Komisi VI Soroti Permasalahan Perhutani: dari Konflik Lahan hingga Inovasi Hijau

- Editorial Team

Selasa, 29 April 2025 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS)  – Komisi VI DPR RI menyoroti berbagai permasalahan strategis yang dihadapi Perum Perhutani dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (29/4/2025). Memimpin agenda, Wakil Ketua Komisi VI Adisatrya Suryo Sulisto menyampaikan sejumlah catatan penting terkait konflik lahan, kerusakan lingkungan, hingga tantangan inovasi dan penguatan SDM.

 

Dirinya mengungkapkan, banyak lahan yang dikelola Perhutani masih mengalami tumpang tindih dengan pemukiman warga. Selain itu, ia juga menyoroti maraknya praktik pembalakan liar (illegal logging) dan kerusakan lingkungan yang dinilai belum tertangani secara optimal.

 

“Permasalahan konflik lahan dan illegal logging harus diselesaikan secara nyata. Kami ingin mendengar solusi konkret dari jajaran direksi Perhutani,” tutur Adisatrya.

 

Selain aspek lingkungan, ia juga mengkritisi kinerja keuangan Perhutani yang stagnan. Sebab, berdasarkan laporan yang diterimanya, pendapatan perusahaan sejak konsolidasi tahun 2014 belum menunjukkan peningkatan signifikan.

 

“Kalau kita lihat dengan penerimaan (revenue) tahun 2014, masih mirip. Artinya, mencari usaha baru di sektor kehutanan tidak mudah. Ini tantangan tersendiri karena salah satu tujuan utama Perhutani adalah konservasi,” kata Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

 

Tidak hanya itu saja, Adisatrya turut menyoroti pengembangan ekowisata yang dikelola Perhutani di 116 lokasi. Menurutnya, beberapa titik lokasi tersebut belum memberikan besaran kontribusi yang siginifikan terhadap pendapatan perusahaan namun, pada saat yanag sama, berpotensi menciptakan “over tourism” yang bisa merusak tujuan konservasi hutan.

Baca juga:  Meitri Citra Wardani Ingatkan PLN IP Jangan Abaikan Regulasi dan Tanggung Jawab Lingkungan

 

“Kita harus menghindari over tourism. Jangan sampai tujuan konservasi hilang karena wisata yang tidak terkendali,” tegasnya.

 

Di bidang teknologi, dirinya mendorong Perhutani untuk memanfaatkan sistem pemantauan berbasis satelit guna mencegah pengurangan kawasan hutan secara ilegal. Ia mencontohkan penerapan teknologi serupa di Tiongkok yang sudah mampu mengukur pertumbuhan tanaman secara berkala.

 

Selain itu, pada kesempatan yang sama, Adisatrya menilai SDM Perhutani masih perlu ditingkatkan, terutama dalam hal pemahaman terhadap teknologi digital, inovasi bisnis berbasis lingkungan, serta konsep keberlanjutan (sustainability).

Baca juga:  Komisi V Tinjau Pembangunan Tol Harbour Road II Sampai Tol Serpong, Pastikan Kualitas Konstruksi Sesuai SPM

 

“Gap kompetensi antara generasi manajemen lama dengan kebutuhan industri modern harus diatasi. SDM harus terus diperkuat melalui pelatihan,” ujarnya.

 

Komisi VI, sebutnya, juga menyoroti perlunya diversifikasi usaha Perhutani ke sektor non-kayu seperti jasa lingkungan, perdagangan karbon, dan agroforestri. Oleh karena itu, ia menegaskan, Perhutani harus lebih adaptif terhadap dinamika regulasi dan fleksibel dalam menjawab tantangan bisnis kehutanan saat ini.

 

“Kami berharap Perhutani menunjukkan komitmen nyata terhadap profesionalisme, efisiensi operasional, inovasi bisnis, dan peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan,” tutupnya.(*)

 

 

 

Sumber : PARLEMENTARIA

Berita Terkait

Dugaan Pengalihan Pengelolaan Dana Revitalisasi Sekolah di Pesawaran Bergulir, Mahmuddin Minta Aparat Penegak Hukum Turun Tangan.
Satgas Pamtas Mobile Yonif 9 Marinir Dibawah Satgas Koops TNI Habema Dikabarkan Terlibat Kontak Tembak di Maybrat, Tumpas Tokoh Utama OPM Kodap IV Sorong Raya. 
Sidak SPBU di Lampung, Stok Pertalite dan Biosolar Dipastikan Aman
Pasokan Pertalite dan Biosolar Menuju Kota Metro, Pertamina Pastikan Stok Tak Terputus
Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter, UKM PIК-M-SAHABAT UIN Raden Intan Lampung Gelar Pelatihan Pendidik dan Konselor Sebaya.
Keributan Kejuaraan Karate di GOR Siger Way Halim Berujung Laporan Polisi, Perkara Masuk Tahap Penyidikan.
Bandar Lampung Masuk Peringkat 395 Kota Dunia dalam Global Cities Index 2026
Puteri Komarudin Dorong Percepatan Penyusunan Rencana Induk Pelindungan Pantura

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:58 WIB

Dukung Pembangunan Rumah Ibadah, Ketua DPRD Lampung Selatan Salurkan Bantuan untuk Masjid Taqwa Natar

Senin, 28 September 2026 - 14:59 WIB

SPPG Tanjung Ratu Ambil Bahan MBG Ikan Lele dari BUMDes Suka Jaya

Selasa, 22 September 2026 - 08:24 WIB

SOBAT Rayakan Anniversary ke-6 di Dragon Waterpark Lampung Selatan, Pererat Persaudaraan Pecinta Adventure Trail

Rabu, 9 September 2026 - 06:50 WIB

Peduli Dampak Debu Vulkanik, SPPG 02 Tanjungan dan SPPG Trans Tanjungan Bagikan Masker dan Makanan kepada Warga

Senin, 7 September 2026 - 13:03 WIB

PMI Lampung Selatan Bergerak Berikan Masker Kepada Masyarakat Pulau Sebesi dan Wilayah Sekitarnya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:37 WIB

Peduli Warga Tertimpa Musibah, Bantuan Ketua DPRD Lampung Selatan Erma Yusneli Disalurkan kepada Korban Rumah Roboh

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:48 WIB

Ketua DPC PWRI Lampung Selatan Sampaikan Dirgahayu ke 81 : Pers Memiliki Tanggung Jawab Moral untuk Ikut Menjaga Persatuan Bangsa

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:34 WIB

Dinas Koperasi dan UKM Lampung Selatan Bersama HIPMI dan SPPG Kunjungi UMKM Petani Sayuran di Way Kalam

Berita Terbaru