Kemenhut Lanjutkan Penanganan Pasca Bencana di Aceh Utara dan Sumatera Utara

- Editorial Team

Senin, 5 Januari 2026 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus melanjutkan penanganan kayu sisa bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah terdampak di Sumatera. Hingga hari ke-15 pelaksanaan penanganan kayu difokuskan di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Tim Kemenhut yang terdiri dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), serta Balai Gakkum Wilayah Sumatera bergabung dengan tim lainnya mengerahkan sebanyak 23 unit alat berat. Alat berat tersebut terdiri dari 21 unit milik Kemenhut (10 ekskavator capit, 9 ekskavator bucket, dan 2 unit dozer), 2 unit milik TNI (buldozer dan ekskavator), serta 2 unit ekskavator dari Kementerian PU.

“Pembersihan difokuskan di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, yang masih mengalami hambatan akses akibat tumpukan kayu sisa banjir. Kayu yang masih dapat dimanfaatkan dikumpulkan di lokasi kejadian dan telah dilakukan pengukuran oleh tim BPHL, dengan hasil sebanyak 103 batang kayu atau setara 93,11 meter kubik,” ujar Subhan, Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Minggu (4/1/2025).

Selain itu, satu unit alat berat juga dikerahkan untuk membantu pembersihan parit dan halaman SMP Negeri 3 Langkahan. Tim Kemenhut lainnya dengan jumlah sekitar 50 personel turut melakukan pembersihan di SD Negeri 4 Langkahan, dengan hasil pembersihan satu ruang perpustakaan, satu gudang olahraga, dan empat kamar mandi.

Subhan menambahkan, berdasarkan pantauan di lapangan, estimasi pemanfaatan kayu sisa bencana oleh lembaga kemanusiaan Rumah Zakat bersama masyarakat pada hari ini mencapai sekitar ±3 meter kubik dengan menggunakan tujuh unit gergaji mesin. Sementara itu, akumulasi pemanfaatan kayu sejak 29 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026 diperkirakan mencapai sekitar ±18,5 meter kubik. Data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui. Hingga saat ini, tercatat tiga unit hunian sementara (huntara) masih dalam proses pembangunan.

Baca juga:  Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Bank Sentral China

Penanganan di Kabupaten Aceh Tamiang, personel BPKH Sumatera Utara bersama tim Manggala Agni masih terus melanjutkan kegiatan pembersihan rumah warga terdampak banjir dari sisa material kayu di lorong-lorong permukiman, sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana.

Pada hari yang sama, tim lapangan juga menerima kunjungan Koordinator BNPB Brigjen Asep, yang berdiskusi bersama Staf Ahli Menteri Kehutanan Fahrizal Fikri serta jajaran terkait, termasuk Kepala Balai Gakkum Wilayah Sumatera dan Kepala BPKH Aceh. Diskusi membahas penanganan serta pemanfaatan kayu sisa banjir. Pada malam harinya, dilakukan pertemuan lanjutan dengan lembaga Rumah Zakat terkait percepatan pembangunan huntara berbahan kayu sisa bencana.

Baca juga:  Presiden Prabowo Bangga Lompatan Industri Kendaraan Listrik Nasional, Targetkan Sedan Massal 2028

Sementara itu di Provinsi Sumatera Utara, Tim Kemenhut menurunkan ekskavator untuk menyiapkan lokasi hunian tetap (huntap) di lahan PTPN. Tim juga menerima laporan adanya temuan kayu dalam jumlah besar di Sungai Batang Toru, cabang Aek Rambe, Sumatera Utara. “Saat ini, temuan tersebut masih dalam tahap pendalaman serta penanganan lebih lanjut oleh tim terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Novita Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara.

Kemenhut terus memperkuat koordinasi lintas sektor, baik di Aceh maupun di Sumatera Utara, untuk memastikan kegiatan pembersihan dan penanganan kayu sisa bencana berjalan efektif, aman, serta mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.(*)

 

 

Sumber : Kementerian Kehutanan

Berita Terkait

Danbrigif 4 Marinir/BS Perkuat Sinergi Pertahanan Melalui Audiensi dengan Pangdam XXI/Radin Inten.
Menkeu Purbaya Dorong DJPb Menjadi Organisasi yang Adaptif, Efisien, dan Berorientasi Hasil
Tutup Celah Travel Bodong, DPR Pastikan UU PIHU Demi Lindungi Jemaah Umrah Mandiri
Pemerintah Resmi Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jalankan Tugas Gubernur BI Sementara
Proyek SDN 2 Way Ratai Disorot, APD hingga Papan Proyek Dipertanyakan.
Tekab 308 Polsek Waway Karya Bersama Polres Lampung Timur Ungkap Kasus Curat Dan Penadahan
Presiden Prabowo Instruksikan Sinergi Nasional Percepat Penguatan Koperasi Merah Putih
Pembiayaan Daerah dan UMKM Harus Merata, Demi Serap Tenaga Kerja

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:38 WIB

Wali Kota Bandar Lampung Terima Audiensi UIN Raden Intan Lampung, Bahas Penguatan Kerja Sama KKN dan Program Pembangunan

Senin, 20 Juli 2026 - 12:36 WIB

Pawai Budaya Begawi Bandar Lampung dan Kendaraan Hias Tahun 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:39 WIB

Wali Kota Bandar Lampung Tinjau Kesiapan Pembukaan Bandar Lampung Expo 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:19 WIB

Peninjauan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bandar Lampung

Senin, 13 Juli 2026 - 12:23 WIB

Personil Sat Brimob Polda Lampung Raih Prestasi Membanggakan di Kejuaraan Kapolri Cup VII

Sabtu, 11 Juli 2026 - 00:30 WIB

Di Balik Umroh Gratis dengan Anggaran Besar, Lingkaran Kekuasaan dan Jejak yang Tak Terbuka.

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:21 WIB

Walikota Bandar Lampung Hadiri Rakernas APEKSI XVIII dan Konferensi Pers di Kota Medan

Senin, 15 Juni 2026 - 11:53 WIB

Buron 10 Bulan, Residivis Curanmor Dibekuk Usai Bobol Rumah Sales Rokok di Bandar Lampung

Berita Terbaru