Hasil Rapat KSSK, Menkeu Purbaya: Kondisi Fiskal, Moneter, Sektor Keuangan Terjaga Sepanjang 2025

- Editorial Team

Rabu, 28 Januari 2026 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menilai kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan Indonesia sepanjang 2025 tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Berdasarkan rapat berkala KSSK pertama tahun 2026 yang telah dilaksanakan pada Jumat (23/1), kondisi tersebut didukung oleh koordinasi dan sinergi kebijakan yang kuat antarotoritas.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, memasuki Januari 2026, volatilitas pasar keuangan global sempat meningkat, terutama akibat ketegangan perdagangan dan geopolitik.

“Berdasarkan perkembangan tersebut, KSSK akan terus mencermati dan melakukan assessment forward looking terhadap kondisi perekonomian dan sektor keuangan di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut, sekaligus melakukan usaha mitigasi secara terkoordinasi, baik antarlembaga anggota KSSK maupun dengan kementerian atau lembaga lain,” ujar Menkeu dalam Konferensi Pers KSSK di Jakarta pada Senin (27/1).

Menkeu menjelaskan, perekonomian global masih menghadapi tantangan pada akhir 2025, dipengaruhi ketegangan perang dagang AS-Tiongkok dan penurunan suku bunga The Fed yang lebih agresif. The Fed memangkas Fed Funds Rate sebesar 50 basis poin pada triwulan IV/2025 ke kisaran 3,50-3,75 persen, seiring perlambatan ekonomi dan pelemahan pasar tenaga kerja AS.

Sementara itu, International Monetary Fund (IMF) dalam World Economic Outlook Januari 2026 merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,3 persen untuk 2025 dan 2026, lebih tinggi dibandingkan proyeksi Oktober 2025.

Baca juga:  Ini Lima Fokus Penekanan Kemenag terkait Program Siaran Keagamaan Ramadan 2025

Di tengah dinamika global tersebut, Menkeu menyampaikan perekonomian Indonesia tetap menunjukkan kinerja yang solid. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV/2025 diperkirakan lebih tinggi, ditopang oleh kenaikan permintaan domestik, membaiknya keyakinan pelaku ekonomi, serta dukungan stimulus fiskal dan moneter.

“Pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2025 diperkirakan berada di sekitar 5,2 persen. Sementara pada tahun 2026, pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat menjadi 5,4 persen ditopang kenaikan permintaan domestik, sejalan dengan berbagai sinergi kebijakan dari pemerintah dan lembaga anggota KSSK lainnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Menkeu.

APBN menjalankan peran strategis sebagai shock absorber di tengah tekanan global dan moderasi harga komoditas. Hingga akhir 2025, realisasi belanja negara mencapai Rp3.491,4 triliun atau 95,3 persen dari APBN yang digunakan untuk menjaga daya beli masyarakat dan dunia usaha, mendorong konsumsi dalam negeri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Sementara, pendapatan negara tercatat Rp2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari target. Defisit APBN tercatat sebesar Rp695,1 triliun atau 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). APBN terus dikelola secara kredibel dan berkelanjutan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Baca juga:  Presiden Prabowo Umumkan Pemberian THR dan Gaji ke-13 bagi 9,4 Juta Aparatur Negara

“Dukungan APBN juga diperkuat dengan sinergi kebijakan bersama BI, OJK, dan LPS,” ujar Menkeu. (*)

 

 

Sumber : Kemenkeu

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan untuk Dukung Pemadaman Karhutla di Lampung
Anggaran Rehabilitasi Jalan BMBK Rp8,53 Miliar Disorot, LSM Penjara Indonesia Minta APH Telusuri Dugaan Tumpang Tindih dengan Kegiatan URC
Serang Polisi Pakai Sajam Residivis Curat Di Lumpuhkan Polres Lampung Tengah
Kurniasih Ingatkan TKA Jangan Jadi Beban Psikologis Siswa
Pasokan Pertalite Lampung Naik 11,7 Persen, Solar Bertambah 23 Persen
Santri Lampung Harus Naik Kelas: Kuasai Teknologi, Taklukkan Sains, Ciptakan Inovasi
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
Dugaan Pengalihan Pengelolaan Dana Revitalisasi Sekolah di Pesawaran Bergulir, Mahmuddin Minta Aparat Penegak Hukum Turun Tangan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan untuk Dukung Pemadaman Karhutla di Lampung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:38 WIB

Anggaran Rehabilitasi Jalan BMBK Rp8,53 Miliar Disorot, LSM Penjara Indonesia Minta APH Telusuri Dugaan Tumpang Tindih dengan Kegiatan URC

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Serang Polisi Pakai Sajam Residivis Curat Di Lumpuhkan Polres Lampung Tengah

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Bupati Lampung Barat Dampingi Reses Komisi V DPR RI Tinjau Proyek Kotaku di Pajar Bulan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Pasokan Pertalite Lampung Naik 11,7 Persen, Solar Bertambah 23 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Santri Lampung Harus Naik Kelas: Kuasai Teknologi, Taklukkan Sains, Ciptakan Inovasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WIB

SMPN 1 KATIBUNG BORONG TROPI DI LOMBA DRUMBAND TINGKAT KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Dukung Program Kapolri, Polda Lampung Razia Tempat Hiburan Malam, 6 Pengunjung Positif Narkoba

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Serang Polisi Pakai Sajam Residivis Curat Di Lumpuhkan Polres Lampung Tengah

Senin, 26 Okt 2026 - 12:05 WIB

Nasional

Kurniasih Ingatkan TKA Jangan Jadi Beban Psikologis Siswa

Senin, 26 Okt 2026 - 11:30 WIB