PM Takaichi Tegaskan: Jepang-Indonesia Siap Perkuat Kemitraan Strategis untuk Masa Depan Indo-Pasifik

- Editorial Team

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi menyampaikan komitmen penguatan kemitraan strategis komprehensif antara Jepang dan Indonesia usai melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto, di Istana Akasaka, Tokyo, Selasa (31/03/2026). Hal tersebut disampaikan PM Takaichi dalam pernyataan pers bersama yang menekankan pentingnya hubungan kedua negara di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

 

Dalam pernyataannya, PM Takaichi menekankan bahwa dalam situasi internasional yang makin menantang, kemitraan dengan Indonesia menjadi makin strategis, khususnya dalam mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. PM Takaichi juga mengapresiasi diskusi intensif yang telah dilakukan bersama Presiden Prabowo dalam berbagai bidang kerja sama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Ini sangat baik bahwa diskusi intensif diadakan dengan Presiden Prabowo yang mencakup berbagai bidang dan konfirmasi dibuat tentang hubungan kerja sama untuk membuat kawasan ini lebih kuat dan lebih makmur,” lanjutnya.

Baca juga:  Wamenkeu Suahasil : Transisi Energi Rendah Karbon Peluang Pembangunan Masa Depan

 

Di bidang ekonomi, PM Takaichi menyampaikan, kedua negara sepakat untuk memperkuat kerja sama konkret, termasuk dukungan terhadap pengembangan industri Indonesia serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

 

“Dukungan berkelanjutan untuk pengembangan industri Indonesia dan kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia termasuk sektor AI,” ungkap PM Takaichi.

 

Selain itu, PM Takaichi menuturkan, kerja sama juga diperluas pada sektor maritim dan penanggulangan bencana, mengingat kedua negara merupakan negara maritim yang rentan terhadap bencana alam.

 

“Sebagai dua negara maritim yang rentan terhadap bencana alam, pandangan disepakati tentang kerja sama maritim termasuk promosi industri perikanan dan penguatan kerja sama dalam manajemen risiko bencana, termasuk langkah-langkah pengendalian banjir,” tuturnya.

 

Kedua pemimpin juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan sumber daya dan energi. PM Takaichi menyebut bahwa kesepakatan terkait mineral kritis dan energi, termasuk melalui kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC) Initiative, akan terus didorong implementasinya.

Baca juga:  Buka Kejurnas Gateball 2025, Wamenpora Taufik Apresiasi PB PERGATSI Konsisten Bina dan Kembangkan Gateball di Indonesia

 

Di bidang keamanan, Jepang dan Indonesia sepakat untuk memperkuat kerja sama melalui dukungan terhadap peningkatan kapasitas Angkatan Laut serta keamanan maritim. PM Takaichi juga menyoroti perkembangan kerja sama pertahanan kedua negara.

 

“Kami menyambut baik bahwa setelah pertemuan 2 plus 2 tahun lalu, diskusi tentang pengaturan kerja sama pertahanan antara otoritas pertahanan sedang berlangsung. Melalui upaya-upaya ini, kedua negara kita akan bekerja sama untuk lebih mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan dan dunia,” lanjut PM Takaichi.

 

Selain itu, kedua negara juga bertukar pandangan terkait berbagai isu regional dan global, termasuk situasi di Timur Tengah, Laut Cina Selatan, serta respons terhadap Korea Utara. PM Takaichi menegaskan bahwa kerja sama erat antara Indonesia dan Jepang menjadi penting, terutama dalam menjaga stabilitas kawasan dan ketahanan energi global.

Baca juga:  Presiden Prabowo Bertolak ke Sydney untuk Lakukan Kunjungan Kenegaraan Sehari

 

“Dari sudut pandang keamanan energi, kedua negara kita menegaskan untuk bekerja sama secara erat,” tuturnya.

 

Lebih lanjut, PM Takaichi menyampaikan apresiasi atas solidaritas Indonesia, termasuk peringatan tahunan di Sumatra terhadap bencana Gempa Bumi Besar Jepang Timur. PM Takaichi menekankan pentingnya memperkuat komunikasi antar pemimpin kedua negara sebagai fondasi hubungan jangka panjang.

 

“Dengan komunikasi yang semakin erat antara para pemimpin dan Menteri Luar Negeri, kemitraan komprehensif dan strategis kedua negara kita yang didukung oleh ikatan dari hati ke hati akan semakin dikembangkan,” tutup PM Takaichi.(*)

 

 

Sumber : (BPMI Setpres)

Berita Terkait

FIFA Puji Penyelenggaraan FIFA Series 2026 di Jakarta, Soroti Profesionalisme Indonesia
Komisi III Buka Bahasan RUU Jabatan Hakim, Kedepankan Partisipasi Publik
Diikuti 14 Klub, Kompetisi Sepak Bola Liga 4 Piala Gubernur Banten 2026 Resmi Dibuka
Harus Evaluasi Misi Internasional TNI, Tarik Pasukan di Wilayah Risiko Tinggi
Haru dan Bangga, Diaspora Indonesia Sambut Kedatangan Presiden Prabowo di Tokyo
Ajang Silaturahmi Kesenian Jaranan 1447 H/2026 M Berlangsung Meriah, Bupati Parosil Mabsus Apresiasi Pelestarian Budaya
Mendag Tinjau Ketersediaan dan Harga Bapok di Pasar Minggu, Jakarta
Negara Abaikan Amanat Konstitusi, Firman Soebagyo Usulkan RUU Perlindungan Guru
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:52 WIB

FIFA Puji Penyelenggaraan FIFA Series 2026 di Jakarta, Soroti Profesionalisme Indonesia

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:36 WIB

Komisi III Buka Bahasan RUU Jabatan Hakim, Kedepankan Partisipasi Publik

Senin, 30 Maret 2026 - 12:07 WIB

Diikuti 14 Klub, Kompetisi Sepak Bola Liga 4 Piala Gubernur Banten 2026 Resmi Dibuka

Senin, 30 Maret 2026 - 11:54 WIB

Harus Evaluasi Misi Internasional TNI, Tarik Pasukan di Wilayah Risiko Tinggi

Senin, 30 Maret 2026 - 11:49 WIB

Haru dan Bangga, Diaspora Indonesia Sambut Kedatangan Presiden Prabowo di Tokyo

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:21 WIB

Ajang Silaturahmi Kesenian Jaranan 1447 H/2026 M Berlangsung Meriah, Bupati Parosil Mabsus Apresiasi Pelestarian Budaya

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:16 WIB

Mendag Tinjau Ketersediaan dan Harga Bapok di Pasar Minggu, Jakarta

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:09 WIB

Negara Abaikan Amanat Konstitusi, Firman Soebagyo Usulkan RUU Perlindungan Guru

Berita Terbaru