Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Profesionalisme petugas protokol menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga citra dan marwah DPR RI sebagai lembaga negara. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas keprotokolan dinilai perlu terus dilakukan agar setiap agenda kedewanan dapat berlangsung aman, tertib, lancar, nyaman, dan sesuai ketentuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Biro Protokol dan Humas Setjen DPR RI Rudy Rochmansyah menegaskan, protokol merupakan etalase terdepan yang mencerminkan wajah lembaga di hadapan anggota dewan, pejabat negara, dan masyarakat. Pasalnya, kualitas pelayanan protokol akan sangat menentukan persepsi publik terhadap profesionalisme DPR RI.
“Protokol itu etalase. Wajah DPR terlihat dari bagaimana teman-teman protokol bekerja, apakah kegiatan berlangsung tertib, aman, nyaman, dan lancar,” ujar Rudy saat membuka kegiatan Sharing Knowledge Peningkatan Kapasitas Keprotokolan Tingkat Lanjut di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, secara normatif petugas protokol DPR telah memahami regulasi, SOP, dan tata cara pelaksanaan kegiatan resmi. Namun, tantangan di lapangan tidak hanya menyangkut aspek teknis, melainkan juga mental, keberanian, serta kepercayaan diri dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk saat berinteraksi dengan pejabat negara dan para pendampingnya.
Menurut Rudy, petugas protokol DPR harus bangga dengan perannya sebagai protokol lembaga negara sekaligus protokol bagi anggota DPR yang merupakan pejabat negara. Karena itu, mereka dituntut mampu berkomunikasi secara tegas namun tetap santun, sehingga aturan dan mekanisme persidangan dapat dipahami tanpa menimbulkan kesalahpahaman dengan pihak eksternal.
Untuk memperkuat kompetensi tersebut, Biro Protokol dan Humas menghadirkan narasumber berpengalaman, yakni Kepala Biro Protokol Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Muhammad Saiful dan Kepala Subdirektorat Tamu Negara Direktorat Protokol Kementerian Luar Negeri RI Fadhly A. Bachmid.
Rudy menambahkan, pelatihan serupa akan dilakukan secara bertahap dan lebih intensif bagi seluruh petugas protokol DPR, baik yang bertugas di alat kelengkapan dewan, bandara, maupun pendampingan pimpinan DPR. Langkah itu merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalisme dan hospitalitas pelayanan keprotokolan di lingkungan DPR RI.
“Harapan kami, setelah pelatihan ini, protokol DPR tampil lebih percaya diri, lebih profesional, dan semakin mampu menjaga marwah DPR sebagai lembaga negara,” pungkasnya.(*)
Sumber : PARLEMENTARIA







