Wamenkeu Juda Agung Tegaskan Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Konflik Geopolitik

- Editorial Team

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah meningkatnya ketidakpastian global, termasuk konflik geopolitik. Ia memastikan, APBN Indonesia dikelola secara prudent dan fleksibel.

“Fundamental ekonomi kita masih kuat dan resilient. Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, inflasi terkendali, dan defisit fiskal masih di bawah batas yang ditetapkan undang-undang,” ujarnya dalam Rapimnas PB Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) yang digelar di Jakarta (5/3).

Terkait konflik geopolitik yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak, Juda menyatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario untuk menjaga stabilitas fiskal. Ia menyebut bahwa fiskal Indonesia masih mampu mengantisipasi kenaikan harga minyak hingga level USD 80-90 per barel dengan defisit yang tetap terjaga di bawah 3%.

Di tengah risiko tersebut, kinerja ekonomi domestik tetap terjaga. Wamenkeu Juda menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 tercatat sekitar 5,11 persen, dengan pertumbuhan pada triwulan IV mencapai sekitar 5,39 persen. Sementara itu, defisit fiskal tetap dijaga di bawah 3 persen, yakni sekitar 2,92 persen, sesuai aturan dalam Undang-Undang Keuangan Negara.

Dari sisi utang, rasio utang Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) juga masih relatif aman di kisaran 40 persen, jauh di bawah batas maksimal 60 persen yang ditetapkan undang-undang. Menurut Juda, kondisi tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia dibandingkan sejumlah negara lain yang memiliki peringkat kredit setara.

Baca juga:  Impor AS Diperketat, Kemenperin Perlu Siapkan Insentif Relokasi Industri China

Menurut Juda, kondisi fundamental tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mencapai target menjadi negara maju pada 2045. Saat ini, pendapatan per kapita Indonesia berada di kisaran US$5.000, sementara standar negara maju berada di atas US$13.000 per kapita per tahun.

Ia menyebut, momentum bonus demografi yang dimiliki Indonesia hingga sekitar 2035–2040 harus dimanfaatkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. “Kalau kita melewatkan periode ini, kita berisiko menjadi negara yang tua sebelum kaya,” kata Juda. Karena itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, bahkan hingga 8 persen, guna menghindari jebakan negara berpendapatan menengah.

Baca juga:  Legislator Pertanyakan Selisih Kerugian Negara di Kasus Tata Kelola Minyak

Untuk mendukung agenda pembangunan tersebut, pemerintah merancang APBN 2026 yang diarahkan pada penguatan pembangunan jangka panjang. Total belanja negara diperkirakan mencapai Rp3.847 triliun, dengan penerimaan sekitar Rp3.153 triliun, sehingga defisit tetap dijaga sekitar 2,68 persen dari PDB.

Menutup paparannya, Wamenkeu optimis ekonomi triwulan I-2026 dapat tumbuh melampaui capaian akhir tahun lalu, didorong oleh momentum Ramadan dan pemberian THR, dengan baseline pertumbuhan pada angka 5,5%.(*)

 

 

Sumber :  Kemenkeu

Berita Terkait

Serang Polisi Pakai Sajam Residivis Curat Di Lumpuhkan Polres Lampung Tengah
Kurniasih Ingatkan TKA Jangan Jadi Beban Psikologis Siswa
Pasokan Pertalite Lampung Naik 11,7 Persen, Solar Bertambah 23 Persen
Santri Lampung Harus Naik Kelas: Kuasai Teknologi, Taklukkan Sains, Ciptakan Inovasi
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
Dugaan Pengalihan Pengelolaan Dana Revitalisasi Sekolah di Pesawaran Bergulir, Mahmuddin Minta Aparat Penegak Hukum Turun Tangan.
Satgas Pamtas Mobile Yonif 9 Marinir Dibawah Satgas Koops TNI Habema Dikabarkan Terlibat Kontak Tembak di Maybrat, Tumpas Tokoh Utama OPM Kodap IV Sorong Raya. 
Sidak SPBU di Lampung, Stok Pertalite dan Biosolar Dipastikan Aman

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Fasum Griya Sukarame Dipatok, Legalitas Revisi Site Plan Pengembang Dipertanyakan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Dugaan Pengalihan Pengelolaan Dana Revitalisasi Sekolah di Pesawaran Bergulir, Mahmuddin Minta Aparat Penegak Hukum Turun Tangan.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:31 WIB

Satgas Pamtas Mobile Yonif 9 Marinir Dibawah Satgas Koops TNI Habema Dikabarkan Terlibat Kontak Tembak di Maybrat, Tumpas Tokoh Utama OPM Kodap IV Sorong Raya. 

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 01:01 WIB

Keributan Kejuaraan Karate di GOR Siger Way Halim Berujung Laporan Polisi, Perkara Masuk Tahap Penyidikan.

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Bandar Lampung Masuk Peringkat 395 Kota Dunia dalam Global Cities Index 2026

Sabtu, 26 September 2026 - 06:10 WIB

DPC PWRI Bandar Lampung Dorong Polresta Tuntaskan Penanganan Dugaan Kasus Minyak Kita

Selasa, 15 September 2026 - 05:31 WIB

MAHASISWA UIN RADEN INTAN LAMPUNG RAIH JUARA DUTA GENRE PROVINSI LAMPUNG 2026.

Sabtu, 12 September 2026 - 00:24 WIB

Hadir di Layar, Absen di Kursi: Polemik Zoom di Paripurna DPRD Lampung.

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Serang Polisi Pakai Sajam Residivis Curat Di Lumpuhkan Polres Lampung Tengah

Senin, 26 Okt 2026 - 12:05 WIB

Nasional

Kurniasih Ingatkan TKA Jangan Jadi Beban Psikologis Siswa

Senin, 26 Okt 2026 - 11:30 WIB