Investasi vs Keberlanjutan, Legislator Ingatkan Risiko Lingkungan di Balik KEK Kura-Kura Bali

- Editorial Team

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Komisi VII DPR RI menekankan pentingnya keseimbangan antara investasi dan keberlanjutan dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali. Di balik apresiasi terhadap konsep besar yang diusung, Komisi VII DPR mengingatkan sejumlah risiko lingkungan dan sosial yang tidak boleh diabaikan.

 

Dalam kunjungan kerja reses Komisi VII DPR di Pulau Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Provinsi Bali, pada Senin (4/5/2026) Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini, menyampaikan bahwa pengembangan Kura-Kura Bali mencerminkan ambisi besar Indonesia dalam mengangkat sektor pariwisata ke level global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ia mengapresiasi desain besar kawasan yang dinilai mampu menghadirkan ekosistem pariwisata terintegrasi, mulai dari fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga pusat gaya hidup, sebagai upaya menekan kebocoran ekonomi nasional. “Kita harus apresiasi. Ini menggambarkan cita-cita besar Indonesia untuk membawa pariwisata kita ke kancah dunia,” ujarnya.

Baca juga:  Presiden Prabowo Lantik Sejumlah Kepala dan Wakil Kepala Badan di Istana Negara

 

Namun di balik potensi tersebut, Novita mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara investasi dan keberlanjutan, terutama dalam konteks Bali yang memiliki kekuatan utama pada budaya dan kearifan lokal.

 

“Jangan sampai investasi besar-besaran justru merusak local wisdom. Bali harus tetap mengedepankan budayanya,” tegasnya.

 

Novita juga menyoroti pentingnya transparansi dan keadilan dalam pengelolaan kawasan. Ia mempertanyakan sejauh mana masyarakat benar-benar dilibatkan dalam pengembangan KEK tersebut.

Baca juga:  11 Warga Dibui Karena Pertahankan Tanah Leluhur, Komisi XIII: Jangan Kriminalisasi Masyarakat yang Bela Hak Adat!

 

“Ini milik masyarakat. Anggaran yang digunakan berasal dari pajak rakyat. Maka DPR RI memastikan bahwa manfaatnya harus kembali ke rakyat,” ujarnya.

 

Salah satu perhatian utama DPR RI adalah kesiapan pengelolaan sumber daya air. Novita mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil diskusi, mitigasi terhadap kebutuhan air di masa depan belum sepenuhnya siap.

 

Padahal, menurutnya, krisis air tanah bukan hanya terjadi di Bali, tetapi juga di berbagai wilayah Indonesia. “Kalau pengembangan ini semakin besar, harus ada mitigasi air yang matang. Jangan sampai mengambil hak air masyarakat sekitar,” katanya.

 

Selain itu, DPR juga menyoroti potensi dampak limbah terhadap ekosistem laut, mengingat lokasi kawasan yang berdekatan dengan pesisir. “Jangan sampai limbah pembangunan mencemari laut. Ini harus menjadi perhatian serius,” lanjutnya.

Baca juga:  Rahmawati Herdian Anggota DPR-RI dari Komisi IX, Lakukan Kunjungan Kerja ke SPPG Tanjungan Katibung 002

 

Ia menekankan bahwa pengelolaan limbah dan sedimen laut harus dirancang secara teknis dan berkelanjutan, agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan dalam jangka panjang.

 

Novita mengingatkan bahwa pembangunan yang hanya berfokus pada aspek ekonomi tanpa memperhatikan keberlanjutan berisiko menciptakan masalah di masa depan. “Kalau aspek lingkungan tidak dipikirkan, ekonomi mungkin hanya bertahan 5–10 tahun. Kita tidak mau itu. Kita ingin pembangunan yang berkelanjutan, tanpa bencana dan tanpa krisis,” pungkasnya. (*)

 

 

Sumber : PARLEMENTARIA

Berita Terkait

DPC PWRI Bandar Lampung Dorong Polresta Tuntaskan Penanganan Dugaan Kasus Minyak Kita
Pertamina dan Polres Lamtim Pantau Antrean Biosolar dan Pertalite di SPBU Metro Kibang
Pertamina Operasikan 6 SPBU BBM Satu Harga di Lampung Barat, Cek Lokasinya
Polres Metro Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Seorang Pria Diamankan
RUU HPI Jadi Solusi Hadapi Dinamika Konektivias Masyarakat Indonesia dengan Negara Lain
MAHASISWA UIN RADEN INTAN LAMPUNG RAIH JUARA DUTA GENRE PROVINSI LAMPUNG 2026.
Presiden Prabowo: Peran BRICS Perkuat Suara Global South Bentuk Masa Depan Dunia
Hadir di Layar, Absen di Kursi: Polemik Zoom di Paripurna DPRD Lampung.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 06:10 WIB

DPC PWRI Bandar Lampung Dorong Polresta Tuntaskan Penanganan Dugaan Kasus Minyak Kita

Jumat, 25 September 2026 - 09:03 WIB

Pertamina dan Polres Lamtim Pantau Antrean Biosolar dan Pertalite di SPBU Metro Kibang

Jumat, 25 September 2026 - 02:49 WIB

Danyonif 9 Marinir Resmikan Bantuan Bedah Rumah di Desa Paya, Wujud Kepedulian kepada Masyarakat.

Selasa, 22 September 2026 - 08:24 WIB

SOBAT Rayakan Anniversary ke-6 di Dragon Waterpark Lampung Selatan, Pererat Persaudaraan Pecinta Adventure Trail

Selasa, 22 September 2026 - 06:20 WIB

Pertamina Operasikan 6 SPBU BBM Satu Harga di Lampung Barat, Cek Lokasinya

Sabtu, 19 September 2026 - 12:02 WIB

Polres Metro Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Seorang Pria Diamankan

Sabtu, 19 September 2026 - 11:50 WIB

Raperda Perubahan APBD 2026 Disetujui, Bupati Ela Dorong Percepatan Program dan Pelayanan Publik

Rabu, 16 September 2026 - 01:12 WIB

Gugatan Dinyatakan Tidak Dapat Diterima di PN Kota Agung, Anipudin dan Sriati Sampaikan Terima Kasih kepada LBH Ansor Pringsewu dan Tim Kuasa Hukum.

Berita Terbaru