Pasar Malam di Terminal Gadingrejo Pringsewu Tuai Kritik.Diduga Kegagalan Sistem dan Kebijakan, Izin Tetap Keluar, Dishub Bungkam?

- Editorial Team

Minggu, 13 Juli 2025 - 02:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar Malam di Terminal Gadingrejo Pringsewu Tuai Kritik.Diduga Kegagalan Sistem dan Kebijakan, Izin Tetap Keluar, Dishub Bungkam?

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Globalpewartasakti.com | Pringsewu(GPS).
Di balik keramaian dan geliat ekonomi mikro yang tercipta dari pasar malam yang saat ini beroperasi di kawasan Terminal Gadingrejo, tersimpan sejumlah kritik tajam dari masyarakat.
Kritik itu tak hanya soal estetika atau kenyamanan, tapi sudah masuk pada tataran regulasi dan potensi pelanggaran administrasi atas fungsi terminal sebagai fasilitas umum.

Terminal Gadingrejo, yang semestinya menjadi pusat aktivitas angkutan umum, kini beralih fungsi menjadi lokasi pasar malam. Aktivitas ini memang menghadirkan perputaran ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM.
Namun juga memicu sejumlah dampak, termasuk Kemacetan lebih 1 KM dari dua arah, pelanggaran fungsi kawasan, dan rawan konflik kepentingan.

Pasar malam ini dikelola oleh pihak penyelenggara swasta dengan izin dari instansi terkait, yakni Dinas Perhubungan (Dishub) yang mengelola terminal.
Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Dishub terkait banyaknya keluhan masyarakat terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Termasuk, bagaimana proses perizinannya tetap dikeluarkan meski menuai kritik.

Baca juga:  Parosil Mabsus Minta Dukungan Kepada Kementan Untuk Pengembangan Pengolahan Kopi di Lambar

Lokasi pasar malam berada di Terminal Tipe C Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, yang merupakan fasilitas publik yang seharusnya digunakan untuk operasional angkutan kota, bus antarkota dalam provinsi, dan kendaraan umum lainnya. Keberadaan pasar malam di kawasan ini menimbulkan alih fungsi lahan terminal, serta membuat banyak kendaraan parkir di bahu jalan hingga menimbulkan kemacetan, khususnya pada malam hari.

Kegiatan pasar malam ini berlangsung selama beberapa pekan terakhir, dan direncanakan rutin digelar dalam jangka waktu tertentu.
Momen ini juga kerap dimanfaatkan menjelang tahun ajaran baru atau hari besar sebagai strategi promosi dagang.

Alih fungsi terminal ini mengundang banyak kritik karena dianggap menabrak sejumlah aturan.
Terminal adalah fasilitas pelayanan publik sektor transportasi, bukan ruang dagang.
Ketika dialihfungsikan, terjadi:

Potensi pelanggaran UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya:

Pasal 138 ayat (1): Terminal disediakan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

Pasal 139 ayat (2): Terminal dikelola oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan fungsinya tidak boleh diganggu.

Baca juga:  Jelang HUT ke-80 Brimob, Eks Pasukan Brimob Nusantara Polres Pringsewu Gelar Anjangsana ke Sesepuh Brimob

Potensi pelanggaran terhadap UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, terutama pada aspek kewenangan dan tata kelola aset publik, termasuk terminal sebagai fasilitas pelayanan dasar sektor perhubungan.

Ketidaksesuaian dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 132 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan, yang menyebutkan bahwa terminal bukan zona komersial utama.

Selain itu, keluhan muncul dari warga sekitar yang mengalami kesulitan akses, kebisingan, kemacetan, dan terganggunya fungsi terminal, terlebih bila terjadi keadaan darurat transportasi.

Masalah ini bisa diurai tanpa harus mematikan ekonomi rakyat.

Solusi yang bisa dikaji antara lain:

1. Relokasi kegiatan pasar malam ke lahan non-fungsi transportasi, seperti lapangan pekon, lahan ex terminal lama, atau ruang terbuka publik yang tidak mengganggu aktivitas strategis.

2. Evaluasi dan transparansi perizinan, agar publik tahu siapa yang memberi izin, dengan dasar apa, dan dalam jangka waktu berapa lama.

3. Pembuatan zonasi kegiatan temporer oleh Pemda, agar kegiatan ekonomi tetap tumbuh tanpa menabrak fungsi utama fasilitas negara.

Baca juga:  Buka Praktik Perawatan Kecantikan Ilegal di Pringsewu, Seorang Wanita Diamankan Polisi

4. Keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan kegiatan publik, agar tidak menimbulkan resistensi sosial atau citra bahwa pemerintah lebih memihak kepada penyelenggara dibandingkan kepentingan umum.

Pasar malam bisa jadi denyut ekonomi mikro, tapi ketika diselenggarakan di atas fungsi publik yang vital, maka yang terjadi adalah kekacauan sistem, ketimpangan tata kelola, dan potensi konflik horizontal.
Kritik masyarakat adalah bentuk kewaspadaan sosial, bukan bentuk anti-ekonomi.

Kini, bola panas ada di tangan Dishub dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu: Apakah akan mengedepankan fungsi terminal sebagai fasilitas publik? Atau akan tetap membiarkan ruang negara disulap menjadi arena dagang musiman?

Redaksi mengupayakan konfirmasi kepada pihak Dishub dan Pemkab Pringsewu.
Jika pihak terkait hendak memberikan klarifikasi atau penjelasan, kami membuka ruang seluas-luasnya untuk hak jawab sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999 Pasal 5 Ayat (2).

📝 Berita ini disusun dengan berpegang pada Kode Etik Jurnalistik Pasal 1 s.d. 11, demi menjunjung kepentingan publik yang lebih luas.(TIM)

Berita Terkait

Hadir di Layar, Absen di Kursi: Polemik Zoom di Paripurna DPRD Lampung.
Diduga Edarkan Sabu, Seorang Pria Asal Km 5 Blambangan Umpu Diamankan Polres Way Kanan
Penyaluran Bantuan Beras Tahun 2026 Kepada Masyarakat Kota Bandar Lampung
Warga Menuding Ada Udang di Balik Batu Terkait Dugaan Limbah Pabrik PT BPK Desa Nadung
Peduli Dampak Debu Vulkanik, SPPG 02 Tanjungan dan SPPG Trans Tanjungan Bagikan Masker dan Makanan kepada Warga
Dua Kali Mangkir, Pria di Pringsewu Di Jemput Paksa Polisi Terkait Dugaan Penggelapan Truk
PMI Lampung Selatan Bergerak Berikan Masker Kepada Masyarakat Pulau Sebesi dan Wilayah Sekitarnya
Diduga Miliki Narkoba, Dua Pria Diamankan URC Polsek Labuhan Maringgai

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 00:24 WIB

Hadir di Layar, Absen di Kursi: Polemik Zoom di Paripurna DPRD Lampung.

Rabu, 9 September 2026 - 11:59 WIB

Diduga Edarkan Sabu, Seorang Pria Asal Km 5 Blambangan Umpu Diamankan Polres Way Kanan

Rabu, 9 September 2026 - 11:48 WIB

Penyaluran Bantuan Beras Tahun 2026 Kepada Masyarakat Kota Bandar Lampung

Rabu, 9 September 2026 - 10:30 WIB

Warga Menuding Ada Udang di Balik Batu Terkait Dugaan Limbah Pabrik PT BPK Desa Nadung

Selasa, 8 September 2026 - 12:53 WIB

Dua Kali Mangkir, Pria di Pringsewu Di Jemput Paksa Polisi Terkait Dugaan Penggelapan Truk

Senin, 7 September 2026 - 13:03 WIB

PMI Lampung Selatan Bergerak Berikan Masker Kepada Masyarakat Pulau Sebesi dan Wilayah Sekitarnya

Senin, 7 September 2026 - 11:57 WIB

Diduga Miliki Narkoba, Dua Pria Diamankan URC Polsek Labuhan Maringgai

Senin, 7 September 2026 - 11:47 WIB

Pembagian Masker Untuk Antisipasi Abu Vulkanik

Berita Terbaru

Kota Bandar Lampung

Penyaluran Bantuan Beras Tahun 2026 Kepada Masyarakat Kota Bandar Lampung

Rabu, 9 Sep 2026 - 11:48 WIB