Banjir: Tak Elok Saling Menyalahkan Masyarakat Maupun Pemimpin

- Editorial Team

Jumat, 2 Mei 2025 - 02:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir: Tak Elok Saling Menyalahkan Masyarakat Maupun Pemimpin

Oleh: Pinnur Selalau.
(Pemred RadarCyberNusantara.Id)

Dipenghujung Tahun 2024 dan diawal Tahun 2025, Lagi-lagi masyarakat kota Bandar Ngapung diuji dengan musibah. Musibah Banjir menjadi ujian masyarakat kota ini, akibat intensitas hujan yang cukup tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bencana alam ini tentu mendatangkan kerugian secara materi. Kerugian yang menimpa masyarakat akibat kerusakan rumah, mobil, ataupun barang-barang berharga lainnya, tentu cukup besar, bahkan adanya korban jiwa, belum kerugian akibat lumpuhnya ekonomi yang disebabkan oleh banjir.

Dalam bencana ini, tak patut masyarakat maupun pemimpin saling menyalahkan, seperti aksi-aksi pro dan kontra yang dilakukan dan ramai diberitakan baik di laman medsos maupun media massa akhir-akhir ini. Tapi bencana ini harusnya menjadi ajang Instropeksi diri, karena tidak serta merta banjir terjadi jika bukan kesalahan dari manusia sendiri.

Banyak hal yang menjadi penyebab banjir di kota Bandar Ngapung ini, dan itu harusnya menjadi PR Pemerintah dan masyarakat, agar bencana ini tidak terus terulang disetiap menghadapi musim penghujan.

Baca juga:  Kapolresta Bandar Lampung Hadiri Pengukuhan Anggota Paskibraka, yang Secara Resmi Dikukuhkan Oleh Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana

Masalah pertama penyebab terjadinya banjir terutama di daerah-daerah perkotaan, penyebab banjir bisa disebabkan oleh pembangunan yang jor-joran tanpa memperhatikan mengenai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Karena itu sebelum melakukan pembangunan perlu dilakukan pengkajian. Guna bangunan yang akan dibuat dan analisis secara kritis serta mendalam terhadap efek yang timbul pada lingkungan hidup. Ketika pembangunan mengabaikan AMDAL, maka dampak yang dirasakan bukan oleh satu orang saja, tapi semua orang bisa merasakannya.

Masalah kedua adalah kawasan perairan yang beralih fungsi, menjadi pemukiman, perindustrian, pertokoan dan lain-lain. Dan hal ini terjadi dibeberapa daerah perkotaan. Contohnya reklamasi kawasan pantai, hal ini menyebabkan dampak yang sangat besar, yaitu dampak ekonomi dan dampak lingkungan. Dampak ekonomi bisa dirasakan dengan kerugian masyarakat didaerah pantai yang kehilangan mata pencahariannya sebagai nelayan akibat Reklamasi pantai. Dampak lingkungan dengan berubahnya arus laut, kenaikan muka air sungai yang menjadi terhambat untuk masuk ke laut, sehingga menyebabkan banjir semakin parah. Belum dampak-dampak lainnya seperti sosial dan budaya.

Baca juga:  Bantuan PHTC Gubernur Lampung Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Desa Tambah Rejo.

Dan hal ini bisa juga terjadi karena beralihnya fungsi lahan pertanian/Hutan menjadi kawasan industri , pemukiman dan pertokoan, seperti yang terjadi dibeberapa wilayah dikota Bandar Ngapung ini.

Dampak pembangunan sistem Kapitalis yang lebih mengejar Profit Oriented semata, tidak diperhatikan bencana yang akan dihadapi masyarakat dikemudian hari. Maka adalah wajar ketika hujan datang dengan intensitas tinggi, air tidak bisa lari ketempat semestinya air mengalir, tapi diam menciptakan genangan yang besar akhirnya menenggelamkan wilayah sekitar.

Masalah yang ketiga adalah kesadaran masyarakat yang sangat rendah dalam menjaga kelestarian lingkungan. Membuang sampah sembarangan, bahkan mereka membuang sampah ke sungai, sehingga menghambat aliran sungai. Dan tentunya ini merugikan mereka sendiri, ketika banjir datang. Dan membuat area pemukiman yang sangat dekat dengan bantaran kali/sungai. Sehingga ketika banjir datang, maka daerah tersebutlah yang pertama diterjang banjir.

Baca juga:  Bupati Pringsewu terpilih Hi Riyanto Pamungkas menerima kunjungan dari Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI).

Dan semua itu tentu berawal dari lemahnya peran pemerintah dalam tata kelola lingkungan, serta kurangnya edukasi terhadap masyarakat terkait upaya melestarikan lingkungan. Ditambah lemahnya sangsi bagi orang-orang yang melakukan pengrusakan, serta pemerintah membuka kran yang cukup lebar bagi investor namun lemah dalam pemberian aturan dan sangsi. Para pemilik modal diberikan kemudahan dalam izin pembangunan di daerah ini, tapi mereka abai akan kelestarian lingkungan.

Mengatasi banjir ini harus ada usaha bersama antara masyarakat, pemerintah kota, dan juga pemerintah provinsi, dan yang terbaik adalah dengan mencampakkan sistem kapitalis yang mengejar keuntungan semata, tanpa menonjolkan unsur pelestarian didalamnya, maka kerusakan yang terjadi dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.(Team GPS)

 

Berita Terkait

Polisi Amankan Diduga Pelaku Penipuan dan atau Penggelapan di Stasiun Kereta Api Way Tuba
Pemkab Lampung Barat Gandeng OJK dan BPD Lampung Perkuat Akses Permodalan UMKM
Proyek SDN 2 Way Ratai Disorot, APD hingga Papan Proyek Dipertanyakan.
Tekab 308 Polsek Waway Karya Bersama Polres Lampung Timur Ungkap Kasus Curat Dan Penadahan
Bupati Pringsewu Hadiri Rakor Optimalisasi Kerjasama Pemda
Komitmen Berantas Narkoba! Polsek Padang Ratu Bekuk Pengedar, Ratusan Paket Sabu Diamankan
Ketua Tim Pembina Posyandu Pesawaran Buka Rakor 6 SPM Klaster II di Kecamatan Kedondong
Danbrigif 4 Mar/BS Pimpin Sertijab Empat Jabatan Strategis, Tekankan Regenerasi dan Pembinaan Prajurit.

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:41 WIB

Proyek SDN 2 Way Ratai Disorot, APD hingga Papan Proyek Dipertanyakan.

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:39 WIB

Ketua Tim Pembina Posyandu Pesawaran Buka Rakor 6 SPM Klaster II di Kecamatan Kedondong

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:45 WIB

Danbrigif 4 Mar/BS Pimpin Sertijab Empat Jabatan Strategis, Tekankan Regenerasi dan Pembinaan Prajurit.

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:37 WIB

Danbrigif 4 Marinir/BS Perkuat Sinergi dengan Insan Pers Melalui Media Gathering. 

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:57 WIB

HUT ke-19 Kabupaten Pesawaran Momentum Memperkuat Kolaborasi Menuju Pesawaran CAKEP

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:52 WIB

Manjau Jama Warga di Tegineneng, Pemkab Pesawaran Hadirkan Pasar Murah dan Beragam Layanan Terpadu

Senin, 13 Juli 2026 - 12:20 WIB

Semarak HUT Ke-19 Pesawaran, Pemkab Gelar Apel Pembukaan dan Beragam Lomba Tradisional

Senin, 13 Juli 2026 - 02:06 WIB

Mediasi Dugaan Penipuan di Polsek Gedong Tataan Belum Capai Kesepakatan, Pelapor Serahkan Proses kepada Penyidik.

Berita Terbaru