Wamenkeu Suahasil : Transisi Energi Rendah Karbon Peluang Pembangunan Masa Depan

- Editorial Team

Kamis, 20 Februari 2025 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS)  –  Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan, transisi energi menuju ekonomi rendah karbon harus dilakukan sekaligus merupakan peluang pembangunan di masa depan. Hal ini disampaikan dalam Public Lecture yang mengusung topik Energy Transition Towards a Low Carbon Economy di Jakarta pada Rabu (19/02).

“Hal ini bukan sekedar suatu keharusan namun merupakan peluang untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, merupakan peluang untuk memastikan bahwa masyarakat kita mendapatkan energi yang layak, dan juga merupakan peluang untuk memastikan bahwa kita dapat tumbuh bersama secara merata di seluruh Indonesia,” ungkap Wamenkeu.

Transisi energi ini juga menjadi bentuk komitmen Indonesia memenuhi agenda perubahan iklim global dengan dua janji kepada dunia. Pertama, mencapai Nationally Determined Contribubiton (NDC) sesuai Paris Agreement, yang saat ini terus disempurnakan. Kedua, Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Namun di sisi lain, Wamenkeu mengatakan Indonesia masih banyak mengandalkan sektor heavy carbon dengan kekayaan sumber daya alam seperti batu bara. Indonesia perlu menyediakan energi yang ramah lingkungan dengan cukup dan berkualitas serta murah dan berkelanjutan untuk bisa terjangkau oleh masyarakat.

“Oleh karena itu, sangat penting untuk menetapkan langkah hal yang dapat kita lakukan. Kami ingin menyediakan energi bagi rakyat kami, kami ingin menyediakan listrik bagi rakyat kami, kami ingin memberikan kesejahteraan kepada rakyat kami. Kita harus melakukannya secara berkelanjutan dimulai dari kondisi saat ini. Ini tidak akan mudah, tapi kami melakukan apa yang telah kami tetapkan,” jelas Wamenkeu.

Baca juga:  RUU HPI Jadi Solusi Hadapi Dinamika Konektivias Masyarakat Indonesia dengan Negara Lain

Indonesia telah mendorong kerja sama dalam skala global dengan membentuk Energy Transition Mechanism (ETM). Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan juga telah melakukan penandaan climate budget tagging yang bisa menelusuri jumlah anggaran negara yang digunakan untuk mitigasi perubahan iklim.

Wamenkeu melanjutkan, Indonesia juga mengajukan beberapa inisiatif lain dengan membangun pasar pertukaran karbon. Karbon adalah area baru yang memungkinkan agenda perubahan iklim Indonesia bisa maju.

Baca juga:  Ketua DPC PWRI Kota Bandar Lampung Dukung Perluasan Wilayah, 8 Desa Lampung Selatan Masuk Kota Bandar Lampung.

Sejak diluncurkan pada September 2023, bursa karbon Indonesia telah memperdagangkan 1,5juta ton karbon. Wamenkeu meyakini jumlah ini akan berlanjut karena Indonesia memiliki banyak potensi.

“Saat ini banyak orang yang datang ke Pemerintah meminta konsesi hutan untuk melestarikan pohon dan kemudian memanen kredit karbon. Ini adalah produk baru yang akan menjadi sangat penting di masa depan dalam cara kita mengelola pendanaan perubahan iklim. Mengapa? Sebab Indonesia merupakan salah satu dari sedikit negara di dunia yang masih memiliki hutan. Kita harus bisa memanfaatkan hutan kita sebagai jalan untuk mencapai tujuan tersebut,” pungkas Wamenkeu.(*)

 

 

 

Sumber : Kemenkeu RI

Berita Terkait

Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
Dugaan Pengalihan Pengelolaan Dana Revitalisasi Sekolah di Pesawaran Bergulir, Mahmuddin Minta Aparat Penegak Hukum Turun Tangan.
Satgas Pamtas Mobile Yonif 9 Marinir Dibawah Satgas Koops TNI Habema Dikabarkan Terlibat Kontak Tembak di Maybrat, Tumpas Tokoh Utama OPM Kodap IV Sorong Raya. 
Sidak SPBU di Lampung, Stok Pertalite dan Biosolar Dipastikan Aman
Pasokan Pertalite dan Biosolar Menuju Kota Metro, Pertamina Pastikan Stok Tak Terputus
Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter, UKM PIК-M-SAHABAT UIN Raden Intan Lampung Gelar Pelatihan Pendidik dan Konselor Sebaya.
Keributan Kejuaraan Karate di GOR Siger Way Halim Berujung Laporan Polisi, Perkara Masuk Tahap Penyidikan.
Bandar Lampung Masuk Peringkat 395 Kota Dunia dalam Global Cities Index 2026

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WIB

SMPN 1 KATIBUNG BORONG TROPI DI LOMBA DRUMBAND TINGKAT KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Dukung Program Kapolri, Polda Lampung Razia Tempat Hiburan Malam, 6 Pengunjung Positif Narkoba

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Sekda Lampung Timur Lantik 90 ASN, Dorong Peningkatan Pelayanan Publik dan Inovasi Daerah

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:58 WIB

Dukung Pembangunan Rumah Ibadah, Ketua DPRD Lampung Selatan Salurkan Bantuan untuk Masjid Taqwa Natar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:31 WIB

Satgas Pamtas Mobile Yonif 9 Marinir Dibawah Satgas Koops TNI Habema Dikabarkan Terlibat Kontak Tembak di Maybrat, Tumpas Tokoh Utama OPM Kodap IV Sorong Raya. 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Sidak SPBU di Lampung, Stok Pertalite dan Biosolar Dipastikan Aman

Selasa, 6 Oktober 2026 - 01:52 WIB

Pasokan Pertalite dan Biosolar Menuju Kota Metro, Pertamina Pastikan Stok Tak Terputus

Berita Terbaru