Globalpewartasakti.com | Pesawaran (GPS) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus memperkuat peran Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan Posyandu yang dilakukan Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Pesawaran, Cindy Aria Anton, S.E., M.M., di Desa Padang Cermin, Kecamatan Way Khilau, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas P3AP2KB, jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, serta para Kader posyandu. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari pembinaan Posyandu unggulan yang dilaksanakan secara bertahap di 11 kecamatan dan 15 Posyandu unggulan di Kabupaten Pesawaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembinaan dilakukan untuk memastikan pelayanan Posyandu berjalan optimal, terintegrasi, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai bidang.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Pesawaran, Cindy Aria Anton mengatakan, Posyandu saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi telah berkembang menjadi pusat pelayanan terpadu yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.
“Melalui Posyandu 6 SPM, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang lebih lengkap mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, lingkungan, hingga perlindungan masyarakat. Ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya.
Dalam bidang kesehatan, pelayanan Posyandu dilakukan melalui lima tahapan utama, yakni pendaftaran, penimbangan dan pengukuran, pencatatan dan skrining, pelayanan kesehatan, serta penyuluhan dan konseling. Layanan tersebut diperuntukkan bagi seluruh siklus hidup mulai dari bayi, balita, remaja, usia produktif hingga lansia.
Selain layanan kesehatan, Posyandu juga mendukung pendataan anak tidak sekolah, edukasi parenting dan PAUD, pendataan kelompok rentan penerima bantuan sosial, edukasi sanitasi dan lingkungan sehat, hingga identifikasi rumah tidak layak huni.
Tak hanya itu, Posyandu juga berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah rumah tangga, akses air bersih, serta kesiapsiagaan terhadap bencana dan keamanan lingkungan.
Maka dari itu, penguatan kapasitas kader dinilai menjadi kunci utama dalam keberhasilan pelaksanaan Posyandu 6 SPM. Karena itu, pembinaan dilakukan agar kader mampu menjalankan pelayanan secara terpadu dan memiliki pemahaman yang baik terhadap kebutuhan masyarakat di wilayahnya.
“Keberhasilan Posyandu sangat bergantung pada keterlibatan kader dan partisipasi masyarakat. Harapannya Posyandu benar-benar menjadi tempat pelayanan yang dekat, mudah dijangkau, dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” tambahnya.(*)







