Infrastruktur JIAT Kementerian PU Dongkrak Produktivitas Petani Gunungkidul, Panen Kini Tiga Kali Setahun

- Editorial Team

Senin, 6 Oktober 2025 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalpewartasakti.com | NASIONAL (GPS) – Kehadiran Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Dukuh Bulak Blimbing, Kelurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, membawa perubahan besar bagi petani setempat. Sistem irigasi yang bersumber dari air tanah ini menjadi tumpuan baru dalam menjaga produktivitas lahan pertanian di wilayah karst Gunungkidul yang selama ini bergantung pada air hujan.

Keberadaan JIAT Blimbing telah memberikan manfaat untuk meningkatkan luas tambah tanam (LTT) hingga 32 hektar, berkat tersedianya sistem pompa air tanah dengan sumur dalam sedalam 100 meter. Selain itu, tersedia pula jaringan distribusi sepanjang 4,67 kilometer, serta rumah genset dan panel pompa yang berfungsi menjaga suplai air stabil sepanjang tahun dengan debit produksi mencapai 30 liter per detik.

Baca juga:  Arus Balik Masih Padat, Polres Lampung Tengah Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Simpang Pepadun

Siswo Mulyono, petani asal Dukuh Bulak Blimbing RT 13, menuturkan bahwa sejak pompa air tanah mulai beroperasi, lahan sawah di desanya menjadi lebih produktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Airnya lancar, cukup untuk empat hektare sawah di blok kami. Sekarang kami bisa tanam tiga kali setahun—padi dan palawija seperti jagung atau kacang setelah panen padi. Kadang kalau masih sempat, lanjut lagi dengan sayuran,” ujarnya sambil tersenyum.

Menurut Siswo, sistem irigasi berbasis pompa ini jauh lebih efektif dibanding sebelumnya menunggu musim hujan. Dengan biaya operasional sekitar Rp80 ribu per jam, air dapat disalurkan merata ke seluruh lahan tanpa harus menunggu musim hujan. “Kalau dulu kami sebut ‘pupuk Jawa’, artinya andalan kami cuma hujan. Sekarang tidak lagi. Panen jadi pasti,” katanya.

Baca juga:  Curi Motor dan Bahan Sembako, Polsek Gunung Labuhan Ringkus Diduga Pelaku Curat Rumah Kosong di Bengkulu Tengah

Hal senada disampaikan Atmo Wijoyo, petani anggota Perkumpulan Petani Pemakai Air Tanah (P3AT) Desa Blimbing. Menurut Atmo, pompa air tanah menjadi penyelamat bagi para petani di wilayahnya. “Kalau gak ada sumur bor, bisa gagal panen,” ungkapnya.

Atmo menambahkan, berkat JIAT, petani kini bisa menanam padi, bawang, dan cabai secara bergantian sepanjang tahun. “Bawang itu 60 hari sudah bisa panen. Masih ada untung, bisa buat sekolahkan anak,” ujarnya penuh semangat.

Kehadiran JIAT Blimbing terbukti tidak hanya meningkatkan kepastian panen, tetapi juga menekan biaya irigasi pribadi dan memperluas peluang tanam bagi petani. Sejumlah petani saat beraudiensi dengan Menteri PU Dody Hanggodo, Minggu (5/10/2025) menceritakan bahwa produktivitas gabah meningkat hingga 20–30 persen per musim tanam, sementara lahan yang dulu tergolong kering kini mulai diolah menjadi lahan hortikultura bernilai ekonomi tinggi.

Baca juga:  Diikuti 14 Klub, Kompetisi Sepak Bola Liga 4 Piala Gubernur Banten 2026 Resmi Dibuka

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pembangunan JIAT merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan sumber daya air tanah yang berkelanjutan.

“Harapannya program ini bukan hanya meningkatkan hasil panen, tapi juga menumbuhkan ekonomi pedesaan dan memperkuat ketahanan pangan bangsa,” ujar Menteri Dody.

Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terus memperluas pembangunan JIAT di berbagai daerah potensial di Indonesia, khususnya di wilayah dengan keterbatasan sumber air permukaan. Diharapkan JIAT memberikan manfaat lebih untuk membuka peluang tanam pada sektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.(*)

 

 

Sumber : Kementerian PU

Berita Terkait

Pertamina Operasikan 6 SPBU BBM Satu Harga di Lampung Barat, Cek Lokasinya
Polres Metro Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Seorang Pria Diamankan
RUU HPI Jadi Solusi Hadapi Dinamika Konektivias Masyarakat Indonesia dengan Negara Lain
MAHASISWA UIN RADEN INTAN LAMPUNG RAIH JUARA DUTA GENRE PROVINSI LAMPUNG 2026.
Presiden Prabowo: Peran BRICS Perkuat Suara Global South Bentuk Masa Depan Dunia
Hadir di Layar, Absen di Kursi: Polemik Zoom di Paripurna DPRD Lampung.
Diduga Edarkan Sabu, Seorang Pria Asal Km 5 Blambangan Umpu Diamankan Polres Way Kanan
Antara Penyitaan atau Perampasan Aset, RUU Harus Jamin Perlindungan Hak Masyarakat

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 06:20 WIB

Pertamina Operasikan 6 SPBU BBM Satu Harga di Lampung Barat, Cek Lokasinya

Sabtu, 19 September 2026 - 12:02 WIB

Polres Metro Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Seorang Pria Diamankan

Selasa, 15 September 2026 - 05:31 WIB

MAHASISWA UIN RADEN INTAN LAMPUNG RAIH JUARA DUTA GENRE PROVINSI LAMPUNG 2026.

Senin, 14 September 2026 - 11:26 WIB

Presiden Prabowo: Peran BRICS Perkuat Suara Global South Bentuk Masa Depan Dunia

Sabtu, 12 September 2026 - 00:24 WIB

Hadir di Layar, Absen di Kursi: Polemik Zoom di Paripurna DPRD Lampung.

Rabu, 9 September 2026 - 11:59 WIB

Diduga Edarkan Sabu, Seorang Pria Asal Km 5 Blambangan Umpu Diamankan Polres Way Kanan

Rabu, 9 September 2026 - 11:14 WIB

Antara Penyitaan atau Perampasan Aset, RUU Harus Jamin Perlindungan Hak Masyarakat

Selasa, 8 September 2026 - 12:34 WIB

Pemkab Tubaba Evaluasi dan Siapkan Perpanjangan Kontrak 2.196 PPPK Paruh Waktu

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Polres Metro Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Seorang Pria Diamankan

Sabtu, 19 Sep 2026 - 12:02 WIB