KLB Campak Jadi Alarm Nasional, Komisi IX Dorong Penguatan Imunisasi

- Editorial Team

Selasa, 21 April 2026 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Kejadian luar biasa (KLB) campak yang kembali terjadi di sejumlah daerah menjadi alarm serius bagi sistem kesehatan nasional. Merespon hal itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari mendorong penguatan tata kelola imunisasi guna meningkatkan perlindungan masyarakat dari penyakit menular.

 

Putih Sari menyampaikan campak sebagai bagian dari Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) tetap menjadi ancaman serius karena tingkat penularannya yang tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Hal ini disampaikan Putih saat memimpin Raker Komisi IX DPR bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membahas penanganan KLB penyakit menular, evaluasi pelaksanaan program imunisasi nasional, progres pemulihan layanan kesehatan di Aceh dan Sumatera, serta strategi penanganan penyakit KJSU yang digelar di Ruang Rapat Komisi IX, Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Baca juga:  Penetapan Tersangka Eks Menag Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Haji Bebas KKN

 

“Ini menjadi peringatan bagi kita semua. Meski campak dapat dicegah dengan imunisasi, tingkat penularannya sangat tinggi sehingga cakupan vaksinasi harus ditingkatkan untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity),” ujar Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

 

Ia menilai capaian imunisasi di sejumlah wilayah masih belum memenuhi ambang batas kekebalan kelompok. Untuk itu, diperlukan penguatan tata kelola layanan vaksinasi agar lebih efektif dan merata. Selain itu, Komisi IX juga menyoroti tantangan disinformasi yang memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap vaksin. Penolakan vaksin tidak hanya terjadi di daerah terpencil, tetapi juga di wilayah perkotaan akibat maraknya informasi yang tidak akurat terkait keamanan dan efektivitas vaksin.

Baca juga:  Serambi MyPertamina Jadi Solusi Nyaman Pemudik di Pelabuhan Bakauheni

 

“Menjawab tantangan-tantangan isu terkait dengan agama sebenarnya sudah cukup berulang tantangan ini selalu ada dari tahun ke tahun, tapi justru yang harus juga dijadikan peringatan bersama adalah terkait dengan disinformasi. Karena kalau doktrin terkait dengan isu agama itu kebanyakan di daerah-daerah terpencil tapi ini juga ternyata banyak muncul anti vaksin justru di daerah perkotaan karena disinformasi tadi,” tandasnya.

 

“Paparan-paparan atau hoaks yang menimbulkan ketidakpercayaan terhadap keamanan dan efektivitas vaksin atau juga keyakinan terkait dengan kekebalan alami, itu sebagian orang kalau merasa hidupnya sudah sehat, gaya hidupnya baik, sistem imunnya alami itu bisa terbentuk cukup kuat melawan penyakit penyakit yang menular,” sambung Putih Sari.

Baca juga:  Desa Penengahan Way Khilau gelar Rembuk Stunting, Kepala Desa Tegaskan Komitmen Tekan Angka Kasus Stunting didesanya.

 

Di sisi lain, Putih Sari menegaskan aspek akses layanan kesehatan juga menjadi perhatian. Keterbatasan fasilitas di daerah serta kendala waktu dan kesiapan layanan di perkotaan dinilai turut mempengaruhi rendahnya partisipasi imunisasi. Putih Sari menyoroti hal tersebut menjadi satu tantangan selain tata kelola aksesibilitas masyarakat terhadap fasilitas kesehatan yang masih cukup jauh.

 

“Karena kalau di daerah perkotaan rata-rata orang tua itu bekerja dan ketidaksiapan mungkin layanan fasilitas kesehatan itu yang seringkali membuat masyarakat jadi enggan untuk mengantarkan anaknya atau sulit mengantarkan anak-anaknya untuk melakukan vaksinasi. Jadi ini saya kira perlu dipikirkan perbaikan tata kelola vaksinasi kedepannya,” tegas Putih Sari dihadapan Menkes.(*)

 

 

Sumber : PARLEMENTARIA

Berita Terkait

Pemkab Tubaba Evaluasi dan Siapkan Perpanjangan Kontrak 2.196 PPPK Paruh Waktu
Pemerintah Perpanjang Penutupan Tujuh Bandara Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Siapkan Bandara Alternatif
Pemerintah Perpanjang Penutupan Tujuh Bandara Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Siapkan Bandara Alternatif
Gelar Pertemuan di Hambalang, Presiden Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN
Tawuran Berdarah di Bandar Lampung, Polisi Tetapkan 2 Remaja Jadi Tersangka
Soroti Anggaran Kemenhub, Komisi V Tekankan Tepat Guna dan Sesuai Kebutuhan
Bambang Patijaya Wanti-Wanti RUU Perubahan Iklim Tak Jadi Regulasi Elitis
Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kedatangan Presiden Prabowo di Vladivostok

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 12:00 WIB

Istri Cium Bau Hangus, Rumah di Sukarame Bandar Lampung Ludes Terbakar

Jumat, 4 September 2026 - 12:16 WIB

Tawuran Berdarah di Bandar Lampung, Polisi Tetapkan 2 Remaja Jadi Tersangka

Kamis, 3 September 2026 - 12:51 WIB

Ops Sikat Krakatau, Polresta Bandar Lampung Ungkap 33 Kasus dan Tangkap 34 Tersangka

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Polisi Ungkap Pembuang Jasad Bayi di Sungai Bandar Lampung, Ibu Kandung Ditangkap

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:17 WIB

Isu 2 Anggota DPRD Bandar Lampung Digerebek di Hotel, Pernyataan Ketua BK Yuhadi Dinilai Terlalu Dini.

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Seminar Nasional “Menata Pesisir: Wujudkan Waterfront City Untuk Lampung Maju”

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Misteri Pria Tewas di Samping SPBU Labuhan Ratu Bandar Lampung Terungkap, Polisi Tangkap Sopir Truk

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Audiensi dan Silaturahmi Pemkot Bandar Lampung bersama Ditjen Imigrasi Lampung

Berita Terbaru

Kab Lampung Timur

Diduga Miliki Narkoba, Dua Pria Diamankan URC Polsek Labuhan Maringgai

Senin, 7 Sep 2026 - 11:57 WIB