Wamenkeu Juda Sampaikan Empat Prinsip Kepemimpinan dalam Respon Ketidakpastian Global

- Editorial Team

Kamis, 2 April 2026 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) –  Kondisi global yang penuh ketidakpastian menuntut hadirnya pemimpin yang mumpuni dalam merespon sebuah risiko. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung dalam Kuliah Umum Kepemimpinan Sektor Publik yang diselenggarakan Politeknik Keuangan Negara STAN pada Rabu (01/04).

“Bagaimana kita bisa secara cepat, secara kreatif, dan berani untuk mengambil keputusan di tengah ketidakpastian. Itu sesuatu yang yang punya values, leadership yang sangat dalam,” ungkap Wamenkeu Juda.

Baca juga:  Komisi VIII Tekankan Kesiapan Haji 2026, Negara Tanggung Tambahan Biaya

Dalam kesempatan tersebut, Wamenkeu menyampaikan empat prinsip utama kepemimpinan yang relevan bagi para teknokrat dan pengambil kebijakan dalam menghadapi ketidakpastian global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertama, membangun sinergi yang solid dan terintegrasi antar lembaga. Kolaborasi yang erat antara pengelola fiskal dan moneter menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan yang efektif dan konsisten.

Baca juga:  Pemkab Pesawaran Gelar Musrenbang RKPD 2027, Dorong Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan

Kedua, pentingnya berpikir kreatif dan inovatif. Dalam kondisi yang tidak normal, pendekatan konvensional dinilai tidak lagi memadai. Oleh karena itu, diperlukan keberanian untuk menghadirkan inovasi-inovasi kebijakan yang baru.

Ketiga, keberanian dalam mengambil keputusan. Pemimpin harus mampu mengambil keputusan secara tegas dengan mempertimbangkan berbagai skenario yang memungkinkan.

Baca juga:  Perkuat Basis Data Industri Olahraga, Kemenpora Gelar Sosialisasi Aplikasi Pendataan Nasional

Terakhir, sikap adaptif dan tangkas juga menjadi kunci. Di tengah perubahan yang cepat, pemimpin harus mampu menyesuaikan diri dan kebijakan secara dinamis agar tetap relevan dengan kondisi yang berkembang.(*)

 

 

Sumber : Kemenkeu RI

Berita Terkait

Pengelola Lahan, Bantah Aktivitas di Kedamaian sebagai Tambang Ilegal.
Presiden Prabowo Apresiasi Inovasi di Sektor Pangan dan Energi untuk Perkuat Ketahahan Nasional
Abdul Fikri Faqih Tekankan Akurasi Data Sensus Ekonomi guna Cegah ‘Mismatch’ Program
Sekum APINDO Lampung Buka Muskab II APINDO Pringsewu. 
Jazuli Usulkan Sejumlah Penguatan Substansi dalam RUU Satu Data Indonesia
Presiden Tegaskan Penguatan Yudikatif dan Langkah Tegas Negara dalam Menjaga Kekayaan Bangsa
Puan Maharani Minta Pemerintah Antisipasi Indonesia Jadi Basis Judi Online
Borok Anggaran DPRD Lampung Timur Jadi Sorotan, Pengamat Hukum Dorong Penegakan Aturan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:42 WIB

Pengelola Lahan, Bantah Aktivitas di Kedamaian sebagai Tambang Ilegal.

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:18 WIB

Pemerintah Kota Bandar Lampung Tandatangani MoU Percepatan Pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL)

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:48 WIB

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana Terima Kunjungan Gubernur Lampung Dan BBWS Bahas Penanggulangan Banjir

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:09 WIB

Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana Hadiri Rapat Paripurna Penyampaian Rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Tahun Anggaran 2025

Rabu, 29 April 2026 - 11:49 WIB

Sasar Rumah dan Ruko Kosong, Pencuri Spesialis Kabel Tembaga di Bandar Lampung Ditangkap

Selasa, 28 April 2026 - 12:06 WIB

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana Hadiri Grand Final Muli Mekhanai 2026, Dorong Peran Generasi Muda Promosikan Pariwisata

Jumat, 24 April 2026 - 12:33 WIB

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana Lepas 1.159 Jemaah Calon Haji Tahun 2026

Rabu, 22 April 2026 - 04:32 WIB

POKDARKAMTIBMAS Lampung dan Polda Lampung Perkuat Sinergi, Dorong Ronda Kampung untuk Jaga Keamanan.

Berita Terbaru