Globalpewartasakti.com | Lampung Selatan (GPS) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Biokonversi Limbah Makanan Bergizi Gratis melalui Budidaya Maggot sebagai Upaya Pengurangan Pencemaran Lingkungan Pesisir” di Desa Sumber Agung, Kecamatan Seragi, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari program KKN mahasiswa ITERA Fakultas Sains, Prodi Studi Sains Lingkungan Kelautan. Program ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi.
Kegiatan ini didampingi oleh tim dosen pembimbing, yaitu Marisya Apriyanti, S.Pi., M.Si., Vidya Octaverina S.Si , M.Si., Delilla Suhanda, S.Kel., M.Si., M. Ashari Dwiputra, S.Kel., M.Si., serta Dr. M. Arhan Rajab, S.Pi., M.Si. Sosialisasi dilaksanakan di salah satu dapur MBG yang berada di Kecamatan Seragi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, dosen pendamping yang diwakili oleh Marisya Apriyanti, S.Pi., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat.
Menurutnya, pengelolaan limbah organik dengan budidaya maggot menjadi salah satu solusi yang efektif dalam mengurangi pencemaran lingkungan, khususnya di wilayah pesisir.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa ITERA, Fanisa Rahmi Yastia, menjelaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan. Limbah makanan yang sebelumnya berpotensi menjadi sumber pencemaran dapat diolah melalui biokonversi menggunakan maggot menjadi produk yang bermanfaat, seperti pakan ternak dan pupuk organik.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan antusias dan dihadiri oleh masyarakat di lingkungan dapur MBG, Kepala Desa Sumber Agung, mitra kegiatan, serta perwakilan Yayasan MBG. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan limbah yang lebih baik serta mendukung pelestarian lingkungan pesisir di Kabupaten Lampung Selatan.(*)







