Evaluasi Kinerja BUMN Karya Demi Kepastian Layanan Publik dan Keberlanjutan Proyek Infrastruktur

- Editorial Team

Senin, 17 November 2025 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Komisi VI DPR RI menegaskan bahwa konsolidasi dan keberlanjutan BUMN karya pada 2024–2025 menjadi kepentingan publik yang mendesak. Hal itu mengingat perusahaan-perusahaan pelat merah sektor konstruksi memegang peran vital dalam pembangunan infrastruktur nasional.

 

Menurut Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto, keberadaan BUMN karya tersebut memiliki arti penting. Hal itu sebab industri konstruksi masih menghadapi tantangan struktural yang dapat berdampak langsung pada kelancaran pembangunan dan pelayanan publik di berbagai daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Hal ini disampaikannya dalam agenda Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR bersama jajaran direksi PT Nindya Karya dan PT Brantas Abipraya, Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (17/11/2025).

Baca juga:  Tragedi Batam: Wabup Mad Hasnurin Datangi Rumah Duka Dwi Putri, Berikan Dukungan Keluarga Korban Dugaan Penganiayaan di Kepulauan Riau

 

“Tahun 2024 menjadi periode konsolidasi bagi banyak BUMN karya, termasuk Nindya Karya dan Brantas Abipraya. Kinerja keduanya menunjukkan perkembangan yang patut dicatat, baik dari sisi pendapatan, laba maupun kapasitas mengamankan nilai tender dan portofolio proyek,” ujar Adisatrya.

 

Perlu diketahui, rapat ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap BUMN agar pembangunan infrastruktur nasional berjalan efektif, beban fiskal negara tetap terkendali, dan layanan publik tetap dapat dinikmati masyarakat secara berkelanjutan.

 

Namun memasuki tahun 2025, katanya, sektor konstruksi berhadapan dengan dinamika baru berupa efisiensi anggaran pemerintah, persaingan yang semakin ketat, serta kebutuhan memperkuat efisiensi operasional dan likuiditas perusahaan. Oleh karena itu, Komisi VI DPR menilai evaluasi semester I 2025 menjadi momentum penting untuk memastikan fondasi perbaikan di 2024 benar-benar berlanjut.

Baca juga:  Presiden Prabowo Terima Apresiasi Raja Abdullah II atas Komitmen Indonesia pada Solusi Dua Negara

 

Dirinya pun menegaskan bahwa Komisi VI DPR memerlukan penjelasan menyeluruh mengenai kondisi kedua BUMN tersebut, mulai dari kinerja keuangan, realisasi proyek, tingkat keberhasilan tender, hingga penyelesaian kewajiban kepada mitra dan subkontraktor, yang selama ini menjadi titik sensitif dalam ekosistem konstruksi nasional.

 

“Ini penting untuk menjaga kepercayaan industri dan memastikan tidak ada pihak yang dirugikan,” kata Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Baca juga:  Persiapkan Generasi Indonesia Emas 2045, Wakil Bupati Tubaba Buka LDK Batara di SMAN 2 Tumijajar

 

Selain evaluasi jangka pendek, Komisi VI DPR juga meminta kedua perusahaan memaparkan peta jalan pengembangan usaha untuk 2026, termasuk strategi bisnis, rencana diversifikasi, hingga pola mitigasi risiko di tengah tekanan industri.

 

Maka dari itu, ia menekankan bahwa aksi korporasi BUMN karya, baik internal seperti efisiensi, inovasi, dan tata kelola, maupun eksternal seperti kerja sama strategis dan reposisi bisnis, harus dirancang untuk menjamin keberlanjutan usaha sekaligus kemampuan perusahaan menjalankan mandat pembangunan nasional.(*)

 

 

Sumber : PARLEMENTARIA

Berita Terkait

Urban Style Lampung Gelar Sahur On The Road, Bagikan Makanan kepada Warga dan Pengguna Jalan di Pringsewu.
Baju Lebaran Tak Terpakai di Hari Raya, Duka Abizar dan Luka Layanan Kesehatan di Kota Bandar Lampung
Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Gobang VII Yonif 9 Marinir Angkatan Laut Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan dan Pelatihan PBB kepada Pelajar di Maybrat
Menpora Erick Optimistis Men’s Volleyball Champions League 2026 Dorong Perkembangan Sport Industry Indonesia
Menhub Dudy Tinjau Tiga Pelabuhan di Wilayah Banten, Pastikan Penyeberangan Jawa – Sumatera Lancar Jelang Arus Mudik
Ekosistem Pendidikan Tinggi Harus Sehat Tak Boleh Bersaing Secara Kuantitas
Harapan Pulang Kampung yang Terjawab di Mudik Gratis SAFA 2026 Fauzi Amro
Menpora Erick dan Wamenpora Taufik Hadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:29 WIB

Dorong Pemerataan Ekonomi, Pemkab Tubaba Fasilitasi Percepatan Program Kebun Masyarakat Perusahaan Perkebunan

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:09 WIB

Bupati Tubaba Terima Audiensi Kepala BPS: Sinergi Data untuk Pembangunan Berkelanjutan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:00 WIB

Percepat Pelaporan Kinerja, Sekda Tubaba Pimpin Rapat Finalisasi LPPD 2025

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:31 WIB

Sat Reskrim Polres Tulang Bawang Barat Bersama Polsek Tumijajar Amankan Kakek Tiri Setubuhi Cucu di Bawah Umur

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:28 WIB

Sinergi Musrenbang Tubaba 2027: Gubernur Lampung dan Bupati Novriwan Jaya Perkuat Ketahanan Pangan hingga Hilirisasi Desa

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:01 WIB

Momen ‘Ramadan Bersedekah’, Nadirsyah Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan di Way Kenanga

Sabtu, 28 Februari 2026 - 13:06 WIB

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Pemkab Tubaba dan Bank Lampung Matangkan Program KUR Super Mikro

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:37 WIB

Safari Ramadan 1447 H, Bupati Tubaba Ajak Perkuat Gerakan Sedekah dan Kepedulian Lingkungan

Berita Terbaru

Kab Lampung Barat

Bupati Lampung Barat Percantik Taman di Hamtebiu

Senin, 16 Mar 2026 - 12:08 WIB