Habib Idrus Soroti Pembiayaan Syariah dan Akses UMKM yang Belum Optimal

- Editorial Team

Rabu, 12 November 2025 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Anggota Komisi XI DPR RI, Habib Idrus Salim Aljufri, menyoroti tiga isu utama dalam kinerja Bank Indonesia (BI) yang perlu mendapatkan perhatian serius. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan Gubernur Bank Indonesia terkait Pengantar Rencana Anggaran Tahunan Bank Indonesia (RATBI) Tahun 2026 di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (12/11/2025).

 

“Pada kesempatan kali ini, ada tiga hal yang saya soroti. Yang pertama, pembiayaan syariah yang belum optimal. Pertumbuhannya hanya mencapai 7,55 persen, artinya di bawah target 8 sampai 11 persen,” ujar Habib Idrus.

 

Ia menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama belum optimalnya pembiayaan syariah adalah tingginya margin pembiayaan, keterbatasan likuiditas bank syariah, serta minimnya instrumen keuangan syariah yang likuid di pasar. Menurutnya, hal ini perlu menjadi perhatian Bank Indonesia agar sektor keuangan syariah bisa tumbuh lebih inklusif dan kompetitif.

 

“Yang saya lihat penyebab utamanya adalah margin pembiayaan yang masih tinggi, likuiditas bank syariah yang terbatas, dan belum banyak instrumen keuangan syariah yang kemudian likuid,” terang Politisi Fraksi PKS ini.

Baca juga:  Menteri Keuangan : Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Awal yang Baik

 

Selain itu, Habib Idrus juga menyoroti akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang masih terbatas. Berdasarkan data yang diterimanya, realisasi fasilitasi pembiayaan baru mencapai sekitar Rp869 miliar dari target Rp1,1 triliun. “Banyak UMKM yang belum bankable karena keterbatasan agunan, literasi keuangan yang rendah, dan proses pembiayaan yang masih sangat rumit,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, ia juga menyoroti adanya kesenjangan antara stabilitas sistem keuangan nasional dengan akses ekonomi riil di lapangan. Meski BI berhasil menjaga stabilitas moneter dan mendorong digitalisasi sistem pembayaran, dampaknya dinilai belum sepenuhnya terasa di sektor riil, terutama bagi pelaku ekonomi kecil.

Baca juga:  Wacana WFH bagi ASN untuk Efisiensi BBM Jangan Kurangi Efektivitas Pelayanan Publik

 

“Meskipun BI berhasil menjaga stabilitas moneter dan digitalisasi sistem pembayaran, tapi sepertinya belum sepenuhnya terasa di sektor riil. Ada lag di sini, ada gap antara kekuatan sistem keuangan dan kebutuhan pelaku ekonomi kecil di lapangan,” ujarnya.

 

Di akhir pernyataannya, Habib Idrus menegaskan bahwa ketiga isu tersebut perlu mendapatkan penjelasan dan langkah konkret dari Bank Indonesia agar kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan benar-benar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.(*)

 

 

Sumber : PARLEMENTARIA

Berita Terkait

Kurniasih Ingatkan TKA Jangan Jadi Beban Psikologis Siswa
Pasokan Pertalite Lampung Naik 11,7 Persen, Solar Bertambah 23 Persen
Santri Lampung Harus Naik Kelas: Kuasai Teknologi, Taklukkan Sains, Ciptakan Inovasi
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
Dugaan Pengalihan Pengelolaan Dana Revitalisasi Sekolah di Pesawaran Bergulir, Mahmuddin Minta Aparat Penegak Hukum Turun Tangan.
Satgas Pamtas Mobile Yonif 9 Marinir Dibawah Satgas Koops TNI Habema Dikabarkan Terlibat Kontak Tembak di Maybrat, Tumpas Tokoh Utama OPM Kodap IV Sorong Raya. 
Sidak SPBU di Lampung, Stok Pertalite dan Biosolar Dipastikan Aman
Pasokan Pertalite dan Biosolar Menuju Kota Metro, Pertamina Pastikan Stok Tak Terputus

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Fasum Griya Sukarame Dipatok, Legalitas Revisi Site Plan Pengembang Dipertanyakan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter, UKM PIК-M-SAHABAT UIN Raden Intan Lampung Gelar Pelatihan Pendidik dan Konselor Sebaya.

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 01:01 WIB

Keributan Kejuaraan Karate di GOR Siger Way Halim Berujung Laporan Polisi, Perkara Masuk Tahap Penyidikan.

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Bandar Lampung Masuk Peringkat 395 Kota Dunia dalam Global Cities Index 2026

Sabtu, 26 September 2026 - 06:10 WIB

DPC PWRI Bandar Lampung Dorong Polresta Tuntaskan Penanganan Dugaan Kasus Minyak Kita

Minggu, 20 September 2026 - 12:36 WIB

Proyek Tanggul Way Katibung-Way Sulan Dilaporkan LSM ISC-MAJAS ke Kejati Lampung Hingga Surati BBWS

Selasa, 15 September 2026 - 05:31 WIB

MAHASISWA UIN RADEN INTAN LAMPUNG RAIH JUARA DUTA GENRE PROVINSI LAMPUNG 2026.

Sabtu, 12 September 2026 - 00:24 WIB

Hadir di Layar, Absen di Kursi: Polemik Zoom di Paripurna DPRD Lampung.

Berita Terbaru

Nasional

Kurniasih Ingatkan TKA Jangan Jadi Beban Psikologis Siswa

Senin, 26 Okt 2026 - 11:30 WIB