Kementan dan KemenPU Bangun Sumur Bor Dalam di Mojokerto, Petani Hemat Biaya hingga 80 Persen

- Editorial Team

Sabtu, 4 April 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Kementerian Pertanian bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat infrastruktur air melalui pembangunan sumur bor dalam Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Desa Kedunguneng, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, yang mampu menekan biaya operasional petani hingga 80 persen sekaligus menjamin ketersediaan air untuk musim tanam.

 

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa penguatan infrastruktur air menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional, terutama di tengah tantangan perubahan iklim.

 

 

 

Keberadaan sumur bor dalam ini menjadi solusi konkret bagi petani dalam mengatasi keterbatasan air, sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani di tingkat lapangan.

 

 

 

Sekretaris Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Dhani Gartina, menegaskan bahwa keberadaan sumur JIAT memberikan kepastian ketersediaan air bagi petani, khususnya untuk mendukung musim tnam.

Baca juga:  Praktik Pinjaman Bank untuk Uang Muka Haji Berpotensi Bebani Jemaah

 

 

 

“Kalau kelompok tani (poktan) dan gapoktan di sini bergerak, tahun depan outlet bisa ditambah. Artinya, kepastian air untuk satu musim tanam sudah bisa dijamin. Pemerintah sudah membangun sumber air ini secara gratis, sekarang tinggal petaninya bergerak dan memanfaatkan, serta merawatnya,” ujar Dhani, Jumat, 3 April 2026.

 

 

 

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan kelembagaan petani dalam mengelola fasilitas tersebut agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

 

 

 

“Yang paling penting kelembagaan petani (Kelompok Tani) harus dapat mengelola sarana dan prasarana irigasi ini. Saya titip pesan, ini harus dirawat sampai puluhan tahun. Infrastruktur pengairan ini nilainya tidak kecil,” tambahnya.

Baca juga:  Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana Salurkan Insentif Kepada Kader Posyandu Dan Kesehatan Di Gedung Siger Mandala Alam

 

 

 

Dampak program ini dirasakan langsung oleh petani. Kepala Dusun Sumenggo, Julianto, menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah atas bantuan sumur bor dalam yang telah lama dinantikan masyarakat.

 

 

 

“Atas nama masyarakat petani Sumenggo dan Junggosari, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah, khususnya kepada Menteri Pertanian dan Presiden Republik Indonesia. Bantuan ini sangat berarti, sehingga petani kami tidak lagi kesulitan air,” ungkapnya.

 

 

 

Menurutnya, sebelum adanya sumur bor dalam, petani harus mengandalkan sumur bor dangkal dengan biaya operasional yang cukup tinggi.

 

 

 

“Dulu, kalau pakai sumur bor dangkal, biayanya bisa sampai Rp500 ribu per hari. Sekarang, dengan sumur bor dalam, biaya hanya sekitar Rp70 ribu karena sekarang dengan listrik, ndak susah lagi nyari dan pikul-pikul solar. Ini sangat membantu dan meringankan beban petani,” jelas Julianto.

Baca juga:  Mensesneg Imbau Anggota Kabinet Rayakan Idul Fitri Secara Sederhana

 

 

 

Ia juga mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan jawaban atas penantian panjang masyarakat selama puluhan tahun.

 

 

 

“Ini penantian kami sudah lama, bahkan sampai 30 tahun. Selama ini sulit sekali mengajukan sumur bor dalam. Alhamdulillah, sekarang di era Presiden dan Menteri Pertanian saat ini, prosesnya dipermudah dan akhirnya bisa terwujud. Ini sangat luar biasa bagi kami,” tuturnya.

 

 

 

Dengan efisiensi biaya hingga 80 persen dan kepastian pasokan air, pembangunan sumur bor dalam JIAT diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjut.(*)

 

 

 

Sumber : Kementerian Pertanian 

Berita Terkait

Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
Dugaan Pengalihan Pengelolaan Dana Revitalisasi Sekolah di Pesawaran Bergulir, Mahmuddin Minta Aparat Penegak Hukum Turun Tangan.
Satgas Pamtas Mobile Yonif 9 Marinir Dibawah Satgas Koops TNI Habema Dikabarkan Terlibat Kontak Tembak di Maybrat, Tumpas Tokoh Utama OPM Kodap IV Sorong Raya. 
Sidak SPBU di Lampung, Stok Pertalite dan Biosolar Dipastikan Aman
Pasokan Pertalite dan Biosolar Menuju Kota Metro, Pertamina Pastikan Stok Tak Terputus
Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter, UKM PIК-M-SAHABAT UIN Raden Intan Lampung Gelar Pelatihan Pendidik dan Konselor Sebaya.
Keributan Kejuaraan Karate di GOR Siger Way Halim Berujung Laporan Polisi, Perkara Masuk Tahap Penyidikan.
Bandar Lampung Masuk Peringkat 395 Kota Dunia dalam Global Cities Index 2026

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WIB

SMPN 1 KATIBUNG BORONG TROPI DI LOMBA DRUMBAND TINGKAT KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Dukung Program Kapolri, Polda Lampung Razia Tempat Hiburan Malam, 6 Pengunjung Positif Narkoba

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Sekda Lampung Timur Lantik 90 ASN, Dorong Peningkatan Pelayanan Publik dan Inovasi Daerah

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:58 WIB

Dukung Pembangunan Rumah Ibadah, Ketua DPRD Lampung Selatan Salurkan Bantuan untuk Masjid Taqwa Natar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:31 WIB

Satgas Pamtas Mobile Yonif 9 Marinir Dibawah Satgas Koops TNI Habema Dikabarkan Terlibat Kontak Tembak di Maybrat, Tumpas Tokoh Utama OPM Kodap IV Sorong Raya. 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Sidak SPBU di Lampung, Stok Pertalite dan Biosolar Dipastikan Aman

Selasa, 6 Oktober 2026 - 01:52 WIB

Pasokan Pertalite dan Biosolar Menuju Kota Metro, Pertamina Pastikan Stok Tak Terputus

Berita Terbaru