Komisi VIII Panggil Kemensos Bahas Anggaran dan Skema Pelaksanaan Program Sekolah Rakyat

- Editorial Team

Selasa, 20 Mei 2025 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS)  – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang meminta penjelasan menyeluruh dari Kementerian Sosial (Kemensos) terkait program strategis yang belakangan mencuat, yakni Sekolah Rakyat. Ia menyoroti program tersebut lantaran program Sekolah Rakyat muncul usai pengesahan anggaran 2024 sehingga belum dibahas dalam forum Komisi VIII DPR RI.

Selain belum adanya pembahasan dampaknya terhadap anggaran maupun posisi program dalam struktur kebijakan sosial nasional, ia juga mempertanyakan apakah program tersebut merupakan bagian dari rencana strategis jangka panjang atau sekadar inisiatif tambahan tanpa kerangka hukum yang jelas.

“Kami belum mendapat penjelasan resmi. Sekolah Rakyat ini apakah program utama atau sekadar tambahan dari Kementerian Sosial? Karena semua program berdampak pada postur anggaran dan kebijakan sosial lainnya,” ujar Marwan saat membuka agenda Rapat Kerja Komisi VIII dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (20/5/2025).

Berdasarkan paparan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, program Sekolah Rakyat adalah program pendidikan gratis berasrama yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, khususnya yang berada di desil 1 dan 2 berdasarkan pendataan dan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Kementerian Sosial menargetkan peluncuran Sekolah Rakyat pada bulan Juli 2025, dengan ratusan lokasi tahap awal di berbagai wilayah. Sekolah ini akan dilengkapi asrama, laboratorium, fasilitas olahraga, dan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan masa depan. Semua kebutuhan dasar siswa, termasuk makan, seragam, dan alat belajar, ditanggung negara.

Baca juga:  Bahaya Gosip di dunia maya : Cyberbullying atau perundungan siber.

Terkait dengan DTSEN, jelas Saifullah, sistem ini memadukan data dari berbagai sumber dan terintegrasi dengan data kependudukan (Dukcapil). Dengan pendekatan berbasis desil 1–10, DTSEN digunakan untuk menentukan secara akurat kelompok sasaran berbagai bentuk bantuan sosial. Walaupun begitu, Marwan menyebutkan implementasi dan pengaruh konkret dari DTSEN dan Sekolah Rakyat masih belum dijelaskan secara teknis kepada Komisi VIII DPR.

Baca juga:  Komisi IV Kasih Tenggat Waktu 30 Hari untuk Kemenhut Bongkar Pelaku Illegal Logging

“Sejak DTSEN ditetapkan sebagai data tunggal, kami belum menerima pemaparan lengkap tentang cara kerjanya, validitas datanya, serta bagaimana data ini digunakan dalam penanganan kemiskinan terutama kaitannya dengan Sekolah Rakyat,” tegasnya.

Tidak hanya itu saja, Komisi VIII DPR juga menyoroti rencana penempatan Sekolah Rakyat di Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau Sentra milik Kemensos. Sebab itu, Marwan mendorong perlu ada kajian lebih lanjut apakah konversi fungsi program Sekolah Rakyat tidak mengganggu layanan sosial yang selama ini berjalan, serta apakah sudah diperhitungkan dalam struktur kelembagaan, anggaran, indikator keberhasilan, serta keterkaitannya dengan program-program sosial lainnya.(*)

 

 

 

 

Sumber : PARLEMENTARIA

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan untuk Dukung Pemadaman Karhutla di Lampung
Anggaran Rehabilitasi Jalan BMBK Rp8,53 Miliar Disorot, LSM Penjara Indonesia Minta APH Telusuri Dugaan Tumpang Tindih dengan Kegiatan URC
Serang Polisi Pakai Sajam Residivis Curat Di Lumpuhkan Polres Lampung Tengah
Kurniasih Ingatkan TKA Jangan Jadi Beban Psikologis Siswa
Pasokan Pertalite Lampung Naik 11,7 Persen, Solar Bertambah 23 Persen
Santri Lampung Harus Naik Kelas: Kuasai Teknologi, Taklukkan Sains, Ciptakan Inovasi
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
Dugaan Pengalihan Pengelolaan Dana Revitalisasi Sekolah di Pesawaran Bergulir, Mahmuddin Minta Aparat Penegak Hukum Turun Tangan.

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan untuk Dukung Pemadaman Karhutla di Lampung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:38 WIB

Anggaran Rehabilitasi Jalan BMBK Rp8,53 Miliar Disorot, LSM Penjara Indonesia Minta APH Telusuri Dugaan Tumpang Tindih dengan Kegiatan URC

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Serang Polisi Pakai Sajam Residivis Curat Di Lumpuhkan Polres Lampung Tengah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Pasokan Pertalite Lampung Naik 11,7 Persen, Solar Bertambah 23 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Santri Lampung Harus Naik Kelas: Kuasai Teknologi, Taklukkan Sains, Ciptakan Inovasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Dugaan Pengalihan Pengelolaan Dana Revitalisasi Sekolah di Pesawaran Bergulir, Mahmuddin Minta Aparat Penegak Hukum Turun Tangan.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:31 WIB

Satgas Pamtas Mobile Yonif 9 Marinir Dibawah Satgas Koops TNI Habema Dikabarkan Terlibat Kontak Tembak di Maybrat, Tumpas Tokoh Utama OPM Kodap IV Sorong Raya. 

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Serang Polisi Pakai Sajam Residivis Curat Di Lumpuhkan Polres Lampung Tengah

Senin, 26 Okt 2026 - 12:05 WIB