Fraksi Partai Demokrat Dukung APBN 2026, Soroti Sektor Pertahanan dan Lapangan Kerja

- Editorial Team

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Fraksi Partai Demokrat DPR RI menyatakan dukungan terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2026. Meskipun mendukung, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, Andi Muzakkir Aqil, memberikan sejumlah catatan strategis dan rekomendasi penting untuk memastikan APBN benar-benar menjadi instrumen pembangunan yang menyentuh kebutuhan rakyat di tengah tantangan global yang kompleks.

Andi Muzakkir menyatakan bahwa RAPBN 2026 harus diarahkan untuk menyentuh langsung kebutuhan rakyat, termasuk di bidang kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, energi, hingga ekonomi kreatif dan UMKM. Fraksi Partai Demokrat juga mendukung pemerintah untuk melakukan penguatan aspek pertahanan demi menciptakan efek gentar secara langsung akan menguatkan posisi negara di tengah konstelasi geopolitik dan geoekonomi dunia.

Baca juga:  BRICS 2025, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia pada Perdamaian dan Reformasi Global

Selain itu, pemerintah juga diharapkan memberikan perhatian terhadap upaya sertifikasi halal untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang eksklusif. “Sekaligus memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha, tak lupa program peningkatan gaji ASN, jaringan pengaman nasional, sosial, serta subsidi yang tepat sasaran,” ujar Andi Muzakkir dalam Rapat Paripurna ke-2 Masa Sidang I Tahun Sidang 2025-2026, di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (19/8/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Catatan untuk Kebijakan Makro dan Prioritas Belanja

Fraksi Partai Demokrat memberikan beberapa catatan khusus terkait asumsi makro dan strategi belanja, diantaranya:

– Pertumbuhan Ekonomi & Inflasi: Target pertumbuhan 5,4% dinilai dapat dicapai, namun pengendalian inflasi 2,5% tidak hanya soal instrumen moneter dan fiskal, melainkan juga penegakan hukum yang konsisten dan sistem distribusi yang efisien.

Baca juga:  Komisi VIII Dorong Optimalisasi Pengelolaan Zakat & Wakaf 2025

– Nilai Tukar & Migas: Asumsi nilai tukar Rp16.500 per dolar AS dianggap konservatif. Sementara itu, kenaikan target lifting migas menjadi 610.000 barel per hari dinilai memerlukan reformasi sektor hulu migas yang tidak boleh ditunda.

– Pengangguran & Belanja Modal: Untuk mengatasi pengangguran, pemerintah didorong mempercepat program vokasi dan upskilling, serta memberi insentif pada sektor padat karya. Fraksi Partai Demokrat juga mengingatkan pentingnya menjaga porsi belanja modal yang signifikan untuk pertumbuhan ekonomi.

Untuk itu, Fraksi Partai Demokrat mengajukan sejumlah rekomendasi strategis, yakni:

Baca juga:  Presiden Prabowo Resmikan RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui, Hadirkan Layanan Kesehatan Modern Masyarakat Pesisir Barat

– Transfer ke Daerah: Dampak dari pemangkasan transfer ke daerah dan dana desa harus diantisipasi dengan cermat.

– Utang Negara: Peningkatan belanja utang yang signifikan menjadi perhatian serius, dan pemerintah harus lebih agresif melakukan inovasi pembiayaan seperti green bond dan diaspora bond.

– Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Program MBG didukung, namun tidak boleh mengorbankan mutu pendidikan secara keseluruhan.

– BUMN: Pembentukan holding investasi BUMN harus dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.

Atas catatan dan rekomendasi tersebut, Fraksi Partai Demokrat menyatakan persetujuannya agar RAPBN 2026 dapat dibahas lebih lanjut berdasarkan ketentuan yang berlaku.(*)

 

 

Sumber : PARLEMENTARIA

Berita Terkait

DPR RI Buka Ruang Publik Beri Masukan terkait UU Keadaan Bahaya
Di PENAS XVII, Presiden Prabowo Tinjau Teknologi Pertanian Modern untuk Perkuat Swasembada Pangan
Resmikan 1.151 KM Jalan Daerah se-Indonesia, Presiden Prabowo: Infrastruktur Jalan adalah Fondasi Ketahanan Pangan dan Energi
Irma Suryani: Aturan Pesangon dan Kepailitan Harus Dipertegas dalam RUU Ketenagakerjaan
Presiden Prabowo Perkuat Dukungan untuk Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN
Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Bank Sentral China
Leasing Berwajah Koperasi di Pringsewu Menjamur, GRIB JAYA Tuntut Dibentuknya Satgas Anti Rentenir
GRIB JAYA Pringsewu Sampaikan Sembilan Aspirasi Masyarakat dalam Aksi “Pringsewu Memanggil”.

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:57 WIB

DPR RI Buka Ruang Publik Beri Masukan terkait UU Keadaan Bahaya

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:23 WIB

Resmikan 1.151 KM Jalan Daerah se-Indonesia, Presiden Prabowo: Infrastruktur Jalan adalah Fondasi Ketahanan Pangan dan Energi

Senin, 22 Juni 2026 - 11:46 WIB

Irma Suryani: Aturan Pesangon dan Kepailitan Harus Dipertegas dalam RUU Ketenagakerjaan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:02 WIB

Presiden Prabowo Perkuat Dukungan untuk Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:45 WIB

Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Bank Sentral China

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:12 WIB

Leasing Berwajah Koperasi di Pringsewu Menjamur, GRIB JAYA Tuntut Dibentuknya Satgas Anti Rentenir

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:57 WIB

GRIB JAYA Pringsewu Sampaikan Sembilan Aspirasi Masyarakat dalam Aksi “Pringsewu Memanggil”.

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:30 WIB

Pansus DPR Perkuat Perlindungan UMKM dalam RUU Desain Industri

Berita Terbaru

Kab Lampung Timur

Azwar Hadi Kembali Pimpin PMI Lampung Timur Periode 2026–2031

Kamis, 25 Jun 2026 - 10:59 WIB