Globalpewartasakti.com | Bandar Lampung (GPS) – Manajemen Heaven Bandar Lampung membantah tuduhan penganiayaan yang dilayangkan seorang pria berinisial (Y) usai keributan yang terjadi di tempat hiburan malam tersebut.
Manager Operasional Heaven Bandar Lampung, Anggi Setiawan, menegaskan tidak ada tindakan penganiayaan maupun pemukulan yang dilakukan oleh pihak manajemen ataupun petugas keamanan terhadap (Y).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Enggak ada penganiayaan, enggak ada pemukulan sama sekali. Justru dia yang melakukan pemukulan terhadap karyawan kami. Jadi apa yang disampaikan melalui kuasa hukumnya itu tidak benar dan terkesan memutarbalikkan fakta,” kata Anggi saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).
Menurut Anggi, luka yang dialami (Y) bukan akibat tindakan petugas keamanan maupun pihak Heaven, melainkan karena yang bersangkutan diduga membenturkan kepalanya sendiri saat berada di kantor polisi.
“Dia membenturkan dirinya sendiri ke tembok dan besi. Bukan karena pukulan ataupun penganiayaan. Sebelumnya dia juga sempat membenturkan kepalanya ke karyawan kami hingga menyebabkan bibir karyawan kami pecah,” ujarnya.
Anggi mengatakan peristiwa tersebut disaksikan oleh sejumlah pihak, mulai dari anggota kepolisian yang berada di lokasi, rekan-rekan (Y), hingga tamu yang saat itu berada di sekitar tempat kejadian.
“Banyak yang menyaksikan. Bukan cuma dari pihak kami, tetapi juga teman-temannya, pihak kepolisian, dan sejumlah tamu yang ada di lokasi,” katanya.
Kronologi Versi Manajemen Heaven
Anggi menjelaskan, keributan yang melibatkan (Y) terjadi dalam dua peristiwa berbeda.
Peristiwa pertama bermula ketika (Y) datang ke Heaven bersama beberapa rekannya. Menurut Anggi, saat itu mereka diduga membuat keributan dan enggan menyelesaikan pembayaran tagihan.
“Mereka sempat berulah dan tidak mau membayar tagihan. Karena situasi mulai tidak kondusif, kami meminta bantuan pihak kepolisian yang sedang berjaga untuk menenangkan keadaan,” ujarnya.
Dalam perselisihan tersebut, lanjut Anggi, (Y) juga sempat mengaku sebagai adik dari seorang pejabat kepolisian.
Setelah dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan, (Y) disebut kembali membuat keributan.
“Di kantor polisi, dia membenturkan kepalanya ke karyawan kami hingga menyebabkan bibir karyawan kami pecah. Setelah itu, dia secara tiba-tiba membenturkan kepalanya sendiri ke tiang dan besi yang ada di lokasi. Kejadian itu disaksikan oleh anggota kepolisian, rekan-rekannya, dan saya sendiri. Namun kemudian dia membuat pernyataan seolah-olah menjadi korban penganiayaan,” jelas Anggi.
Usai kejadian tersebut, pihak Heaven mengaku telah membuat laporan resmi ke kepolisian dan memasukkan nama (Y) ke dalam daftar hitam atau blacklist pengunjung.
Namun beberapa bulan kemudian, (Y) disebut kembali datang ke Heaven dan berupaya masuk ke area tempat hiburan tersebut.
“Karena yang bersangkutan sudah masuk daftar hitam, petugas keamanan meminta dia untuk keluar. Tetapi saat berada di luar, justru dia diduga memukul telinga petugas keamanan kami hingga mengalami lebam,” kata Anggi.
Atas kejadian tersebut, pihak Heaven kembali melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Harap Polisi Usut Tuntas
Anggi berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas perkara tersebut, termasuk dugaan penyebaran informasi yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.
Ia menilai tuduhan penganiayaan yang beredar berpotensi merugikan nama baik petugas keamanan Heaven maupun institusi kepolisian.
“Karena secara tidak langsung tuduhan itu juga mencoreng citra kepolisian. Menurut kami laporan yang disampaikan tidak sesuai fakta. Security kami selama ini dikenal ramah kepada tamu dan bekerja sesuai prosedur,” ujarnya.
Meski demikian, proses penanganan perkara saat ini masih berada di tangan kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, Morall masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak (Y) terkait bantahan yang disampaikan manajemen Heaven guna memperoleh informasi yang berimbang. (*)







