Purbaya, Anak Negeri yang Berusaha Memperbaiki Negeri

- Editorial Team

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Perekonomian Indonesia sedang menghadapi periode yang tidak mudah. Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah, meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global, serta volatilitas pasar domestik menunjukkan bahwa stabilitas ekonomi tidak pernah menjadi sesuatu yang otomatis tersedia.

 

Dalam situasi seperti ini, negara dituntut tidak hanya memiliki instrumen kebijakan yang memadai, tetapi juga keberanian untuk menggunakan instrumen tersebut secara tepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dalam konteks itulah menarik untuk mencermati pendekatan Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. Terlepas dari pro dan kontra yang menyertainya, sejumlah langkah yang ditempuh Menkeu Purbaya menunjukkan kecenderungan berbeda dibanding pendekatan fiskal yang selama ini lebih berhati-hati dan administratif.

 

Salah satu contohnya adalah kebijakan pemanfaatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun yang ditempatkan pada bank-bank HIMBARA (Himpunan Bank Milik Negara). Dari perspektif Purbaya, langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat likuiditas sektor perbankan dan memperlancar transmisi pembiayaan ke sektor riil. Logika yang digunakan cukup sederhana. Ketika ekonomi menghadapi tekanan, dana publik yang menganggur memiliki nilai ekonomi yang lebih rendah dibanding dana yang dapat mendorong aktivitas produktif.

 

Pendekatan serupa juga terlihat ketika pasar keuangan domestik menghadapi tekanan arus keluar modal. Melalui fungsi manajemen kas di bawah kendalinya, Menkeu Purbaya melakukan intervensi di pasar obligasi guna menjaga stabilitas yield Surat Berharga Negara (SBN) dan mengurangi gejolak yang berpotensi memperburuk tekanan terhadap Rupiah. Dalam kerangka tertentu, langkah aktif ini dapat dibaca sebagai bentuk kebijakan kontra-siklus (counter-cyclical policy), yaitu penggunaan instrumen negara untuk meredam dampak gejolak eksternal terhadap ekonomi domestik.

 

Namun yang menarik dari Purbaya bukan hanya kebijakannya. Yang menarik adalah cara berpikir yang melatarbelakangi kebijakan tersebut.

Baca juga:  Rakor dengan Menko Bidang Pangan, Menpora Dito Inisiasi Keterlibatan Pemuda dalam Percepatan Koperasi Desa Merah Putih

 

Dalam berbagai kesempatan, ia dikenal sebagai sosok yang cukup terbuka terhadap perdebatan dan tidak alergi terhadap kritik.

 

Di tengah budaya birokrasi yang sering kali sangat formal dan berhati-hati, keterbukaan semacam ini memiliki nilai tersendiri.

 

Sebab kebijakan publik yang baik tidak lahir dari ruang gema yang hanya berisi pujian, melainkan dari pertarungan gagasan yang sehat.

 

Integritas juga menjadi salah satu faktor yang membuat namanya mendapat perhatian. Dalam ekonomi modern, integritas bukan sekadar urusan moral pribadi.

 

Integritas adalah modal institusional. Pasar mungkin dapat memaafkan kebijakan yang keliru, tetapi pasar sulit memaafkan kebijakan yang tidak dapat dipercaya. Karena itu, kredibilitas pengambil kebijakan sering kali sama pentingnya dengan kualitas kebijakan itu sendiri. Ketika publik percaya bahwa keputusan fiskal dibuat berdasarkan pertimbangan ekonomi, bukan kepentingan kelompok tertentu, maka tingkat kepercayaan terhadap kebijakan negara akan meningkat.

 

Kepercayaan inilah yang pada akhirnya menjadi salah satu fondasi stabilitas ekonomi.

Karena itu, tidak berlebihan jika sebagian kalangan melihat Purbaya sebagai salah satu representasi teknokrat anak negeri yang berusaha memperbaiki negeri melalui instrumen kebijakan. Tentu saja istilah ini tidak boleh dimaknai secara romantis atau berlebihan. Tidak ada satu orang pun yang mampu menyelesaikan seluruh persoalan bangsa. Namun dalam sistem demokrasi, kemajuan sering kali lahir dari keberanian individu-individu tertentu untuk menawarkan pendekatan yang berbeda.

 

Keberanian untuk berbeda itulah yang membuat Purbaya kerap dianggap sebagai sosok yang melawan arus. Ketika sebagian pihak memilih pendekatan yang lebih pasif dan menunggu pasar menemukan keseimbangannya sendiri, ia justru mendorong negara hadir lebih pro aktif untuk menjaga stabilitas.

Baca juga:  Walikota Eva Dwiana dan Tim Segera Bersihkan Drainase Tersumbat Sampah di Jalan Teuku Umar

 

Pilihan ini tentu dapat diperdebatkan. Bahkan sebagian ekonom mungkin tidak sepakat. Namun perdebatan tersebut justru menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi tidak pernah hitam putih.

Dalam perdebatan itu, Purbaya tampaknya lebih memilih menggunakan apa yang dapat disebut sebagai “jurus silat buah pikiran”. Senjatanya bukan mobilisasi dukungan politik atau retorika yang berapi-api, melainkan argumentasi, data, dan kalkulasi kebijakan.

 

Di tengah ruang publik yang semakin gaduh, pendekatan semacam ini menjadi semakin langka. Pada akhirnya, kualitas sebuah gagasan memang tidak ditentukan oleh kerasnya suara yang menyampaikan, tetapi oleh kemampuan gagasan tersebut menjawab persoalan nyata.

 

Salah satu aspek yang juga menarik adalah posisinya yang sering dipersepsikan sebagai figur yang tidak mudah tunduk pada tekanan kepentingan eksternal.

 

Dalam ruang publik, sikap semacam ini kerap disederhanakan dengan istilah “bukan antek asing”. Tentu istilah tersebut lebih bersifat politis daripada akademis. Namun substansi yang perlu dicermati adalah sejauh mana kebijakan ekonomi Indonesia mampu berpijak pada kepentingan nasional tanpa terjebak dalam ketergantungan yang berlebihan terhadap tekanan eksternal. Dalam ekonomi yang semakin terintegrasi secara global, keseimbangan semacam ini menjadi tantangan yang tidak mudah.

 

Meski demikian, kebijakan yang lebih aktif seperti ini tentu tidak bebas dari kritik. Sebagian ekonom berpendapat bahwa keterlibatan negara yang terlalu besar di pasar keuangan berisiko menciptakan distorsi harga dan mengurangi disiplin pasar. Ada pula kekhawatiran bahwa penggunaan kas negara secara agresif dapat mengurangi ruang fiskal apabila tekanan ekonomi berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan.

Baca juga:  Menpora Dito Sebut Majelis Tilawah Al-Qur'an Antar Bangsa DMDI ke-15 Ajang Mempererat Persaudaraan

 

Kritik-kritik tersebut tidak boleh diabaikan karena merupakan bagian penting dari mekanisme pengawasan publik terhadap kebijakan ekonomi. Di sinilah perdebatan sesungguhnya berada.

 

Persoalannya bukan lagi soal apakah negara boleh melakukan intervensi atau tidak. Persoalannya adalah sejauh mana intervensi tersebut efektif, proporsional, dan menghasilkan manfaat yang lebih besar dibanding biaya yang ditimbulkannya.

 

Dalam pandangan penulis, nilai utama dari pendekatan yang dibawa Menkeu Purbaya bukan terletak pada keberanian melakukan intervensi semata, melainkan pada kesediaan untuk menggunakan instrumen fiskal secara lebih aktif dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.

 

Pendekatan ini mungkin tidak akan disetujui oleh semua pihak. Namun setidaknya ia menghadirkan perdebatan penting mengenai bagaimana negara seharusnya memanfaatkan kapasitas fiskalnya di tengah ketidakpastian global yang terus meningkat.

 

Pada akhirnya, keberhasilan atau kegagalan sebuah kebijakan tidak ditentukan oleh seberapa populer pembuatnya, melainkan oleh hasil yang dapat diukur secara objektif.

 

Karena itu, yang perlu diuji bukanlah figur Menkeu secara personal, melainkan efektivitas gagasan dan kebijakan yang ia dorong.

 

Jika kebijakan tersebut terbukti mampu menjaga stabilitas, memperkuat fondasi ekonomi nasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka kontribusinya akan berbicara dengan sendirinya tanpa memerlukan pujian yang berlebihan.

 

Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang menteri bukanlah seberapa sering namanya diperbincangkan, melainkan seberapa besar kebijakannya membantu negara melewati masa sulit dan meninggalkan fondasi yang lebih kokoh bagi Indonesia di masa depan. Dengan cara itulah seorang anak negeri dapat benar-benar berkontribusi untuk menghadirkan Indonesia yang lebih baik.(*)

 

Oleh: Ketua Umum Asosiasi Fiskal Indonesia, Erwin Eka Kurniawan, SE, MSi

Berita Terkait

Presiden Prabowo Tegaskan Kekayaan Alam Indonesia Harus Dikelola untuk Kesejahteraan Rakyat
Presiden Prabowo Resmikan RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui, Hadirkan Layanan Kesehatan Modern Masyarakat Pesisir Barat
Optimisme Negara Sahabat, Para Duta Besar Baru Siap Buka Babak Baru Kemitraan dengan Indonesia
Tinjau SRMP 17 Tabanan, Presiden Prabowo Tegaskan Pendidikan sebagai Jalan Wujudkan Kehidupan Layak
Menang Telak 3-0 Atas Oman, Timnas Indonesia Ukir Hasil Positif di Ajang FIFA Matchday
Bupati Parosil Ajak Masyarakat Kunjungi Kebun Raya Liwa, Ada Buah yang Siap Dipetik dan Dinikmati Pengunjung
Pengamanan Objek Vital Nasional Perlu Diperkuat Melalui Revisi UU Polri, Tidak Cukup Hanya Keppres
Cucun Ahmad Syamsurijal: Kemenkeu dan BI Segera Konsolidasi Hadapi Pelemahan Rupiah
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:18 WIB

Polsek Kota Agung Tangkap Pelaku Curanmor di Pasar Madang

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:10 WIB

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana Sambut Kedatangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:56 WIB

Polsek Sungkai Selatan Ungkap Kasus Curat, Satu Pelaku Diamankan

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:48 WIB

Pringsewu Gelar Seminar Nasional Keayahan, Dorong Peran Ayah dalam Penguatan Ketahanan Keluarga

Senin, 8 Juni 2026 - 10:19 WIB

Kurang dari 24 Jam, Polsek Abung Selatan Berhasil Ungkap Kasus Penganiayaan Terhadap Lansia

Senin, 8 Juni 2026 - 10:14 WIB

PEMKAB TUBABA DAN KEJAKSAAN PERKUAT SINERGI, PEMULIHAN KEUANGAN DAERAH CAPAI Rp8,62 MILIAR

Senin, 8 Juni 2026 - 09:21 WIB

Koalisi Sipil Lampung Soroti Hibah Rp35 Miliar ke Kejaksaan, Siapkan Aksi di Kantor Gubernur.

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:31 WIB

Satu Komplotan Curanmor di Bandar Lampung Dibekuk, Polisi Buru 3 Rekan Pelaku

Berita Terbaru

Nasional

Purbaya, Anak Negeri yang Berusaha Memperbaiki Negeri

Kamis, 11 Jun 2026 - 13:18 WIB

Kab Tanggamus

Polsek Kota Agung Tangkap Pelaku Curanmor di Pasar Madang

Kamis, 11 Jun 2026 - 11:18 WIB