Komisi VI Dorong Kemandirian Baja Nasional, Tekan Ketergantungan Impor Bahan Baku

- Editorial Team

Selasa, 25 November 2025 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) –  Komisi VI DPR RI menegaskan komitmennya untuk membangkitkan kembali kemandirian industri baja nasional dengan memperkuat kapasitas bahan baku dalam negeri. Penegasan ini didorong oleh kondisi aktual yang menunjukkan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bijih besi, coking coal, hingga scrap baja yang masih belum mampu dipenuhi oleh industri pengolahan nasional.

Upaya diwujudkan melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) pada Selasa (25/11/2025) di Gedung Nusantara I, Jakarta. Pertemuan ini secara khusus difokuskan potensi dan eksplorasi bahan baku baja di Indonesia dengan menghadirkan pakar dan praktisi dari Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia, Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia, serta Ikatan Alumni Teknik Geologi ITB.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto dalam forum ini menegaskan bahwa industri baja adalah fondasi utama pembangunan nasional karena menopang hampir seluruh sektor strategis seperti konstruksi, manufaktur, pertahanan, energi, hingga alat transportasi. Ia menekankan bahwa tanpa kemandirian industri baja, berbagai program hilirisasi dan pembangunan prioritas nasional akan terhambat.

“Bahkan proyek-proyek prioritas nasional seperti hilirisasi industri, logam, dan pembangunan rantai pasok strategis lainnya sangat bergantung pada stabilitas dan ketersediaan industri baja nasional,” ujarnya saat membuka rapat.

Ironisnya, ketergantungan pada impor masih sangat tinggi. Data menunjukkan Indonesia masih bergantung pada impor hingga 92 persen bijih besi, 81 persen coking coal, serta sebagian besar scrap baja.

Kondisi ini menimbulkan risiko serius, mulai dari biaya logistik yang mahal, fluktuasi harga global, hingga melemahnya daya saing industri hilir seperti otomotif, alat berat, perkapalan, dan pertahanan. Karena itu Komisi VI menilai diperlukan langkah korektif berbasis riset dan teknologi.

“Komisi VI DPR RI berharap memperoleh masukan yang komprehensif mengenai kondisi bahan baku baja nasional, terutama terkait tingginya ketergantungan impor dan tantangan kualitas mineral lokal yang belum memenuhi kebutuhan industri modern,” tambah politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu.

Ia menjelaskan bahwa aspirasi dari pelaku usaha terus masuk ke DPR, baik dari Krakatau Steel maupun asosiasi industri, yang menyampaikan kekhawatiran atas membanjirnya produk baja impor. Menurutnya, perumusan kebijakan ke depan harus berpijak pada ketersediaan bahan baku dalam negeri agar industri baja tidak hanya bertahan tetapi juga mampu meningkatkan daya saing global.

Baca juga:  Kemenpora Perkuat Sinergi Pusat-Daerah dalam Pembangunan Kepemudaan di Kalbar

“Untuk itu kami ingin juga mendapat masukan dari segi kesiapan raw materials itu bagaimana ke depan ini? Karena tentu industri yang se-strategis baja ini harus kita kelola supaya memperkuat daya saing industri, bukan hanya baja tapi juga turunannya,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama Anggota Komisi VI DPR RI, Rizal Bawazier menegaskan bahwa persoalan impor baja telah mencapai titik jenuh sehingga pemerintah harus segera bergerak berdasarkan rekomendasi konkret. Menurutnya, solusi yang diusulkan dunia akademik dan profesi harus menjadi dasar perumusan arah kebijakan negara.

“Sebenarnya solusinya apa? Yang kemudian bisa direkomendasikan dari DPR ke pemerintah itu apa? Harus eksplorasi lagi di daerah sini-sini-sini atau seperti apa? Nah ini yang diperlukan oleh kami supaya kita bisa menyelesaikan impor bahan baku ini,” katanya.

Baca juga:  Pertemuan Wamendag RI dengan Ibu Negara Pakistan

Sejumlah masukan strategis disampaikan dari para ahli dalam forum tersebut. Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia menilai industri baja harus dijaga keberlanjutannya sebagai tulang punggung pembangunan nasional. Namun kemandirian masih lemah akibat rendahnya ketersediaan bahan baku lokal seperti bijih besi, coking coal, dan scrap baja, serta terbatasnya kemampuan menghasilkan produk baja bernilai tambah tinggi (HVA).

Untuk memperkuat industri baja, para ahli merekomendasikan peningkatan kapasitas produksi HVA melalui modernisasi teknologi pabrik, reorientasi proses yang lebih efisien, serta penguatan rantai pasok melalui aliansi global.

Mereka juga mendorong pendayagunaan pasir besi, investasi teknologi baja khusus (special steel), serta memperkuat akses bahan baku dan energi kompetitif guna memperkuat daya saing nasional. Sedangkan Ikatan Ahli Geologi Indonesia menilai perlu pematangan aktivitas hilir dengan memastikan potensi bijih besi hulu indonesia dapat digunakan secara maksimal.(*)

 

 

Sumber : PARLEMENTARIA

Berita Terkait

Menpora Erick Teken MoU dengan Mendiktisaintek Brian, Bersinergi Dukung Student Athlete dan Pengelolaan Fasilitas Olahraga di Perguruan Tinggi
Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia
Aparat Hukum Diminta Kesiapannya Terapkan KUHP-KUHAP Baru
Bersih-Bersih Tambang di Kawasan Hutan, Presiden Prabowo Perintahkan Eksekusi Cepat
Perkuat Sinergi dan Bahas Isu Strategis, Pemkab Pesawaran Gelar Rakor dan Halal Bihalal Kepala Desa
Kebijakan SMA Gratis di Lampung Tunjukkan Keberpihakan Pemda terhadap Akses Pendidikan
Presiden Prabowo dan Presiden Macron Sepakati Penguatan Kemitraan Indonesia–Prancis
Dorong Industri Baterai EV, Bersiap Perkuat Energi Bersih Nasional

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 12:46 WIB

Pria Beristri di Bandar Lampung Ditangkap Usai Setubuhi Remaja 15 Tahun

Kamis, 16 April 2026 - 12:18 WIB

Gadai Mobil Kantor, Karyawan dan Istri Siri di Lampung Ditangkap Polisi

Rabu, 15 April 2026 - 12:02 WIB

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana Sambut Kunjungan Wamenkes Dan Wamendagri RI Di Puskesmas Wayhalim, Tinjau Program Penanggulangan TBC

Jumat, 10 April 2026 - 11:54 WIB

Pemerintahan Kota Bandar Lampung Lantik 75 Guru PPPK Formasi 2025, Perkuat Kualitas Pendidikan di Daerah

Kamis, 9 April 2026 - 12:20 WIB

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana Respon Cepat Perbaiki Talud dan Jembatan

Rabu, 8 April 2026 - 12:29 WIB

Wali Kota Eva Dwiana Hadiri Studium General dan Pelantikan BEM U KBM Unila, Dorong Sinergi Mahasiswa untuk Pembangunan Daerah

Rabu, 8 April 2026 - 03:53 WIB

Ketum Partai Berkarya RI Konsolidasi dan Silaturahmi Bersama Pengurus DPW Lampung, Serahkan SK Kepengurusan.

Selasa, 7 April 2026 - 12:20 WIB

Walikota Eva Dwiana Audiensi Bersama Warga Perumahan Pujangga Alam

Berita Terbaru

Kota Bandar Lampung

Pria Beristri di Bandar Lampung Ditangkap Usai Setubuhi Remaja 15 Tahun

Sabtu, 18 Apr 2026 - 12:46 WIB

Kab Tulang Bawang Barat

Sekda Tubaba Tekankan Penguatan Komitmen dan Kolaborasi Tingkatkan Nilai SAKIP

Sabtu, 18 Apr 2026 - 12:40 WIB

Kab Pringsewu

Polisi Limpahkan 5 Pencuri Sapi ke Kejari Pringsewu, Siap Disidangkan

Jumat, 17 Apr 2026 - 12:42 WIB