Di PENAS XVII, Presiden Prabowo Tinjau Teknologi Pertanian Modern untuk Perkuat Swasembada Pangan

- Editorial Team

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Presiden Prabowo Subianto meninjau Teknologi Budidaya Padi Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS) serta area Gelar Teknologi yang menampilkan berbagai inovasi di bidang pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, dan teknologi pendukung swasembada pangan. Peninjauan tersebut dilakukan dalam rangkaian acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu (24/06/2026).

 

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo melihat langsung penerapan teknologi budidaya padi dengan pendekatan pertanian modern yang mengedepankan peningkatan produktivitas, efisiensi, serta penguatan ketahanan pangan nasional. Teknologi PM-AAS menjadi salah satu inovasi yang ditampilkan sebagai bagian dari upaya transformasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dalam keterangannya usai peninjauan, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang dikembangkan di sektor pertanian. Presiden menilai capaian teknologi pertanian saat ini bersifat revolusioner.

Baca juga:  Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia

 

“Saya kira banyak sekali inovasi, teknologi baru, teknik-teknik baru yang dikembangkan oleh masyarakat pertanian dipimpin Menteri Pertanian hasilnya sangat, menurut saya cukup revolusioner. Yang tadinya menghasilkan 5 ton gabah, sekarang bisa 10 ton lebih, 12 ton. Kalau begitu kan naik 100 persen produktivitas kita,” ucap Presiden.

 

Presiden menegaskan optimisme bahwa Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, bahkan menuju posisi sebagai lumbung pangan dunia. Kepala Negara juga menekankan pentingnya keberlanjutan sistem pertanian serta peningkatan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan teknologi yang terus dikembangkan.

 

“Saya kira tidak lama lagi kita bisa jadi lumbung padi dunia. Kita bisa bantu banyak negara. Tapi intinya sekarang kita bersyukur, kita jaga. Ini tidak boleh fenomena satu tahun, dua tahun, harus sistem yang berkelanjutan. Petani kita harus hidup dengan baik, teknologi harus kita belajar secepat mungkin,” tuturnya.

Baca juga:  Soroti Audit Tata Ruang Pariwisata Nasional dan Standar Keselamatan Wisata

 

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya penguatan seluruh rantai produksi pangan melalui strategi intensifikasi, ekstensifikasi, dan hilirisasi untuk meningkatkan kualitas dan keberagaman hasil pertanian nasional.

 

“Jadi yang kita produksi nanti kualitasnya sangat baik. Tidak hanya beras, tidak hanya jagung, tapi singkong, gula, kedelai, semua, sorgum, sagu. Ini semua karunia dari Maha Kuasa. Lahan kita cukup, tanah kita bagus, tinggal pengairan nanti kita bisa atur. Kita juga bersyukur kita sudah punya teknologinya,” jelas Presiden.

 

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyampaikan optimisme terhadap perkembangan sektor pertanian nasional yang dinilai makin kuat dan menjadi fondasi penting ketahanan negara.

Baca juga:  Presiden Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30–200 GT, Dukung Daya Saing Perikanan Tanpa Bebani APBN

 

“Saya kira saya sangat bahagia kita lihat perkembangan ini, kita optimis ini. Semua negara besar, negara kuat itu back up-nya, landasannya adalah pertanian yang kuat. Produksi pangan aman, kita menghadapi banyak tantangan kita aman,” ujarnya.

 

Terkait pemerataan penerapan teknologi pertanian, Presiden Prabowo menegaskan bahwa inovasi yang ada akan terus disosialisasikan dan diterapkan secara luas hingga ke seluruh daerah di Indonesia.

 

“Ini kita ingin supaya disosialisasikan, diajarkan ke semua daerah. Kita mau tiap desa bisa swasembada, tiap kecamatan swasembada, tiap kabupaten swasembada, tiap provinsi swasembada minimal. Kalau bisa provinsi produksi untuk eskpor, produksi untuk ke tempat lain. Ini kita punya strategi ke depan,” ucap Presiden.(*)

 

 

Sumber : (BPMI Setpres)

Berita Terkait

DPC PWRI Bandar Lampung Dorong Polresta Tuntaskan Penanganan Dugaan Kasus Minyak Kita
Pertamina dan Polres Lamtim Pantau Antrean Biosolar dan Pertalite di SPBU Metro Kibang
Pertamina Operasikan 6 SPBU BBM Satu Harga di Lampung Barat, Cek Lokasinya
Polres Metro Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Seorang Pria Diamankan
RUU HPI Jadi Solusi Hadapi Dinamika Konektivias Masyarakat Indonesia dengan Negara Lain
MAHASISWA UIN RADEN INTAN LAMPUNG RAIH JUARA DUTA GENRE PROVINSI LAMPUNG 2026.
Presiden Prabowo: Peran BRICS Perkuat Suara Global South Bentuk Masa Depan Dunia
Hadir di Layar, Absen di Kursi: Polemik Zoom di Paripurna DPRD Lampung.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 06:10 WIB

DPC PWRI Bandar Lampung Dorong Polresta Tuntaskan Penanganan Dugaan Kasus Minyak Kita

Jumat, 25 September 2026 - 09:03 WIB

Pertamina dan Polres Lamtim Pantau Antrean Biosolar dan Pertalite di SPBU Metro Kibang

Jumat, 25 September 2026 - 02:49 WIB

Danyonif 9 Marinir Resmikan Bantuan Bedah Rumah di Desa Paya, Wujud Kepedulian kepada Masyarakat.

Selasa, 22 September 2026 - 08:24 WIB

SOBAT Rayakan Anniversary ke-6 di Dragon Waterpark Lampung Selatan, Pererat Persaudaraan Pecinta Adventure Trail

Selasa, 22 September 2026 - 06:20 WIB

Pertamina Operasikan 6 SPBU BBM Satu Harga di Lampung Barat, Cek Lokasinya

Sabtu, 19 September 2026 - 12:02 WIB

Polres Metro Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Seorang Pria Diamankan

Sabtu, 19 September 2026 - 11:50 WIB

Raperda Perubahan APBD 2026 Disetujui, Bupati Ela Dorong Percepatan Program dan Pelayanan Publik

Rabu, 16 September 2026 - 01:12 WIB

Gugatan Dinyatakan Tidak Dapat Diterima di PN Kota Agung, Anipudin dan Sriati Sampaikan Terima Kasih kepada LBH Ansor Pringsewu dan Tim Kuasa Hukum.

Berita Terbaru