Pinnur Selalau : Teknis Pelaksanaan Serta Porsi Sajian MBG Yang Tidak Memberatkan Masih Bisa Ditata Ulang.

- Editorial Team

Minggu, 28 September 2025 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pinnur Selalau : Teknis Pelaksanaan Serta Porsi Sajian MBG Yang Tidak Memberatkan Masih Bisa Ditata Ulang

Globalpewartasakti.com | Nasional(GPS). Badan Gizi Nasional (BGN) terpaksa mengambil langkah untuk menangani kasus keracunan dari program makan bergizi gratis (MBG) yang telah menimbulkan korban hampir 6.000 anak sejak program MBG diluncurkan pada Januari 2025. Dan BGN pun telah membekukan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhsn Gizi (SPPG) yang terlibat kasus selama 14 hari untuk evaluasi menyeluruh.

Meski sudah terlambat, BGN menyadari perlunya kejelasan tentang prosedur pendaftaran mitra di setiap Kabupaten/ Kota serta memastikan transparansi dalam proses seleksi. Artinya, rekrutmen pendaftaran mitra BGN sebelumnya memang tidak rinci dan rijit dalam proses seleksi, agar kasus keracunan yang dialami siswa tidak sampai terulang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, masalah pokoknya adalah kemampuan dari pihak Mitra BGN yang tidak profesional, karena mulai dari jumlah yang terlalu besar — 3.000 porsi yang harus disiapkan setiap hari, hanya mungkin dilakukan oleh pihak pelaksanaan yang sudah memiliki pengalaman mengurus katering serta mereka yang mempunyai modal besar.

Apalagi info yang diperoleh Atlantika Institut Nusantara, soal pembayaran dari BHN baru dilakukan beberapa waktu kemudian. Jadi, untuk menjadi pelaksana proyek makan bergizi gratis tidak mungkin dapat dilakukan oleh pihak pengusaha yang tergolong kecil.

Baca juga:  Ungkap Kasus Narkoba, Polres Lampung Tengah Amankan 30 Tersangka

Atas dasar inilah, Wali Spiritual Sri Eko Sriyanto Galgendu yang kompeten dalam urusan ketering, karena memang sebagai pengusaha rumah makan di Jakarta Pusat, menyarankan agar teknis pelaksanaan makan bergizi gratis itu dikelola semacam kantin sekokah dengan melibatkan warga masyarakat setempat untuk satu sekolah. Sehingga rata-rata untuk satu kelompok pengelola paling banyak antara 500 hingga 1.000 porsi saja.

Jika lebih dari jumlah tersebut, Sri Eko Sriysnto Galgendu dapat memastikan pihak pelaksananya akan kelinpungan, apalagi tidak memiliki modal besar.

Alternatif kedua pilihan dalam melaksanakan program makan gratis dapat diberikan langsung dalam bentuk dana cair yang bisa dikelola langsung oleh keluarga atau orang tua masing-masing siswa dengan standar dan petunjuk pelaksanaan yang bisa dibimbing atau pengarahan dari pihak BGN dengan standar mutu dan teknis pelaksanaannya untuk menyantap makanan tersebut secara bersama di sekolah.

Cara ini dapat dikatakan lebih praktis dan murah. Karena pihak BGN tinggal melakukan pemantauan saja setelah memberi petunjuk serta ketentuan persyaratan yang harus dilakukan. Karena mulai dari keberadaan dapur, hingga peralatan memasak dan peralatan makan bisa lebih murah hingga mengurusnya pun — seusai makan bersama dilakukan — dapat dikemas oleh siswa masing-masing agar esok dapat digunakan kembali untuk makan bergizi gratis secara bersama dengan jadwal menu yang telah menjadi kesepakatan bersama, sesuai dengan nilai anggaran yang tekah ditentukan.

Baca juga:  Polemik Pagar Laut Tenggerang, Elemen Loyalis Prabowo meminta Trenggono Legowo Letakan jabatan sebagai Menteri KKP.

Sebab masalah insiden keracunan yang marak dialami siswa yang mengkonsumsi makan bergizi gratis itu, lantaran tata kelola pelaksanaan yang tidak profesional. Karena untuk mengurus 1.000 porsi makanan bergizi gratis untuk para siswa itu, mengelolanya sudah cukup lumayan berat. Bayangkan untuk membuat lauk-pauk dengan menu dadar telor saja, sudah dibutuhkan minimal 50 kilogram telur. Belum lagi untuk lauk pauk lainnya yang juga harus bergantian dalam penyuguhannya pada hari yang satu dengan hari yang lain.

Oleh karena itu, dua alternatif pilihan yang cukup rasional untuk diterapkan oleh BGN dalam pelaksanaan MBG yang pertama jumlah porsi yang disuguhkan paling maksimal untuk melayani 1.000 siswa saja untuk setiap kelompok. Namun yang lebih ideal cukup 500 porsi saja agar dapat dilakukan oleh pengusaha kecil yang tidak memiliki modal besar serta untuk pemerataan pembagian pekerjaan yang dapat dilakukan bersama para Ibu-ibu dari PKK atau warga kampung dimana sekolah itu berada.

Baca juga:  Himbauan Ketua DPD PWRI Lampung Kepada Seluruh Pengurus Dan Anggota DPC PWRI Se-Provinsi Lampung

Setidaknya, bukan hanya untuk menekan besaran ongkos yang harus dikeluarkan, tapi juga diharap dapat melibatkan peran serta masyarakat serta pemberdayaan warga masyarakat dalam mensukseskan program MBG dari BGN yang telah menjadi komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas anak didik kita dalam menyerap pelajaran yang harus didapat dari sekolah.

Minimal dari paparan ini keluh kesah BGN yang riuh mendapat kritik dari berbagai pihak lantaran telah terjadi insiden — kalau tidak bisa disebut tragedi keracunan — hanya kekeliruan tata kelola belaka dalam menentukan strategi dari pelaksanaan kebijakan. Karena cara yang terbaik masih bisa dilakukan dalam dua pilihan yang dapat dilakukan untuk membenahi tata kelola dan cara pelaksanaannya dengan porsi yang tidak terlalu memberatkan, seperti yang sudah diuraikan di atas.

OPINI : Pinnur Selalau
Bandar Lampung : 28 September 2025.

Editor : Redaksi Globalpewartasakti.com

Berita Terkait

Truk Kredit Digelapkan, Dua Pria Dibekuk Polisi Pringsewu
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana Hadiri Grand Final Muli Mekhanai 2026, Dorong Peran Generasi Muda Promosikan Pariwisata
Wamenkeu Juda: Sinergi Fiskal dan Moneter Jadi ‘Angin dan Layar’ bagi Kapal Ekonomi Indonesia
Presiden Prabowo Tinjau TPST BLE Banyumas, Dorong Pengelolaan Sampah Terpadu dan Ekonomi Sirkular Nasional
Tersangka Curanmor Di Desa Buko Poso Berhasil Di Tangkap Tim Tekab 308 Bersama Reskrim Polsek Way Serdang
Tingkatkan Kapasitas Kepalo Tiyuh, Pemkab Tubaba Dukung Pola “Latih Dulu, Baru Dilantik”
Meitri Citra Wardani Ingatkan PLN IP Jangan Abaikan Regulasi dan Tanggung Jawab Lingkungan
Polsek Ngaras Polres Pesisir Barat Ungkap Kasus Penganiayaan

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 12:08 WIB

Truk Kredit Digelapkan, Dua Pria Dibekuk Polisi Pringsewu

Sabtu, 25 April 2026 - 13:11 WIB

Polsek Ngaras Polres Pesisir Barat Ungkap Kasus Penganiayaan

Kamis, 23 April 2026 - 12:15 WIB

Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual, Remaja 19 Tahun Di Pringsewu Ditangkap Di Pasar Malam

Rabu, 22 April 2026 - 04:32 WIB

POKDARKAMTIBMAS Lampung dan Polda Lampung Perkuat Sinergi, Dorong Ronda Kampung untuk Jaga Keamanan.

Sabtu, 18 April 2026 - 12:46 WIB

Pria Beristri di Bandar Lampung Ditangkap Usai Setubuhi Remaja 15 Tahun

Jumat, 17 April 2026 - 12:42 WIB

Polisi Limpahkan 5 Pencuri Sapi ke Kejari Pringsewu, Siap Disidangkan

Kamis, 16 April 2026 - 12:18 WIB

Gadai Mobil Kantor, Karyawan dan Istri Siri di Lampung Ditangkap Polisi

Selasa, 14 April 2026 - 12:00 WIB

Kedapatan Memiliki Narkotika Jenis Sabu Dua Pria Diamankan Jajaran Sat Res Narkoba Polres Mesuji

Berita Terbaru

Kab Pringsewu

Truk Kredit Digelapkan, Dua Pria Dibekuk Polisi Pringsewu

Selasa, 28 Apr 2026 - 12:08 WIB