Globalpewartasakti.com | Tulang Bawang Barat (GPS) – Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Ir. Novriwan Jaya, S.P., mengukuhkan 31 anggota Bolo Ngarit se-Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT) di Balai Tiyuh Candra Jaya, Rabu (01/04/2026).
Dalam arahannya, Bupati menekankan peran vital relawan ini dalam menjaga status Tubaba sebagai lumbung ternak di Sumatera.
“Tugas kalian itu sangat besar, Jadi jangan sampai setelah pengukuhan ini kita santai-santai, karena majunya perkembangan peternakan di Kabupaten Tulang Bawang Barat itu ada di salah satunya ada di pundak kalian,” tegas Novriwan Jaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati menjelaskan bahwa pembentukan Bolo Ngarit merupakan langkah strategis untuk memperkuat sektor peternakan yang menjadi program unggulan daerah. Berdasarkan data yang ada, Tubaba telah menjadi rujukan bagi daerah lain seperti Jambi, Bengkulu, hingga Aceh dalam hal pengembangan ternak.
“Tugas teman-teman Bolo Ngarit adalah menjembatani antara kebutuhan-kebutuhan peternak kita dengan Dinas. Karena kalau tidak ada jembatan itu, tidak ada perantara, tidak akan ketemu, karena teman-teman Dinas keterbatasan sumber daya manusia,” jelasnya.
Menutup arahannya, Bupati Novriwan Jaya kembali mengingatkan pentingnya kolaborasi antara relawan, perbankan, dan pemerintah daerah.
“Program Pak Presiden itu tujuannya adalah untuk menggerakkan ekonomi lokal. Kita harus proaktif menawarkan potensi desa. Inilah yang namanya harus kolaborasi, karena semua program ini kalau kita tidak kerja sama, pasti tujuannya tidak tercapai,” pungkasnya.
Sejalan dengan upaya penguatan ekonomi peternak, Bank Lampung turut memberikan dukungan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro. Pimpinan Cabang Bank Lampung KCP Panaragan Jaya, Robizal, menjelaskan adanya penyesuaian bunga yang semakin meringankan masyarakat.
“Untuk kredit KUR Super Mikro dengan plafon Rp1 juta sampai Rp10 juta itu tetap di angka 3 persen per tahun. Namun, atas koordinasi Bapak Bupati dengan Direktur Utama kami, kini program tanpa agunan sudah ditingkatkan plafonnya hingga Rp100 juta khusus untuk masyarakat Tubaba,” ujar Robizal.
Ia juga menambahkan adanya skema “Bayar Panen” dengan bunga yang kini dibuat rata demi memudahkan arus kas para peternak dan petani.
“Dahulu bunganya berjenjang dari 6 persen hingga 9 persen, tapi sekarang atas permintaan Bapak Bupati, kita buat flat rata di angka 6 persen per tahun untuk sistem bayar panen. Harapannya, dengan meminjam ke Bank Lampung, perputaran ekonomi tetap berada di Kabupaten Tulang Bawang Barat dan meningkatkan taraf hidup bapak-ibu sekalian,” tambah Robizal.
Kegiatan pengukuhan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Tubaba, jajaran Kepala OPD Terkait, para Kepala Tiyuh se-Kecamatan TBT, serta masyarakat penerima manfaat program KUR.(*)







