Komisi IV: Pemerintah Lamban, Langkah Antisipatif Penanganan Karhutla Belum Jelas

- Editorial Team

Senin, 21 Juli 2025 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) –  Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mengkritik lambatnya respons pemerintah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Menurutnya, langkah antisipatif belum tampak jelas, meskipun teknologi pemantauan seperti Karhutla Monitoring System (KMS) telah tersedia.

 

Pernyataan ini disampaikan Alex setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru melaporkan adanya 694 titik panas (hotspot) di seluruh provinsi di Pulau Sumatera, per Sabtu, 19 Juli 2025. Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menjadi penyumbang terbesar, yakni 259 titik panas atau sekitar 40 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kami mendoakan semua petugas di lapangan, termasuk Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, dan relawan lainnya agar selalu diberi kekuatan dalam menjalankan tugas. Mereka berjibaku memadamkan api di kondisi serba terbatas, bahkan hanya dengan tongkat karena tidak adanya sumber air di lokasi,” kata Alex dalam rilis yang dikutip Parlementaria, di Jakarta, Senin (21/7/2025).

Baca juga:  JAM PIDUM dan Universitas Padajajaran Jajaki Kerja Sama Program Magister Ilmu Hukum Berbasis Proyek Klaster yang Aplikatif

 

Alex juga menyoroti tidak berfungsinya helikopter water bombing milik BPBD Riau, yang menurutnya sangat menyulitkan proses pemadaman karena semua harus bergantung pada tenaga darat.

 

Berdasarkan data BMKG, titik panas di Provinsi Riau tersebar di beberapa daerah, dengan konsentrasi tertinggi di Kabupaten Rokan Hulu (107 titik) dan Rokan Hilir (95 titik). Titik panas lainnya ditemukan di Kota Dumai (17), Kabupaten Siak (15), Kampar (10), Pelalawan (7), Bengkalis (5), Kuantan Singingi (2), dan Indragiri Hulu (1).

Baca juga:  Buka Kejurnas Gateball 2025, Wamenpora Taufik Apresiasi PB PERGATSI Konsisten Bina dan Kembangkan Gateball di Indonesia

 

“Akibat titik panas ini, kabut asap juga mulai terbentuk dan telah terpantau menyebar hingga ke wilayah Malaysia berdasarkan citra satelit pada Minggu (20/7/2025),” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Alex mendorong agar sistem KMS yang digagas pemerintah benar-benar dioptimalkan. Ia menilai sistem tersebut seharusnya dapat memberikan data presisi secara real-time untuk mendeteksi dan mencegah karhutla sejak dini.

 

Ia menyebut bahwa KMS yang dikembangkan bersama platform Global Forest Watch Fires (GFW-Fires) mampu mengirimkan data visual kejadian kebakaran dengan resolusi hingga 50×50 cm. Sistem ini berada di bawah koordinasi Kantor BP REDD+ Jakarta, dengan tiga fokus utama: pencegahan, pengawasan, dan penegakan hukum.

 

“Namun sayangnya, dalam karhutla tahun ini, publik belum melihat peran nyata BP REDD+ dalam mengatasi kebakaran yang terus berulang setiap tahun,” ungkapnya.

Baca juga:  Panggil Menteri ATR, Presiden Prabowo: Perkuat Kebijakan Tata Ruang untuk Lindungi Sawah Nasional

 

Menurut Alex, karhutla tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga menimbulkan masalah kesehatan masyarakat, gangguan aktivitas sehari-hari, dan mencoreng hubungan antarnegara akibat asap lintas batas.

 

“Ini saatnya BP REDD+ menunjukkan kebermanfaatannya secara konkret, apalagi dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo untuk menurunkan kemiskinan, meningkatkan kualitas SDM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tambah Politisi Fraksi PDI-Perjuangan.

 

Alex juga menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, mengingat kondisi suhu di sejumlah wilayah Sumatera saat ini bahkan tercatat lebih tinggi dibanding rata-rata suhu 10 tahun terakhir.(*)

 

 

 

Sumber : PARLEMENTARIA

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan untuk Dukung Pemadaman Karhutla di Lampung
Anggaran Rehabilitasi Jalan BMBK Rp8,53 Miliar Disorot, LSM Penjara Indonesia Minta APH Telusuri Dugaan Tumpang Tindih dengan Kegiatan URC
Serang Polisi Pakai Sajam Residivis Curat Di Lumpuhkan Polres Lampung Tengah
Kurniasih Ingatkan TKA Jangan Jadi Beban Psikologis Siswa
Pasokan Pertalite Lampung Naik 11,7 Persen, Solar Bertambah 23 Persen
Santri Lampung Harus Naik Kelas: Kuasai Teknologi, Taklukkan Sains, Ciptakan Inovasi
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
Dugaan Pengalihan Pengelolaan Dana Revitalisasi Sekolah di Pesawaran Bergulir, Mahmuddin Minta Aparat Penegak Hukum Turun Tangan.

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan untuk Dukung Pemadaman Karhutla di Lampung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:38 WIB

Anggaran Rehabilitasi Jalan BMBK Rp8,53 Miliar Disorot, LSM Penjara Indonesia Minta APH Telusuri Dugaan Tumpang Tindih dengan Kegiatan URC

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Serang Polisi Pakai Sajam Residivis Curat Di Lumpuhkan Polres Lampung Tengah

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Bupati Lampung Barat Dampingi Reses Komisi V DPR RI Tinjau Proyek Kotaku di Pajar Bulan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Pasokan Pertalite Lampung Naik 11,7 Persen, Solar Bertambah 23 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Santri Lampung Harus Naik Kelas: Kuasai Teknologi, Taklukkan Sains, Ciptakan Inovasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WIB

SMPN 1 KATIBUNG BORONG TROPI DI LOMBA DRUMBAND TINGKAT KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Dukung Program Kapolri, Polda Lampung Razia Tempat Hiburan Malam, 6 Pengunjung Positif Narkoba

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Serang Polisi Pakai Sajam Residivis Curat Di Lumpuhkan Polres Lampung Tengah

Senin, 26 Okt 2026 - 12:05 WIB

Nasional

Kurniasih Ingatkan TKA Jangan Jadi Beban Psikologis Siswa

Senin, 26 Okt 2026 - 11:30 WIB