Evita Nursanty: Ekspor Satu Pintu Harus Perkuat Hilirisasi dan Kemandirian Industri Nasional

- Editorial Team

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menegaskan bahwa kebijakan ekspor satu pintu untuk komoditas strategis harus menjadi instrumen penguatan hilirisasi dan industrialisasi nasional. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak boleh hanya berfokus pada pengelolaan ekspor dan peningkatan devisa negara, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri.

 

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Evita menilai penguatan kendali ekspor harus berjalan seiring dengan upaya memperbesar kapasitas industri nasional. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan indikator yang terukur untuk memastikan kebijakan ekspor satu pintu benar-benar memberikan dampak terhadap transformasi ekonomi.

 

 

 

“Kami di DPR akan mendorong Pemerintah menyusun indikator keberhasilan yang tidak hanya mengukur peningkatan devisa, tetapi juga peningkatan nilai tambah domestik, penyerapan tenaga kerja industri, dan pertumbuhan investasi sektor hilirisasi,” ujar Evita dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Rabu (17/6/2026).

 

 

 

Menurutnya, tanpa parameter yang jelas, kebijakan ekspor satu pintu berpotensi hanya menjadi perubahan mekanisme administratif yang tidak menghasilkan perubahan mendasar bagi struktur ekonomi nasional. “Tanpa parameter tersebut, kebijakan ekspor satu pintu berisiko menjadi perubahan administratif yang tidak menghasilkan transformasi ekonomi yang signifikan,” tegasnya.

Baca juga:  Presiden Prabowo Bertemu PM Selandia Baru Bahas Peningkatan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan

 

 

 

Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menyoroti fakta bahwa Indonesia masih menghadapi paradoks sebagai salah satu eksportir besar sumber daya alam dunia, namun belum menikmati nilai tambah optimal dari komoditas yang diekspor. Oleh karena itu, skema ekspor satu pintu melalui BUMN harus dimanfaatkan untuk memperkuat agenda hilirisasi nasional.

 

 

 

“Di sinilah pentingnya pendekatan ekspor satu pintu lewat BUMN. Kebijakan ini harus menjadi instrumen yang memperkuat hilirisasi, bukan sekadar mengubah jalur penjualan komoditas,” katanya.

 

 

 

Evita menjelaskan, pengelolaan ekspor secara terpusat juga harus mampu menjamin ketersediaan bahan baku bagi industri dalam negeri dengan harga yang kompetitif. Langkah tersebut penting untuk melindungi industri hilir nasional dari gejolak harga komoditas mentah di pasar global.

Baca juga:  Mendag Mengunjungi Ritel Modern dan Distributor Bapok di Kota Tebing Tinggi

 

 

 

“Lewat aturan ekspor satu pintu, kita ingin ada jaminan pasokan bahan baku industri dalam negeri dan stabilitas harga. Artinya pendekatan ini harus bisa melindungi industri hilir lokal dari fluktuasi harga komoditas mentah di pasar global,” ujarnya.

 

 

 

Lebih jauh, ia meyakini kebijakan tersebut dapat mengurangi ketergantungan industri manufaktur nasional terhadap bahan baku olahan impor. Dengan meningkatnya pasokan bahan baku domestik, Indonesia dinilai memiliki peluang lebih besar untuk membangun kemandirian industri sekaligus mempercepat penguasaan teknologi pengolahan.

 

 

 

Selain itu, kepastian regulasi dalam skema ekspor satu pintu diyakini dapat menarik minat investor untuk membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian di dalam negeri. Kondisi tersebut akan memperkuat rantai nilai nasional sekaligus mempercepat adopsi teknologi industri yang lebih maju.

 

 

 

Tak hanya itu, Evita menilai kebijakan ekspor satu pintu berpotensi memperbaiki integrasi antara sektor hulu dan hilir, meningkatkan efisiensi logistik, serta memperkuat daya saing produk hilir Indonesia di pasar global. Dengan kontrol yang lebih baik terhadap volume ekspor, Indonesia juga dinilai memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menjaga stabilitas harga produk di pasar internasional.

Baca juga:  Negara Abaikan Amanat Konstitusi, Firman Soebagyo Usulkan RUU Perlindungan Guru

 

 

 

Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap implementasi kebijakan tersebut guna mencegah praktik under invoicing dan perdagangan yang tidak sehat. Menurutnya, tambahan keuntungan yang diperoleh negara dari tata kelola ekspor yang lebih baik harus diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur hilirisasi.

 

 

 

Karena itu, Evita mendorong pemerintah untuk memastikan iklim usaha tetap kondusif dan memberikan insentif bagi pelaku usaha yang telah berinvestasi dalam pembangunan fasilitas hilirisasi di dalam negeri. “Skema sentralisasi ekspor ini harus betul-betul membuka peluang insentif atau pengecualian ekspor secara khusus bagi korporasi yang telah berinvestasi membangun fasilitas di sektor hilirisasi,” pungkasnya.(*)

 

 

 

Sumber : PARLEMENTARIA

Berita Terkait

Tekab 308 Presisi Polsek Terusan Nunyai Ringkus Pengedar Sabu, 10 Paket Siap Edar Diamankan
Presiden Prabowo: Bangsa Maju Lahir dari Elite yang Bersatu, Bukan yang Terpecah
GRIB Jaya Pringsewu Soroti Anggaran Dinas Kesehatan 2025–2026, Surat Permohonan Informasi Tak Kunjung Dijawab: “Efisiensi Dimananya?”
Akad Massal 62.000 KPR, Presiden Prabowo Pastikan Pemerintah Terus Hadirkan Hasil Nyata bagi Rakyat
FIFGROUP Gelar Program Jam Sosial Mengajar, Tingkatkan Literasi Keuangan Pelajar di Tulang Bawang.
Danbrigif 4 Marinir/BS Perkuat Sinergi Pertahanan Melalui Audiensi dengan Pangdam XXI/Radin Inten.
Menkeu Purbaya Dorong DJPb Menjadi Organisasi yang Adaptif, Efisien, dan Berorientasi Hasil
Tutup Celah Travel Bodong, DPR Pastikan UU PIHU Demi Lindungi Jemaah Umrah Mandiri

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:34 WIB

GRIB Jaya Pringsewu Soroti Anggaran Dinas Kesehatan 2025–2026, Surat Permohonan Informasi Tak Kunjung Dijawab: “Efisiensi Dimananya?”

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:17 WIB

Open Tournament Al-Jami’ Bulurejo Cup 2026 Resmi Dibuka, Hadiah Rp55 Juta dan Seluruh Keuntungan untuk Pembangunan Masjid.

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:44 WIB

402 Warga Pringsewu Terima Bantuan Program Intervensi Pengendalian Kerawanan Pangan

Minggu, 19 Juli 2026 - 00:54 WIB

Dr. Suriyanto Tantang Audit Nasional KDMP: Benarkah Anggaran Rp1,6 Miliar, Kontraktor Hanya Terima Rp800 Juta?

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:26 WIB

Sambut HUT ke-9, Urban Style Hotel Lampung Gelar Bakti Sosial: Donor Darah, Cek Kesehatan Gratis, dan Pembagian Sembako.

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:56 WIB

Kabur Berpindah Pindah Hingga ke Pulau Jawa, Penipu Modus Gadai Sawah Rp23 Juta Dibekuk Saat Melintas di Bandar Lampung

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:57 WIB

Satlantas Polres Pringsewu Manfaatkan MPLS Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas kepada Pelajar

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:59 WIB

Pemkab dan Kantah Pringsewu Gelar Rakor Reforma Agraria 2026

Berita Terbaru