Bupati Lamteng Sedang Membangun Dinasti Keluarga, Ketua DPC PWRI Lampung Tengah Prihatin.

- Editorial Team

Selasa, 13 Mei 2025 - 23:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamteng Sedang Membangun Dinasti Keluarga, Ketua DPC PWRI Lampung Tengah Prihatin.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Globalpewartasakti.com | Lampung Tengah (GPS).
Nepotisme adalah praktik memberikan perlakuan istimewa kepada keluarga, kerabat, atau teman dekat dalam dunia kerja atau pemerintahan tanpa mempertimbangkan kompetensi dan kualifikasi. Praktik ini dapat merusak sistem meritokrasi dan menciptakan lingkungan yang tidak adil, sehingga harus ditolak demi terciptanya profesionalisme dan transparansi.

Nepotisme sering dikaitkan dengan kronisme, yang merupakan praktik memberikan keuntungan kepada teman-teman dekat atau orang-orang yang memiliki hubungan baik dengan seseorang yang berwenang. Meskipun keduanya mirip, nepotisme lebih menekankan pada hubungan keluarga atau kerabat dekat, sedangkan kronisme lebih menekankan pada hubungan persahabatan atau ikatan sosial.

Hal itu seperti yang diduga terjadi pada pemerintah kabupaten Lampung Tengah dibawah kepemimpinan Bupati Ardhito Wijaya, yang sedang memilih Sekretaris Daerah (Sekda) untuk Kabupaten Lampung Tengah, dan tercium adanya aroma atau nuansa nepotisme terselubung dalam bingkai Meritokrasi.

Dan itu menjadi keprihatinan tersendiri dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Lampung Tengah, Ferry Arief, karena menurut Ferry Nepotisme dapat membawa dampak buruk bagi individu, organisasi, institusi dan masyarakat secara keseluruhan, Selasa (13/05/2025).

Menurut Ferry, dampak buruk dari praktek nepotisme dalam memilih seseorang dalam menduduki suatu jabatan dalam pemerintahan itu dapat menurunkan kualitas SDM.

Baca juga:  Laskar Merah Putih Perjuangan (LMPP) Pesawaran Hadiri Ramah Tamah Tasyakuran Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran 2025–2030.

“Memilih seseorang untuk menduduki suatu jabatan hanya karena hubungan keluarga, tanpa mempertimbangkan kompetensi akan menghambat kinerja pemerintahan,” ujar Ferry.

Selain dari pada itu, Nepotisme juga kata Ferry akan melemahkan moral pegawai.

“Kandidat lainnya yang lebih kompeten tetapi tidak mendapatkan kesempatan akan merasa tidak dihargai, sehingga menurunkan motivasi kerja,” ucap Ferry.

Lebih jauh Ferry mengatakan bahwa, Nepotisme dapat mengurangi kepercayaan masyarakat.

“Dalam pemerintahan, nepotisme dapat merusak citra institusi karena dianggap tidak profesional dan tidak adil,” kata Ferry.

Yang lebih bahaya lagi menurut Ferry, Nepotisme dapat meningkatnya resiko korupsi.

“Praktik nepotisme sering kali berjalan seiring dengan kolusi dan korupsi karena hubungan kekeluargaan yang cenderung melindungi kepentingan pribadi,” tegas Ferry.

Untuk itu Ferry mengajak masyarakat Lampung Tengah untuk menolak dan mencegah praktek Nepotisme dalam pemilihan Sekda Kabupaten Lampung Tengah.

“Untuk menciptakan lingkungan kerja yang adil dan profesional, sebaiknya Pemda Lampung Tengah bersama Panitia seleksi dapat Menegakkan Sistem Meritokrasi Setiap rekrutmen dan promosi yang didasarkan pada kualifikasi, pengalaman, dan kemampuan, bukan hubungan personal,” ucap Ferry.

Selain itu dia juga berharap, agar dalam proses seleksi calon Sekda Kabupaten Lampung Tengah dapat menerapkan transparansi dan pemilihan.

Baca juga:  FIFGROUP Peduli Ramadhan Berkah, Berbagi Takjil di Daerah Pringsewu. .

“Proses seleksi harus terbuka, dengan standar yang jelas dan objektif, sehingga setiap orang memiliki kesempatan yang sama,” pinta Ferry.

Dia juga menginginkan agar membangun pengawasan yang ketat dalam proses seleksi calon Sekda Kabupaten Lampung Tengah.

“Dibutuhkan sistem pengawasan internal dan eksternal untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan wewenang dalam proses seleksi calon sekda kabupaten Lampung Tengah,” Imbuh nya.

Terakhir Ferry juga mengingatkan agar Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dapat menanamkan budaya Profesionalisme.

“Institusi Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah harus menanamkan nilai-nilai integritas, etika kerja, dan profesionalisme, baik dalam rekruitmen maupun dalam proses seleksi calon pejabat dilingkungan Pemda Lampung Tengah.” Tutup Ferry.

Keprihatinan Ketua DPC PWRI Kabupaten Lampung Tengah itu bukan tanpa dasar, sebab
melihat proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Tengah kini berada dalam sorotan tajam publik. Pasalnya, Welly Adi Wantra, S.STP., M.M., yang tidak lain adalah adik ipar Bupati Ardito Wijaya, muncul sebagai peraih nilai tertinggi dalam tahap administrasi dan rekam jejak. Fakta ini memantik pertanyaan mendasar: benarkah proses seleksi ini berlandaskan prinsip meritokrasi, atau hanya sekadar formalitas birokratis yang melegitimasi skenario yang telah ditentukan ?

Baca juga:  Walikota Eva Dwiana : Stop Buang Sampah Sembarangan! Mari Jaga Sungai Tetap Bersih

Menurut hasil penilaian Pansel, Welly mencatat skor 90 poin dalam verifikasi administrasi dan rekam jejak, setara 18 poin dari total bobot 20%. Sementara itu, empat kandidat lain yang notabene juga memiliki rekam jejak kuat, tertinggal jauh. Walaupun tahapan seleksi kompetensi saat ini masih berlangsung, namun Ferry sudah mulai mencium aroma nepotisme dan ketidaknetralan.

Seleksi kompetensi tersebut diikuti oleh peserta yaitu: 1. Welly Adi Wantra, S.STP., M.M. (Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Metro) 2. Dr. Deny Sanjaya S.T., M.T. (Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Metro) 3. Martahan Samosir, S.STP., MPA (Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Lampung Utara) 4. Thabrani Hasyim, S.Sos., M.M. (Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Lampung Timur) 5. Drs. Ichsan, M.SI (Sekretaris DPRD Lampung Tengah).

Nepotisme adalah ancaman serius bagi keadilan, transparansi, dan profesionalisme dalam Pemerintahan. Dengan menegakkan sistem berbasis meritokrasi dan transparansi, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih kompetitif, adil, dan berintegritas. Oleh karena itu, mari bersama-sama menolak segala bentuk nepotisme demi masa depan Lampung Tengah yang lebih adil dan berkualitas. (Red GPS).

Berita Terkait

Curi Sawit di PT GMP, Residivis Curas Diamankan Polsek Seputih Mataram
Pemerintah Kota Bandar Lampung Tandatangani MoU Percepatan Pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL)
Borok Anggaran DPRD Lampung Timur Jadi Sorotan, Pengamat Hukum Dorong Penegakan Aturan.
Tertipu Mobil Gadai, Warga Pringsewu Rugi Puluhan Juta, Pelaku Ditangkap di Jambi
Perkuat Pondasi Literasi, Guru PAUD Tubaba Dibekali Strategi “Deep Learning”
Satresnarkoba Polres Lampung Utara Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pemuda Diamankan
Bupati Pringsewu Lepas Jamaah Calon Haji Tahun 1447 H/2026 M
Dipicu Emosi dan Cemburu Buta, Suami di Pringsewu Tega Aniaya Istri Pakai Sajam

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:46 WIB

Pemkab Tubaba lepas 147 Calon Jamaah Haji

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:25 WIB

Sat Reskrim Polres Tubaba Amankan Seorang Ayah Lakukan Kekerasan Terhadap Anak Kandung

Senin, 27 April 2026 - 09:30 WIB

Tingkatkan Kapasitas Kepalo Tiyuh, Pemkab Tubaba Dukung Pola “Latih Dulu, Baru Dilantik”

Kamis, 23 April 2026 - 12:12 WIB

Melalui Ramah Tamah, Tubaba Pererat Hubungan dengan Mahasiswa TU Delft Belanda

Sabtu, 18 April 2026 - 12:40 WIB

Sekda Tubaba Tekankan Penguatan Komitmen dan Kolaborasi Tingkatkan Nilai SAKIP

Jumat, 10 April 2026 - 12:01 WIB

Melalui Rakor, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat Matangkan Dua Event Besar

Rabu, 8 April 2026 - 12:35 WIB

FGD Pengarusutamaan Digitalisasi Teknologi Pertanian Digelar di Tubaba Lampung

Senin, 6 April 2026 - 13:38 WIB

Rayakan HUT Ke-17, Bupati Tubaba Ajak Seluruh Elemen “Bertumbuh, Berdaya, Bersama”

Berita Terbaru

Kab Lampung Tengah

Curi Sawit di PT GMP, Residivis Curas Diamankan Polsek Seputih Mataram

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:28 WIB