Presiden Prabowo: Bangsa Maju Lahir dari Elite yang Bersatu, Bukan yang Terpecah

- Editorial Team

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi antarelemen elite nasional merupakan salah satu kunci keberhasilan pembangunan bangsa atau nation building. Pembangunan bangsa, menurut Presiden, merupakan proses panjang dan berat yang membutuhkan pengerahan seluruh kekuatan serta sumber daya nasional.

Hal tersebut disampaikan Presiden dalam pertemuan dengan para pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah dari seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (31/07/2026).

“Masalah nation building, masalah pembangunan bangsa memang adalah proses yang sangat panjang, sangat berat. Dan dalam proses ini, sejarah peradaban manusia mengajarkan kepada kita bahwa ekonomi tidak bisa dipisahkan dari politik, dari budaya, dari bahkan dari agama,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa pembangunan bangsa bersifat lintas sektor. Oleh karena itu, seluruh kekuatan bangsa harus dapat dihimpun dan dipersatukan agar setiap sumber daya yang dimiliki Indonesia dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan rakyat.

“Bahwa pembangunan suatu bangsa adalah pembangunan lintas sektor. Karena itu, nation building memerlukan kekuatan, kekuatan dari bangsa itu untuk bisa dikerahkan, untuk bisa dipersatukan, sehingga bangsa itu dapat memanfaatkan semua sumber daya yang ada di bangsa itu,” ungkapnya.

Kepala Negara pun mengajak seluruh pihak belajar dari perjalanan berbagai negara dalam sejarah peradaban manusia. Menurut Presiden, salah satu pembeda utama antara bangsa yang berhasil dan negara yang gagal adalah kemampuan para elitenya untuk bekerja sama.

“Yang terutama yang kita belajar adalah memang perlunya suatu sinergitas antara elite, perlunya ada kerja sama, kolaborasi. Semua bangsa yang berhasil elitenya bisa kerja sama. Semua negara yang gagal elitenya ribut,” tegas Presiden.

Baca juga:  Bapanas Terkendala Birokrasi, Legislator Desak Penguatan Kelembagaan dan Regulasi

Presiden menyebut elite bangsa tidak hanya terbatas pada unsur politik dan ekonomi. Elite nasional juga mencakup para pemimpin di bidang intelektual, agama, budaya, seni, dunia usaha, hingga kalangan pekerja.

“Apa yang kita maksud dari elite? Elite adalah unsur pimpinan. Jadi elite bangsa adalah elite politik, elite ekonomi, elite intelektual, elite agama, elite budaya, elite seni, elite produsen, elite buruh,” tuturnya.

Menurut Presiden, pengalaman sejarah telah memberikan gambaran yang jelas bahwa pertentangan berkepanjangan di antara para elite akan menghambat kemajuan sebuah negara. Karena itu, semua unsur pimpinan bangsa perlu mengedepankan kepentingan bersama di atas perbedaan masing-masing.

Baca juga:  Forestry Interim Secretariat ITPC Tekankan Pentingnya Restorasi Gambut sebagai Fondasi FOLU Net Sink 2030 dalam Dialogue Session di COP30

Pada kesempatan tersebut, Presiden turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kabinet Merah Putih dan Kadin Indonesia yang sejak awal pemerintahannya telah menunjukkan komitmen untuk bekerja sama dan berjuang bersama pemerintah demi kepentingan bangsa dan negara.

“Saya sangat terima kasih. Saya sangat gembira saudara-saudara, dari awal pemerintah yang saya pimpin saudara menunjukkan niat ingin bekerja sama, dan ingin berjuang bersama untuk kebaikan seluruh bangsa dan negara,” pungkas Presiden.

Dengan semangat persatuan dan kolaborasi seluruh elemen bangsa, Presiden Prabowo meyakini Indonesia memiliki modal besar untuk mempercepat pembangunan, memperkuat daya saing, serta mewujudkan cita-cita Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.(*)

 

 

Sumber : (BPMI Setpres)

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan untuk Dukung Pemadaman Karhutla di Lampung
Anggaran Rehabilitasi Jalan BMBK Rp8,53 Miliar Disorot, LSM Penjara Indonesia Minta APH Telusuri Dugaan Tumpang Tindih dengan Kegiatan URC
Serang Polisi Pakai Sajam Residivis Curat Di Lumpuhkan Polres Lampung Tengah
Kurniasih Ingatkan TKA Jangan Jadi Beban Psikologis Siswa
Pasokan Pertalite Lampung Naik 11,7 Persen, Solar Bertambah 23 Persen
Santri Lampung Harus Naik Kelas: Kuasai Teknologi, Taklukkan Sains, Ciptakan Inovasi
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
Dugaan Pengalihan Pengelolaan Dana Revitalisasi Sekolah di Pesawaran Bergulir, Mahmuddin Minta Aparat Penegak Hukum Turun Tangan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan untuk Dukung Pemadaman Karhutla di Lampung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:38 WIB

Anggaran Rehabilitasi Jalan BMBK Rp8,53 Miliar Disorot, LSM Penjara Indonesia Minta APH Telusuri Dugaan Tumpang Tindih dengan Kegiatan URC

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Serang Polisi Pakai Sajam Residivis Curat Di Lumpuhkan Polres Lampung Tengah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Pasokan Pertalite Lampung Naik 11,7 Persen, Solar Bertambah 23 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Santri Lampung Harus Naik Kelas: Kuasai Teknologi, Taklukkan Sains, Ciptakan Inovasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Dugaan Pengalihan Pengelolaan Dana Revitalisasi Sekolah di Pesawaran Bergulir, Mahmuddin Minta Aparat Penegak Hukum Turun Tangan.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:31 WIB

Satgas Pamtas Mobile Yonif 9 Marinir Dibawah Satgas Koops TNI Habema Dikabarkan Terlibat Kontak Tembak di Maybrat, Tumpas Tokoh Utama OPM Kodap IV Sorong Raya. 

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Serang Polisi Pakai Sajam Residivis Curat Di Lumpuhkan Polres Lampung Tengah

Senin, 26 Okt 2026 - 12:05 WIB