Indonesia Lanjutkan Negosiasi Dagang Strategis dengan Amerika Serikat

- Editorial Team

Rabu, 30 April 2025 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS)  – Pemerintah Indonesia terus memperkuat diplomasi ekonomi melalui negosiasi bilateral dengan Amerika Serikat (AS). Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati telah melakukan pertemuan intensif dengan otoritas AS di sela-sela acara rangkaian IMF-WBG Spring Meeting yang berlangsung pada 14–24 April 2025 lalu.

Dalam rangkaian pertemuan tersebut, delegasi Indonesia menjajaki berbagai peluang kerja sama dengan sejumlah institusi penting di AS, antara lain US Treasury, US Trade Representative (USTR), US Commerce, dan US Foreign Affairs. Pertemuan bilateral juga digelar dengan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent.

Baca juga:  Kunjungan ke Jawa Timur, Presiden Prabowo akan Resmikan PMR PTFI dan Stadion Olahraga

“Ini adalah yang dilakukan dalam dua minggu terakhir, kami semuanya berbicara dengan couterpart-nya masing-masing dengan bahasa yang sama, dengan bahan yang sama, sehingga ini menggambarkan bahwa Indonesia (memiliki) concerted effort (upaya bersama yang terkoordinasi dan terarah) yang baik,” terang Menkeu pada Konpers APBN KiTa pada Rabu (30/4) di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

AS menyambut baik langkah proaktif Indonesia dan menyebut inisiatif ini sebagai “awal yang sangat baik.” Dari sekitar 100 negara yang telah memulai komunikasi dengan AS, Indonesia kini termasuk dalam 20 negara prioritas yang telah memasuki tahap negosiasi bilateral lanjutan.

Baca juga:  Kawal Pengelolaan Anggaran Pertanian, Slamet: Kita Ingin Pastikan Setiap Rupiah Tepat Sasaran

Sebagai tindak lanjut, Indonesia dan AS telah menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA), yang membuka jalan bagi pembahasan teknis lebih dalam dalam 60 hari ke depan melalui pembentukan Working Group bersama.

Dalam proposalnya, Indonesia menekankan pentingnya untuk menjaga ketahanan energi nasional; memperluas akses pasar dengan tarif yang lebih kompetitif; mendorong deregulasi untuk mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja; meningkatkan value chain di sektor industri strategis dan mineral kritis; dan emperoleh akses terhadap pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan, pertanian, dan energi terbarukan. Upaya negosiasi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk terus membuka akses pasar, memperluas kerja sama internasional, dan menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Baca juga:  DPR Setujui Penerimaan Hibah Alpalhankam dari Luar Negeri

“Dalam forum-forum lain seperti G20, atau IMF -WBG, itu juga menjadi forum untuk kita (Indonesia) menyampaikan pandangan sehingga hubungan Indonesia tidak hanya ke Amerika, tapi juga dengan negara-negara lain seperti dengan RRT, Eropa, Jepang, dengan Asia, tetap terjaga, dan ini sangat diapresiasi karena Indonesia adalah  negara yang besar, baik besar di Asia, besar di East Asia, maupun di dunia, dalam konteks jumlah populasi, geografi, maupun size ekonominya. Jadi Indonesia itu matters dari sisi leadership kita,” tegas Menkeu.(*)

 

 

 

Sumber : Kemenkeu

Berita Terkait

Kementan dan KemenPU Bangun Sumur Bor Dalam di Mojokerto, Petani Hemat Biaya hingga 80 Persen
Menpora Erick Apresiasi Youth Football Tournament Bali 7s 2026 jadi Ajang Pembinaan Usia Dini dan Pengembangan Sport Tourism
HNW Tolak Keras UU Hukuman Mati Israel yang Targetkan Tawanan Palestina secara Diskriminatif
GRIB JAYA BERSATU! Halal Bihalal Dua Kabupaten Digelar di Pesawaran, Penuh Nuansa Kekeluargaan dan Doa Bersama.
Fakta Penjualan Solar di Bawah Harga Pokok Produksi oleh PT Pertamina Patra Niaga
Harga Avtur Dunia Melonjak Drastis, Pemerintah Harus Segera Ambil Langkah Strategis
Pemerintah Siapkan Pemenuhan SDM Guna Dorong Percepatan Program Prioritas
Wamenkeu Juda Sampaikan Empat Prinsip Kepemimpinan dalam Respon Ketidakpastian Global

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 12:05 WIB

Polsek Metro Barat Ungkap Kasus Pencurian Kotak Amal, Pelaku Diamankan

Sabtu, 4 April 2026 - 11:55 WIB

Walikota Eva Dwiana Turun Langsung Tinjau Kondisi di Jalan Merbau Gang SafrudinBanjir

Jumat, 3 April 2026 - 12:37 WIB

Pemkab Pesawaran Perkuat Pembiayaan Hijau Lewat Kerja Sama Dana Bergulir Kehutanan dengan BPDLH

Jumat, 3 April 2026 - 12:28 WIB

Bupati Pringsewu Buka Seminar Nasional “How to be a Great Teacher”

Jumat, 3 April 2026 - 11:41 WIB

70 Ribu Ton Kopi, PAD Nyaris Kosong : Bupati Parosil “Bedah” Kebocoran Pajak, Pengusaha Buka Suara

Kamis, 2 April 2026 - 12:29 WIB

Antisipasi C3, Polsek Balik Bukit Perketat Patroli KRYD dan Objek Vital di Jam Rawan

Kamis, 2 April 2026 - 12:26 WIB

Kukuhkan 31 Bolo Ngarit TBT, Bupati Novriwan: Majunya Peternakan Tubaba Ada di Pundak Kalian

Kamis, 2 April 2026 - 12:16 WIB

Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda, Wujud Nyata Sinergi untuk Konektivitas Lampung Timur

Berita Terbaru