Bahas Subsidi Pupuk dengan Pakar, BAKN: Kita Inginkan HPP-nya Bisa Lebih Baik

- Editorial Team

Selasa, 11 Februari 2025 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS)  –  Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan sejumlah pakar membahas efektivitas program pupuk bersubsidi yang dilakukan oleh pemerintah. Wakil Ketua BAKN DPR RI, Habib Idrus Salim Aljufri, menyampaikan bahwa tujuan rapat ini adalah untuk menggali lebih dalam terkait subsidi pupuk dari berbagai sisi.

 

“Kita ingin tahu lebih dalam dari pakar yang dari IPB, dari BRIN kemudian dari Unpad terkait dengan efektivitas subsidi pupuk. Ternyata, menurut sebagian dari mereka subsidi pupuk sudah dalam koridor yang baik. Akan tetapi perlu diberikan beberapa hal (masukan) sehingga bisa lebih efektif lagi. Nah ini yang kemudian kita ingin gali,” ujarnya kepada Parlementaria saat ditemui usai rapat di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (10/2/2025).

 

Habib Idrus menjelaskan bahwa BAKN menginginkan agar Harga Pokok Penjualan (HPP) bisa diperbaiki sehingga subsidi pupuk menjadi lebih efisien. Selain itu, BAKN juga ingin mengetahui dari para pakar mengenai cara agar distribusi pupuk dapat sampai ke petani dengan lebih baik, sehingga tidak ada celah yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi petani.

 

“Yang kita inginkan adalah HPP-nya bisa lebih baik sehingga subsidi pupuk ini bisa lebih efisien. Kita juga ingin tahu dari para pakar ini agar (tata cara pupuk) bisa sampai ke petani yang lebih baik itu seperti apa? Jangan sampai nanti pemerintah buat sedemikian rupa ternyata banyak loophole yang kemudian banyak memberikan efek kurang baik bagi petani,” jelasnya.

 

Dalam rapat tersebut, hadir Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN, Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, Guru Besar Guru Teknologi Tanah IPB, dan Dekan Fakultas Pertanian Unpad. Mereka memberikan masukan terkait tantangan dan beberapa usulan dalam program subsidi pupuk ini.

Baca juga:  Kemenperin Perkuat Ekosistem Semikonduktor Nasional melalui Pengembangan Desain Chip dan SDM

 

“HPP-nya naik karena banyak bahan baku material (mengalami kenaikan harga). Kita dengar sendiri dari para pakar yang (bahan baku) kalium saja masih 100 persen dari impor begitu ya, kemudian unsur yang lainnya juga 80 persen masih impor,” ungkap politisi Fraksi PKS ini.

 

Berdasarkan informasi dari para pakar, Habib Idrus juga menjelaskan bahwa kenaikan HPP disebabkan oleh kenaikan harga bahan baku material. Meski alokasi subsidi untuk pupuk pada tahun 2025 masih sama dengan tahun sebelumnya, besaran anggaran yang dikeluarkan diperkirakan akan berbeda karena kenaikan harga pupuk yang dipicu oleh meningkatnya biaya produksi.

Baca juga:  Serentak di 63 Titik di Seluruh Indonesia, MPLS Sekolah Rakyat Resmi Dimulai

 

“Kalau HPP naik, subsidi naik, kalau subsidi naik yang terbebani adalah pemerintah. Kita ingin HPP, kita dengar dari pada anggota BAKN kalau misalnya apa bisa kalium dan lain sebagainya ini diproduksi sendiri? Sehingga bisa menurunkan angka HPP dan bisa memperbaiki angka subsidi tadi tanpa mengurangi subsidi kepada petani tadi,” tambahnya.

 

Merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan terkait dengan Tata Cara Penyediaan Anggaran, Perhitungan, Pembayaran, dan Pertanggungjawaban Subsidi Pupuk dijelaskan bahwa Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah biaya pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi oleh Produsen Pupuk.

 

Adapun subsidi pupuk dihitung dari selisih antara HPP (Rp/Kg) masing-masing jenis pupuk dikurangi Harga Eceran Tertinggi (HET) (Rp/Kg) masing-masing jenis pupuk dikalikan Volume Penyaluran Pupuk (Kg) masing-masing jenis pupuk.(*)

 

 

 

 

Sumber : PARLEMENTARIA

Berita Terkait

Polres Metro Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Seorang Pria Diamankan
RUU HPI Jadi Solusi Hadapi Dinamika Konektivias Masyarakat Indonesia dengan Negara Lain
MAHASISWA UIN RADEN INTAN LAMPUNG RAIH JUARA DUTA GENRE PROVINSI LAMPUNG 2026.
Presiden Prabowo: Peran BRICS Perkuat Suara Global South Bentuk Masa Depan Dunia
Hadir di Layar, Absen di Kursi: Polemik Zoom di Paripurna DPRD Lampung.
Diduga Edarkan Sabu, Seorang Pria Asal Km 5 Blambangan Umpu Diamankan Polres Way Kanan
Antara Penyitaan atau Perampasan Aset, RUU Harus Jamin Perlindungan Hak Masyarakat
Pemkab Tubaba Evaluasi dan Siapkan Perpanjangan Kontrak 2.196 PPPK Paruh Waktu

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 12:36 WIB

Proyek Tanggul Way Katibung-Way Sulan Dilaporkan LSM ISC-MAJAS ke Kejati Lampung Hingga Surati BBWS

Sabtu, 19 September 2026 - 12:02 WIB

Polres Metro Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Seorang Pria Diamankan

Sabtu, 19 September 2026 - 11:50 WIB

Raperda Perubahan APBD 2026 Disetujui, Bupati Ela Dorong Percepatan Program dan Pelayanan Publik

Sabtu, 19 September 2026 - 11:38 WIB

RUU HPI Jadi Solusi Hadapi Dinamika Konektivias Masyarakat Indonesia dengan Negara Lain

Rabu, 16 September 2026 - 01:12 WIB

Gugatan Dinyatakan Tidak Dapat Diterima di PN Kota Agung, Anipudin dan Sriati Sampaikan Terima Kasih kepada LBH Ansor Pringsewu dan Tim Kuasa Hukum.

Senin, 14 September 2026 - 12:15 WIB

Pria di Pringsewu Diduga Gelapkan Rp350 Juta Modus Join Modal Proyek Irigasi, Ditangkap Polisi Saat Kabur ke Bogor

Senin, 14 September 2026 - 12:08 WIB

Wabup Azwar Hadi Buka Seleksi MTQ ke-53, Siapkan Generasi Qur’ani Terbaik Lampung Timur

Senin, 14 September 2026 - 11:26 WIB

Presiden Prabowo: Peran BRICS Perkuat Suara Global South Bentuk Masa Depan Dunia

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Polres Metro Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Seorang Pria Diamankan

Sabtu, 19 Sep 2026 - 12:02 WIB