Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Kondisi global yang penuh ketidakpastian menuntut hadirnya pemimpin yang mumpuni dalam merespon sebuah risiko. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung dalam Kuliah Umum Kepemimpinan Sektor Publik yang diselenggarakan Politeknik Keuangan Negara STAN pada Rabu (01/04).
“Bagaimana kita bisa secara cepat, secara kreatif, dan berani untuk mengambil keputusan di tengah ketidakpastian. Itu sesuatu yang yang punya values, leadership yang sangat dalam,” ungkap Wamenkeu Juda.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenkeu menyampaikan empat prinsip utama kepemimpinan yang relevan bagi para teknokrat dan pengambil kebijakan dalam menghadapi ketidakpastian global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertama, membangun sinergi yang solid dan terintegrasi antar lembaga. Kolaborasi yang erat antara pengelola fiskal dan moneter menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan yang efektif dan konsisten.
Kedua, pentingnya berpikir kreatif dan inovatif. Dalam kondisi yang tidak normal, pendekatan konvensional dinilai tidak lagi memadai. Oleh karena itu, diperlukan keberanian untuk menghadirkan inovasi-inovasi kebijakan yang baru.
Ketiga, keberanian dalam mengambil keputusan. Pemimpin harus mampu mengambil keputusan secara tegas dengan mempertimbangkan berbagai skenario yang memungkinkan.
Terakhir, sikap adaptif dan tangkas juga menjadi kunci. Di tengah perubahan yang cepat, pemimpin harus mampu menyesuaikan diri dan kebijakan secara dinamis agar tetap relevan dengan kondisi yang berkembang.(*)
Sumber : Kemenkeu RI







