Sepakat Target 80 Emas, Pemerintah Dukung Cabor Raih Hasil Maksimal di SEA Games 2025

 

 

 

Kondisi tersebut membuat produk dalam negeri menghadapi tekanan besar ketika harus bersaing dengan produk impor. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah menyiapkan langkah perlindungan yang konkret, mulai dari penguatan kapasitas UMKM, efisiensi biaya produksi, hingga kebijakan afirmatif yang menjaga keberlangsungan industri nasional.

 

 

 

Ia pun menegaskan bahwa perjanjian dagang harus menjadi instrumen untuk memperkuat ekonomi nasional, bukan justru memperbesar tekanan terhadap pelaku usaha domestik. Menurutnya, keberhasilan ICA-CEPA tidak hanya diukur dari jumlah tarif yang dihapus, tetapi dari kemampuan Indonesia memanfaatkan peluang tersebut tanpa mengorbankan sektor strategis di dalam negeri.

Baca juga:  Kumpulkan Menteri di Hambalang, Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama Pendidikan Indonesia–Inggris

 

“UMKM dan industri nasional harus menjadi prioritas dalam setiap perjanjian perdagangan internasional,” tegas Politisi asal Dapil DKI Jakarta III itu.

 

 

 

Komisi VI DPR, lanjut Darmadi, akan memastikan bahwa setiap klausul dalam ICA-CEPA tetap sejalan dengan upaya meningkatkan daya saing nasional, memperluas kesempatan kerja, dan menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. “Perjanjian ini harus memperkuat, bukan melemahkan, fondasi ekonomi nasional,” pungkasnya.(*)

 

 

 

Sumber : PARLEMENTARIA

Berita Terkait

Presiden Prabowo: Penambahan Alutsista Jadi Tonggak Penguatan Pertahanan Nasional
Pengelola Lahan, Bantah Aktivitas di Kedamaian sebagai Tambang Ilegal.
Presiden Prabowo Apresiasi Inovasi di Sektor Pangan dan Energi untuk Perkuat Ketahahan Nasional
Abdul Fikri Faqih Tekankan Akurasi Data Sensus Ekonomi guna Cegah ‘Mismatch’ Program
Sekum APINDO Lampung Buka Muskab II APINDO Pringsewu. 
Jazuli Usulkan Sejumlah Penguatan Substansi dalam RUU Satu Data Indonesia
Presiden Tegaskan Penguatan Yudikatif dan Langkah Tegas Negara dalam Menjaga Kekayaan Bangsa
Puan Maharani Minta Pemerintah Antisipasi Indonesia Jadi Basis Judi Online
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:22 WIB

Darmadi Durianto Minta UMKM dan Industri Nasional Dilindungi dalam ICA-CEPA

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:42 WIB

Pengelola Lahan, Bantah Aktivitas di Kedamaian sebagai Tambang Ilegal.

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:09 WIB

Presiden Prabowo Apresiasi Inovasi di Sektor Pangan dan Energi untuk Perkuat Ketahahan Nasional

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:26 WIB

Abdul Fikri Faqih Tekankan Akurasi Data Sensus Ekonomi guna Cegah ‘Mismatch’ Program

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:23 WIB

Sekum APINDO Lampung Buka Muskab II APINDO Pringsewu. 

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:36 WIB

Jazuli Usulkan Sejumlah Penguatan Substansi dalam RUU Satu Data Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:58 WIB

Presiden Tegaskan Penguatan Yudikatif dan Langkah Tegas Negara dalam Menjaga Kekayaan Bangsa

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:50 WIB

Puan Maharani Minta Pemerintah Antisipasi Indonesia Jadi Basis Judi Online

Berita Terbaru

Kota Bandar Lampung

Wali Kota Eva Dwiana Sambut Kunjungan Mahasiswa Dan Civitas Akademika Unhan RI

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:24 WIB