Penerimaan Pajak Bruto Mei 2025 Lanjutkan Kinerja Positif

- Editorial Team

Jumat, 20 Juni 2025 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS)  – Realisasi penerimaan pajak bruto bulan Mei 2025 terus melanjutkan kinerja positif sejak Maret 2025. Hingga akhir Mei 2025, realisasi penerimaan pajak bruto mencapai Rp895,77 triliun, sedangkan realisasi pajak neto tercatat sebesar Rp683,26 triliun atau 31,2% dari target tahun ini.

“Kami selalu menyajikan penerimaan pajak dari sisi bruto dan netto. Jadi, netto bruto itu menggambarkan kondisi perekonomian. Kemudian netto itu adalah bruto dikurangi restitusi yang merupakan kewajiban pada waktu jatuh tempo. Jadi, netto memang tidak bisa dijadikan pedoman mengenai kondisi ekonomi saat ini,” ujar Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Jakarta pada Selasa (17/6).

Baca juga:  Presiden Prabowo Terima Kunjungan Utusan Khusus PM Jepang Fumio Kishida di Kertanegara

Meski realisasi penerimaan pajak pada Mei 2025 sedikit mengalami perlambatan, kinerja penerimaan pajak bruto masih lebih tinggi dibandingkan Mei 2024. Realisasi penerimaan pajak bruto untuk bulan Mei 2025 sebesar Rp162,5 triliun, lebih tinggi jika dibandingkan dengan penerimaan pajak bruto pada Mei 2024 yang sebesar Rp162,2 triliun, sehingga penerimaan pajak bruto masih mencatatkan pertumbuhan positif secara tahunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara siklus, Wamenkeu Anggito menjelaskan bahwa tren penerimaan pajak bruto sejak 2022 menunjukkan pola serupa, di mana puncak penerimaan terjadi pada bulan Maret dan April, lalu mengalami penurunan pada bulan Mei.

Baca juga:  Presiden Prabowo Tiba di Ankara, Siap Sampaikan Pidato di Parlemen Turki dan Hadiri Upacara Penyambutan Kenegaraan

“Kalau kita lihat penerimaan pajak itu siklusnya mirip. Maret dan April itu mengalami puncak, kemudian Mei sedikit menurun. Jadi secara siklus mirip dan secara kecenderungan bruto itu tumbuh lebih 5,2%,” jelasnya.

Pertumbuhan pajak bruto bulan Mei 2025 didorong oleh peningkatan penerimaan dari angsuran PPh Badan serta kenaikan PPh Pasal 26 yang berasal dari pembayaran dividen luar negeri. Khusus untuk PPh Pasal 26 peningkatan terjadi di bulan Mei karena dividen yang seharusnya tahun lalu dibayar di bulan April, untuk tahun ini di akhir bulan Mei.

Baca juga:  Kemendag pada Launching Hari Ritel Modern Indonesia (HARMONI) dan Peluncuran UKM Pangan Award Goes to Modern Retail

Beberapa sektor juga tercatat menjadi kontributor utama dalam pertumbuhan pajak bruto, yakni sektor perbankan, ketenagalistrikan, pertambangan bijih logam, industri minyak kelapa sawit, dan industri pengolahan tembakau.

Lebih lanjut, Wamenkeu Anggito menyampaikan jika dihitung secara kumulatif, penerimaan pajak bruto pada periode Maret hingga Mei 2025 mencapai Rp596,8 triliun, tumbuh 5,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp567,2 triliun.

Di tengah meningkatnya tensi geopolitik serta harga komoditas, kinerja positif penerimaan pajak diharapkan menjadi penopang sektor penerimaan negara sehingga APBN senantiasa terjaga sehat dan andal dalam mendukung program prioritas nasional.(*)

 

 

 

Sumber : Kemenkeu

Berita Terkait

Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka
Enam Pesan Presiden Prabowo kepada Polri: Jaga Kepercayaan Rakyat hingga Tegakkan Hukum dengan Adil
Seimbangkan Fungsi Ekonomi-Sosial-Lingkungan, Revisi UU Kehutanan Mengacu Amanat Konstitusi
GRIB Jaya Audiensi dengan BPJS Kesehatan Pringsewu, Soroti Isu Kepesertaan JKN yang Dibiayai APBD.
Presiden Prabowo Tekankan Peran Teknologi dalam Percepatan Penyelesaian Persoalan Nasional
Buka Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Presiden Prabowo Ajak Kampus Jadi Motor Kemandirian Ekonomi
Ribuan Buruh Terancam PHK, DPR ‘Gercep’ Koordinasi Mitigasi Bersama Pemerintah
DPR RI Buka Ruang Publik Beri Masukan terkait UU Keadaan Bahaya

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:05 WIB

Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:03 WIB

Seimbangkan Fungsi Ekonomi-Sosial-Lingkungan, Revisi UU Kehutanan Mengacu Amanat Konstitusi

Selasa, 30 Juni 2026 - 01:56 WIB

GRIB Jaya Audiensi dengan BPJS Kesehatan Pringsewu, Soroti Isu Kepesertaan JKN yang Dibiayai APBD.

Senin, 29 Juni 2026 - 12:04 WIB

Presiden Prabowo Tekankan Peran Teknologi dalam Percepatan Penyelesaian Persoalan Nasional

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:13 WIB

Buka Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Presiden Prabowo Ajak Kampus Jadi Motor Kemandirian Ekonomi

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:14 WIB

Ribuan Buruh Terancam PHK, DPR ‘Gercep’ Koordinasi Mitigasi Bersama Pemerintah

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:57 WIB

DPR RI Buka Ruang Publik Beri Masukan terkait UU Keadaan Bahaya

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:32 WIB

Di PENAS XVII, Presiden Prabowo Tinjau Teknologi Pertanian Modern untuk Perkuat Swasembada Pangan

Berita Terbaru

Kab Lampung Selatan

Ungkap Kasus Curat di Katibung, Dua Terduga Pelaku Diamankan

Kamis, 2 Jul 2026 - 10:18 WIB