Wamenkeu Juda Agung Tekankan Pentingnya Manajemen Risiko dan Adaptivitas di Tengah Ketidakpastian Global

- Editorial Team

Rabu, 1 April 2026 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menekankan pentingnya manajemen risiko, adaptivitas, dan koordinasi dalam menghadapi ketidakpastian global saat menghadiri Townhall Meeting dan Halalbihalal Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) di Gedung Frans Seda, Jakarta, pada Selasa (31/3).

Dalam sambutannya, Juda Agung mengapresiasi kinerja DJPPR sepanjang tahun 2025 yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan pembiayaan pemerintah dengan biaya yang tetap terjaga, meski di tengah tekanan global yang meningkat. Ia juga menyoroti keberhasilan penerbitan instrumen pembiayaan seperti dim sum bond di Hong Kong dan obligasi euro dengan hasil yang kompetitif.

Baca juga:  Dorong Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan, Bupati Parosil Ajak Gubernur Lampung Bermalam di Bukit Embun

Namun demikian, Juda mengingatkan bahwa kondisi global saat ini diwarnai ketidakpastian tinggi, termasuk ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang berdampak pada pasar keuangan. Tekanan tersebut tercermin pada kenaikan imbal hasil (yield) serta pelemahan nilai tukar rupiah yang memerlukan intervensi besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi kita memang hidup di dalam era yang penuh ketidakpastian dan risiko. Nah dihadapkan pada tantangan tersebut tentu saja kita kan gak bisa diam. Memang kita harus manajemen risiko, ini memang perlu decision making under uncertainty,” ujar Wamenkeu Juda.

Baca juga:  Presiden Lee Jae Myung Tegaskan Era Baru Kemitraan Indonesia– Republik Korea

Ia menjelaskan perbedaan antara risiko dan ketidakpastian. Risiko masih dapat diukur probabilitasnya, sementara ketidakpastian tidak. Oleh karena itu, dalam situasi yang tidak pasti, pemerintah perlu menyiapkan berbagai skenario sebagai dasar pengambilan kebijakan, termasuk dalam mengantisipasi pergerakan harga minyak dan dampaknya terhadap fiskal.

Meski menghadapi tekanan, Juda menyebut defisit anggaran masih diproyeksikan dapat dijaga di bawah batas 3 persen, meskipun berada pada level yang cukup ketat. Ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan dalam menjaga ruang fiskal agar tidak melampaui batas aman.

Selain itu, Juda menekankan pentingnya organisasi yang adaptif dan lincah (agile). Menurutnya, baik individu maupun institusi harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tanpa meninggalkan prinsip dasar seperti integritas.

Baca juga:  Panggil Menteri ATR, Presiden Prabowo: Perkuat Kebijakan Tata Ruang untuk Lindungi Sawah Nasional

“Fleksibilitas sangat penting selama tidak melanggar prinsip. Kita harus adaptif terhadap perubahan kebijakan dan lingkungan,” katanya.

Dalam aspek koordinasi, Juda mengingatkan agar tidak terjadi silo antarunit. Ia mendorong penguatan koordinasi internal Kementerian Keuangan maupun eksternal, termasuk dengan Bank Indonesia dan mitra lainnya. Ia menilai koordinasi fiskal dan moneter saat ini sudah berjalan dengan baik, khususnya dalam pengelolaan pembiayaan dan penerbitan surat utang negara.(*)

 

 

Sumber : Kemenkeu

Berita Terkait

Isu 2 Anggota DPRD Bandar Lampung Digerebek di Hotel, Pernyataan Ketua BK Yuhadi Dinilai Terlalu Dini.
Legislator: Kalimantan Sudah Seperti Setengah ‘Neraka’, Segera Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional
Abdullah Desak Ungkap Aktor Intelektual dan Telusuri Aliran Uang Sindikat Pemalsu Meterai
Temui Korban Gempa Bumi NTT, Menkeu dan Komisi XI DPR RI Pastikan Dukungan Terus Berlanjut
Sambut HUT RI ke-81, GRIB Jaya Pringsewu Bersama FOR-JIP dan LBH Ansor Gelar Donor Darah, Santunan dan Pentas Seni
Mafirion Tekankan Legalitas Pengelolaan Kebun Sitaan PKH
Di Tengah Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Presiden Prabowo Pimpin Doa bagi Warga Terdampak Bencana
Merah Putih Berkibar di Puncak Menara 74 Meter, Prajurit Puslatpurmar 8 Teluk Ratai Kobarkan Semangat Kemerdekaan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:21 WIB

Sambut HUT RI ke-81, GRIB Jaya Pringsewu Bersama FOR-JIP dan LBH Ansor Gelar Donor Darah, Santunan dan Pentas Seni

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Wabup Pringsewu Panen Raya Di Wonosari, Pemkab Terus Dukung Sektor Pertanian

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:25 WIB

Rp14,95 Miliar Disorot! GRIB Jaya Pringsewu Tantang Dinkes Buka Data: “Efisiensi Dimana? Surat Sudah Diterima, Kok Diam?”

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:41 WIB

Kurang dari 24 Jam, Dua Residivis Curanmor Dibekuk usai Gasak Motor Petani di Pringsewu

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:34 WIB

GRIB Jaya Pringsewu Soroti Anggaran Dinas Kesehatan 2025–2026, Surat Permohonan Informasi Tak Kunjung Dijawab: “Efisiensi Dimananya?”

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:48 WIB

Pemkab Pringsewu, Anggota DPD RI dan BPS Diskusi Bersama Terkait Sensus Ekonomi 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:17 WIB

Open Tournament Al-Jami’ Bulurejo Cup 2026 Resmi Dibuka, Hadiah Rp55 Juta dan Seluruh Keuntungan untuk Pembangunan Masjid.

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:44 WIB

402 Warga Pringsewu Terima Bantuan Program Intervensi Pengendalian Kerawanan Pangan

Berita Terbaru