Wamenkeu Suahasil: Kelola SDA dan Ciptakan Iklim Investasi Kondusif untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8%

- Editorial Team

Senin, 20 Oktober 2025 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa kekuatan sumber daya alam (SDA) Indonesia, jika dikelola secara optimal dan didukung iklim investasi yang kondusif, dapat menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8%. Hal tersebut disampaikan dalam program Nusantara Economic Update yang disiarkan oleh Nusantara TV pada Senin (20/10).

“Yang berikutnya yang penting kita lakukan adalah bagaimana kita mengelola ini. Jadi bukan hanya sekedar kita data, kita tahu ada nilainya, tapi kemudian dikelola, dimanfaatkan untuk menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi. Jadi, kelanjutan dari sumber daya alam, hilirisasi, nanti dia masuk ke sektor manufaktur, ini menjadi sektor yang sangat penting ketika kita ingin pertumbuhan yang lebih tinggi,” ungkap Wamenkeu Suahasil.

Baca juga:  Indonesia Menjadi Tuan Rumah Konferensi Penilai Internasional, Wamenkeu Thomas Dorong Transformasi Profesi

Lebih lanjut Wamenkeu mengatakan, hilirisasi SDA tersebut harus dibarengi dengan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang menarik bagi investor agar pengelolaan SDA dapat berjalan lebih optimal dan produktivitas dari sumber daya manusia meningkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini menjadi tugas kita menciptakan. Sehingga saya yakin bahwa kalau sumber daya alamnya itu bisa kita kelola, bisa kita lakukan hilirisasi, ini akan meningkatkan pertumbuhan,” jelas Wameneku Suahasil.

Baca juga:  Kementerian Luar Negeri dan KBRI Phnom Penh Berhasil Upayakan Pemulangan Jenazah WNI/PMI Sektor Online Scam a.n. Rizal Sampurna dari Kamboja

Selain faktor domestik, Wamenkeu juga menyoroti pengaruh faktor eksternal berupa dinamika global seperti tensi geopolitik, fluktuasi harga komoditas, dan volatilitas nilai tukar, turut andil dalam mencapai pertumbuhan ekonomi 8%. Untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional, Wamenkeu menekankan pentingnya fleksibilitas APBN.

“APBN selalu kita desain sebagai alat untuk mencapai tujuan. Sebagai alat, dia harus fleksibel. Dia harus sangat fleksibel. Harus versatile, harus fleksibel. Karena perekonomian Indonesia itu dihadapkan kepada berbagai macam shock dari global maupun dari dalam negeri,” tandas Wamenkeu Suahasil.

Baca juga:  Tragedi Batam: Wabup Mad Hasnurin Datangi Rumah Duka Dwi Putri, Berikan Dukungan Keluarga Korban Dugaan Penganiayaan di Kepulauan Riau

Sebagai contoh, pemerintah memberikan subsidi dan kompensasi untuk meredam dampak fluktuasi harga minyak dunia agar tidak langsung membebani masyarakat. Dengan total belanja mencapai Rp3.500 triliun atau sekitar 14% dari PDB, APBN diharapkan mampu menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha.

Koordinasi erat antara pemerintah dan Bank Indonesia melalui forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas makroekonomi. Wamenkeu menambahkan, sinergi kebijakan fiskal dan moneter akan terus dikalibrasi guna mengantisipasi tekanan global dan memastikan momentum pertumbuhan tetap terjaga.(*)

 

 

Sumber : Kemenkeu 

Berita Terkait

Tekab 308 Presisi Polsek Terusan Nunyai Ringkus Pengedar Sabu, 10 Paket Siap Edar Diamankan
Presiden Prabowo: Bangsa Maju Lahir dari Elite yang Bersatu, Bukan yang Terpecah
GRIB Jaya Pringsewu Soroti Anggaran Dinas Kesehatan 2025–2026, Surat Permohonan Informasi Tak Kunjung Dijawab: “Efisiensi Dimananya?”
Akad Massal 62.000 KPR, Presiden Prabowo Pastikan Pemerintah Terus Hadirkan Hasil Nyata bagi Rakyat
FIFGROUP Gelar Program Jam Sosial Mengajar, Tingkatkan Literasi Keuangan Pelajar di Tulang Bawang.
Danbrigif 4 Marinir/BS Perkuat Sinergi Pertahanan Melalui Audiensi dengan Pangdam XXI/Radin Inten.
Menkeu Purbaya Dorong DJPb Menjadi Organisasi yang Adaptif, Efisien, dan Berorientasi Hasil
Tutup Celah Travel Bodong, DPR Pastikan UU PIHU Demi Lindungi Jemaah Umrah Mandiri

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:34 WIB

GRIB Jaya Pringsewu Soroti Anggaran Dinas Kesehatan 2025–2026, Surat Permohonan Informasi Tak Kunjung Dijawab: “Efisiensi Dimananya?”

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:17 WIB

Open Tournament Al-Jami’ Bulurejo Cup 2026 Resmi Dibuka, Hadiah Rp55 Juta dan Seluruh Keuntungan untuk Pembangunan Masjid.

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:44 WIB

402 Warga Pringsewu Terima Bantuan Program Intervensi Pengendalian Kerawanan Pangan

Minggu, 19 Juli 2026 - 00:54 WIB

Dr. Suriyanto Tantang Audit Nasional KDMP: Benarkah Anggaran Rp1,6 Miliar, Kontraktor Hanya Terima Rp800 Juta?

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:26 WIB

Sambut HUT ke-9, Urban Style Hotel Lampung Gelar Bakti Sosial: Donor Darah, Cek Kesehatan Gratis, dan Pembagian Sembako.

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:56 WIB

Kabur Berpindah Pindah Hingga ke Pulau Jawa, Penipu Modus Gadai Sawah Rp23 Juta Dibekuk Saat Melintas di Bandar Lampung

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:57 WIB

Satlantas Polres Pringsewu Manfaatkan MPLS Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas kepada Pelajar

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:59 WIB

Pemkab dan Kantah Pringsewu Gelar Rakor Reforma Agraria 2026

Berita Terbaru